Ikut campur banget. Kalo negara lu pelupa dan pemaaf, memutihkan sejarah, mebuat pelaku penjadi pahlawan/ menjadikan kriminal presiden, bukan berati negara orang juga harus begitu. itu sejarah mereka, let them be! you urusin aja negara you yang kacau
Makanya heran yang glorifikasi WAG. Nge hate WAG nya ke Maggie Kelly Kim. Kalau ke yang lain sering tu narasinya "jauh jauh deh cewekku yg aesthetic dari si A" "temenan aja sama ini ya cantik". Padahal SAMA AJA.
Glorifikasi WAG sama kayak glorifikasi perkumpulan istri ACAB.
Teman2 berkenan share pdf buku antologi puisi saya berjudul "Meriam Tidak Menembakkan Harum Bunga-Bunga". Mungkin membantu unt baca isi kepala pr pemimpin dunia spt Trump.
https://t.co/Bek82DPfI2
Merayakan Hari Buruh adalah merayakan perlawanan atas upah yang tak layak. Marsinah menjadi pengingatnya. Dalam epilog buku ini, Munir mengurai bagaimana negara berperan menciptakan “business confidence” bagi pemodal.
Selamat Hari Buruh.
Sila unduh: https://t.co/dHnBLd3gID
Menteri Perburuhan pertama ✅
Menentang poligami Sukarno & suami sendiri ✅
Menolak jabatan Menteri Sosial ✅
The one and only, the legendary:
S.K. Trimurti
Soerastri Karma Trimurti adalah sosok perempuan Indonesia yang utuh dan komplit: guru yang menjadi aktivis, jurnalis berpena tajam, pejuang kemerdekaan yang pernah meringkuk di penjara kolonial dan fasis, pembela buruh dan perempuan yang tak kenal kompromi, Menteri Perburuhan/Tenaga Kerja pertama RI.
Lahir pada 11 Mei 1912 di Desa Sawahan, Boyolali, dari keluarga ningrat Keraton Kasunanan Surakarta, ia tak terjebak dalam tradisi feodal yang membatasi perempuan. Trimurti hidup di era: penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, dan kemerdekaan Indonesia (Orla, Orba, Reformasi).
Ia lulus dari Tweede Inlandsche School (Sekolah Ongko Loro) dan melanjutkan ke Meisjes Normaal School (sekolah guru perempuan) sesuai keinginan ayahnya. Pada awal 1930-an, ia mengajar di sekolah dasar di Bandung, Surakarta, dan Banyumas. Namun, jiwa nasionalismenya meledak setelah mendengar pidato-pidato Soekarno.
Tahun 1933, di usia 21 tahun, ia bergabung dengan Partindo (Partai Indonesia) dan mengikuti kursus kader yang dipimpin Soekarno sendiri. Pengaruh itu langsung mengubah hidupnya: ia meninggalkan profesi guru dan terjun ke dunia jurnalisme serta pergerakan.
Ia menulis tajam di surat kabar seperti Fikiran Rakyat, Pesat, Genderang, Bedung, dan Pikiran Rakyat, menggunakan nama samaran “Karma”, “Trimurti”, atau “S.K. Trimurti” untuk menghindari delik pers kolonial. Tulisannya bukan sekadar berita, melainkan senjata propaganda anti-penjajahan yang membakar semangat rakyat.
(1)
40% of f1 fanbase are women. the way f1 and its sponsors keep shoving wags and influencers down our throats and rarely show the hardworking women who actually are part of the sport is concerning. the drivers, engineers, mechanics, journalists deserve more spotlight than partners.
the REAL women in motorsports are the drivers, the journalists, the team principals, the ENGINEERS, the women behind doors, those who WORKED their asses up to finally end in categories mostly dominated by MEN.
wags are not those women.
sorry kalo julid sama wags soalnya emang iya. kayaknya udah beberapa kali gw omong di sini kalo cewe di dunia balap itu banyakk, yg perlu lu notice itu mereka, bukan wags yg gaada kontribusinya itu.