Kenalin, dia adalah Murtaza Ahmadi, anak berusia 5 tahun asal Afghanistan yang di tahun 2016 bikin dunia terharu karena pake jersey Messi dari kantong kresek.
Foto itu sampai ke Messi. Lewat bantuan UNICEF, Murtaza mendapat dua jersey dan sebuah bola yang sudah ditandatangani langsung oleh sang idola.
Cerita berlanjut ketika UNICEF juga mengundangnya ke Doha untuk bertemu Messi untuk jadi maskot dan berjalan bergandengan tangan dengan Messi saat memasuki lapangan.
Semoga gedenya jadi orang bener dan gak neko² hidupnya😁
Nasibnya gimana ya sekarang anak ini?
𝐏𝐞𝐭𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐢 𝐑𝐚𝐤𝐬𝐚𝐬𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐨𝐝𝐚 𝐃𝐞𝐥𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐓𝐮𝐫𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐛𝐨𝐥𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
Jumat (17/7/2026), tepat pukul 10.30 pagi, di Kilometer 44-45 Jalan Jamin Ginting, sebuah truk tronton bermuatan penuh galon air mineral meluncur dari arah Tanah Karo menuju Medan.
Di depannya, jalan sedang tersendat, antrean kendaraan mengular karena sebuah tabrakan kecil antara mobil travel dan truk telah lebih dulu terjadi setengah jam sebelumnya.
Sopir bernama inisial I menginjak rem.
Rem itu tidak menjawab.
Yang terjadi berikutnya berlangsung dalam hitungan detik: truk tak laik jalan yang dipaksa beroperasi itu berubah menjadi peti mati raksasa beroda delapan, menyapu sembilan kendaraan sekaligus-satu truk fuso, twee truk colt diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor.
Empat orang meninggal dunia: Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir.
Delapan lainnya luka-luka, satu di antaranya anak kecil dengan luka berat.
Salah satu korban tewas, menurut keterangan yang beredar, sedang dalam perjalanan menjemput anaknya dari sekolah.
Polisi cepat menetapkan penyebabnya.
"𝘉𝘦𝘳𝘮𝘶𝘭𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘵𝘳𝘶𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘪𝘳 𝘮𝘪𝘯𝘦𝘳𝘢𝘭 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘳𝘦𝘮 𝘣𝘭𝘰𝘯𝘨," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol 𝐉𝐞𝐚𝐧 𝐂𝐚𝐥𝐯𝐢𝐣𝐧 𝐒𝐢𝐦𝐚𝐧𝐣𝐮𝐧𝐭𝐚𝐤.
Dua kata itu "𝐫𝐞𝐦 𝐛��𝐨𝐧𝐠" kini menjadi kalimat penutup resmi atas empat nyawa.
Sebab "rem blong" bukanlah sebab.
Ia adalah gejala.
Pertanyaan sesungguhnya adalah: mengapa sebuah truk dengan rem yang tak berfungsi diizinkan menuruni salah satu jalur turunan paling curam di Sumatera Utara?
Truk itu membawa muatan penuh.
Muatan penuh berarti energi yang menumpuk, dan energi itu hanya bisa ditahan oleh satu sistem: pengereman yang bekerja.
Ketika sistem itu gagal, fisika tidak mengenal ampun.
Menyalahkan sopir adalah jalan pintas yang nyaman.
Ia menutup kasus tanpa harus menyentuh rantai yang lebih panjang: pemilik truk yang menekan biaya perawatan, sistem pengawasan kelaikan yang mudah ditembus, dan pengaturan muatan yang jarang benar-benar ditimbang.
Lokasi kejadian pun bukan titik yang asing bagi maut.
Jalur Medan-Berastagi di kawasan Sibolangit adalah jalur wisata favorit yang membelah pegunungan, indah dipandang, tetapi menuntut kendaraan dalam kondisi prima karena rangkaian tanjakan dan turunannya.
Lalu lintas, kata polisi, telah kembali lancar dari dua arah.
Semuanya rapi, semuanya cepat, seolah tragedi ini adalah rutinitas yang cukup dibersihkan dari badan jalan lalu dilupakan.
Tapi rem yang blong pagi tadi seharusnya tidak diikuti oleh nalar yang ikut blong.
Karena jika satu-satunya kesimpulan dari empat kematian ini adalah "rem truk rusak", maka jalanan itu akan tetap menunggu sabar dan pasti truk berikutnya yang remnya juga kebetulan menyerah di tikungan yang salah.
#sibolangit #berastagi #remblong #ujikir
He pasado más de 200 horas exprimiendo Gemini.
El resultado: Una biblioteca en Notion con los 400 mejores prompts avanzados para clonar tu cerebro y automatizar tu negocio.
Te ahorra semanas de trabajo en:
• Creación de contenido masivo
• Automatización de sistemas
• Copywriting que vende solo
... Y mucho más en 20 categorías.
GRATIS solo hoy.
Like + RT
Sígueme (para abrir DM)
Comenta "400"
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Temen gw kerja di PLN.
Dia bilang ada satu pertanyaan yang tiap hari bikin dia dimaki, dan dia capek ngejelasinnya.
Pertanyaannya: "kok beli token 100 ribu, dapet listriknya kurang? Sisanya ke mana?"
Dia cerita ke gw sambil geleng-geleng. "Yang motong duit itu bukan PLN. Tapi yang dimaki tetep kita."
Gw ngerutin dahi. Kalo bukan PLN, terus siapa yang ngambil?
Malem itu gw cek struk token gw sendiri. Ada satu baris kecil yang selama ini gak pernah gw baca.
Pantes pasar saham anjlok gak karu²an, semua imbas kengawuran Jaksa yang salah memahami kepemilikan dan penghitungan saham Nadiem Makariem yang dikaitkan dengan kasus Chromebook.
IHSG dan Rupiah anjlok karena kualitas lembaga penegak hukumnya makin anjlok!!
Berikut penjelasan saksi ahli yang dihadirkan Jaksa di persidangan kasus Chromebook.
Prof Nindyo Pramono ahli pasar modal membantah semua dakwaan Jaksa.
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Selamat datang di Jembatan Shiratal Mustaqim, Merangin. Tempat di mana warga dilatih 'hisab' lebih awal sebelum waktunya. Definisi nyata dari 'mendekatkan diri kepada Yang Kuasa' setiap kali mau pergi ke kebun. Terima kasih pemerintah, sudah membiarkan kami memacu adrenalin tanpa perlu bayar tiket wahana.
#JembatanShiratalMustaqim #MeranginLupa #InfrastrukturJambi #DesaBiukuTanjung