Semoga aku terhindar dari perasaan "tidak seberuntung orang lain". Padahal aku belum maksimal bekerja. Doaku masih kurang. Belajarku masih malas. Hanya mengeluh dan tidak berusaha berubah lebih baik.
Halo, bisa pesan waktu senggang? Seporsi besar, tanpa menghindar.
Antar sesempatnya saja, jangan sampai manisnya menguap hanya karena aku sendiri yang berharap. Terima kasih.
Jangan sedikit2 tersinggung. Nanti kamu terbiasa cepat tersinggung. Dan kesempatan2 yg harusnya bisa ditawarkan ke kamu, jadi enggan disodorkan karena takut kamu tersinggung.
Mulailah dari anggap dirimu enteng: Kamu (dan saya) bukan siapa2 🥰 Santai ❤️
Kita sedang menertawakan waktu yang kian habis di dunia. Kita bekerja untuk mengisi waktu yang tersisa. Kita terus berpura-pura seolah kita masih belum kehilangan apa-apa.
Melepasmu barangkali adalah menghancurkan aku juga. Sebagian yang sudah kuserahkan akan berantakan lagi. Tapi tak apa, asal keberantakanku membuatmu lebih berarti, jalani saja. Sedih yang datang padaku, biar kupeluk dalam segala upayaku. Kita akan terbiasa juga.