Sreett. Sreett.
Huh?
Satu pemuda tertinggal dibelakang, sibuk menyeret kaki kirinya, kuasanya menggapai dinding seolah meminta bantuan tuk memapah.
Kasihan sekali. Kasur tadi sudah terisi penuh oleh wanita penuh lumpur, mungkin pemuda ini sedang mengalah, lalu memaksakan diri.
Empat pemuda tadi mendorong terus hingga hilang setelah berbelok ke lorong kanan. Di sana hanya ada satu ruangan. Ruangan yang sangat dingin, hampa, seperti dunia lain yang tampak menyedihkan.