๐ป๐ฌ๐ด๐ฉ๐จ๐ต๐ฎ ๐ฒ๐ฌ๐ด๐ฉ๐จ๐ต๐ฎ ๐บ๐ฌ๐ณ๐ผ๐ต๐ฎ๐ฒ๐จ๐ต๐ฎ! Pada jejaring kemalangan, ia tuai belas kasih semu di antara sela-sela kuku biadab berlumur kerakusan kekal.
โ
๐ฒ๐๐๐๐๐-๐ฒ๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐๐๐ ๐ณ๐๐๐:
Akankah kita didengar bila kuasa sebatas
menyelinap ke langit takdir sebagai doa
yang tak bersuara? Sebab aku tak pandai
melagukan rerintihan yang tiap baitnya
ditulis dengan tinta-tinta merah purnama.
โ
ใ ค
ใ ค
Dari jarak sedekat ini, timbul ingatan akan napasmu yang seringkali kucuri dari bilah bibir. Hangat, terburu, sebelum larut dalam hasrat. Sekarang, masihkah telapak tangan ini boleh menidurkanmu dalam lena yang dahulu pernah kau biarkan tinggal di antara kita?
ใ ค
ใ ค
@Greymorne ใ ค
ใ ค
โKamu nggak pernah kangen aku, ya?โ
Sebab, sungguh, aku merindukanmu. Sampai namamu menjelma benih yang salah jatuh, berakar terlalu dalam, tumbuh tanpa permisi, dan tak lagi tahu caranya ia mati. Aku rindu, tentang disayang. Dan disayang lagi olehmu.
ใ ค
ใ ค
ใ ค
ใ ค
Maka, biarkan aku kembali menjadi candu yang kau biarkan tinggal di tubuhmu. Biarkan aku menyusup ke dalam hangatmu, menjelma bayang yang tak mampu sekali pun kau tepis. Jadikan aku, sekali lagi, racun yang dengan sukarela kau telan. Jadikan aku, denyut pada nadimu.
ใ ค
ใ ค
@Greymorne ใ ค
Kalau begitu, biarlah aku tersesat sedikit lebih lama. Selama pelitamu belum padam, untuk apa aku belajar mengenali gelap seorang diri, jika aku tahu ke mana cahaya itu akan selalu membawaku? Sebab, dirimu pun setia menyisakan satu jalan yang tak pernah kau tutup.
ใ ค
ใ ค
ใ ค
ใ ค
MALAM BELUM LARUT, masih ada sisa-sisa kebengisan yang terbahak di pucuk jagat, menanti untuk kita telan. Laksana bayang yang menolak luruh kala petang tโlah lama turun, kau berdiri di ambang pintu.
@SelaksaRayu. Hari ini, kau datang lagi?
ใ ค
ใ ค
@Greymorne ใ ค
ใ ค
โKamu bisa ganti kata sandi pintumu.โ
Aku tahu di mana iba itu bersemayam dalam dirimu. Pun, aku tahu bagian mana yang tak rela melihatku tersungkur. Bukan salahku bila menjadikannya celah agar kau mau mengulurkan tangan satu kali lagiโsetiap hari.
โBut you donโt.โ
ใ ค
ใ ค
ใ ค
ใ ค
MALAM BELUM LARUT, masih ada sisa-sisa kebengisan yang terbahak di pucuk jagat, menanti untuk kita telan. Laksana bayang yang menolak luruh kala petang tโlah lama turun, kau berdiri di ambang pintu.
@SelaksaRayu. Hari ini, kau datang lagi?
ใ ค
ใ ค
@outer_cosmo Sukma Sekar Weningrum, Sukma sebagai sapaan akrab. Hari-hari pun berkutat dengan permintaan dari klien, beserta serangkaian kriteria yang wajib dipenuhi. Salam kenal, Mas Edwin. Barangkali boleh tebak perihal profesinya, arsitek, betul?
@TamagoPost SUKMA SEKAR WENINGRUM, 1995.
TMI hari ini, dapat kabar dari salah satu klien-ku, setelah satu bulan PDKT akhirnya punya rencana menikah. Dan kebetulan ketemu kamu yang kena sindir jaspren. Semangat, dan salam kenal, Regana.
@TamagoPost Sukma Sekar Weningrum. Hobiku merangkai bunga, sewaktu kecil sempat hobi bermain alat musik, sekarang nggak lagi. Salam kenal, Mbak Kalinda. Sebagai penikmat pertunjukan theater, kisah seperti apa yang Mbak sukai?
@TamagoPost Senin bukan hari yang saya hindari, kebetulan. Jadi selalu siap setiap harinyaโbisa siap semangat, bisa siap nangis. Salam kenal, Mas Maitreya. Sukma Sekar Weningrum, Sukma saja sebagai sapaan.
@TamagoPost Sukma Sekar Weningrum, tiga tahun lebih dulu lahir sebelum kamu. Salam kenal, Tegar. Selain seringnya dipandangi begitu, pernah kepikiran buat banting itu laptop?