SOLUSI FISKAL DAN EKONOMI, TIDAK BISA DISELESAIKAN LEWAT PIDATO
*Oleh : Muhammad Said Didu*
Data menunjukkan bahwa realisasi fiskal (APBN) di tahun pertama pemerintahan @Prabowo makin memburuk. Apakah ini residu dari pemerintahan Jokowi ?*Bahkan sebagian besar angka realisasi fiskal merupakan kinerja terburuk dalam 6-7 tahun terakhir.*
Data APBN diuraikan sebagai berikut :
1) Realisai Belanja Negara 2025 mencapai Rp3451,4 triliun atau 95,3% dari target sebesar Rp3621,3 triliun atau 2,72% lebih tinggi dari belanja tahun 2024 sebesar Rp3.359,8 triliun
2) Penerimaan Negara 2025 hanya 91,7 % dari target, atau Rp 2.756,3 triliun dari target Rp. 3.005,1 triliun.
*Terburuk 6 tahun terakhir.*
3) Defisit anggaran meningkat dari target Rp662 triliun menjadi Rp695,1 triliun atau naik dari target 2,78% menjadi 2,92%.
*Angka defisit terburuk setelah pandemi Covid-19*
4) Penerimaan perpajakan hanya mencapai 89% dari target, atau Rp2.217,9 triliun dari target Rp2.490,9 triliun.
*Terburuk dalam 6 tahun terakhir*
5) Penerimaan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) hanya 83,6% dari target. Target penerimaan PPN 2025 sbsr Rp945,12 triliun dan realisasi hanya Rp790,2 triliun.
*Selisih penerimaan dan target terbesar selama 6 tahun terakhir*
6) Penerimaan pajak penghasilan (PPh) thn 2025 hanya Rp915,3 triliun dari target sebesar Rp1.209,3 triliun atau hanya 75,69% dari target.
*Shortfall (selisih target dan realisasi) terburuk selama ini*
7) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 103,98 % di atas target, atau Rp 534,1 triliun dari target Rp513,6 triliun. Walau di atas target, tetapi secara nominal di bawah perolehan 2022-2024.
*Secara prosentase terburuk dlm 7 tahun terakhir.*
Pertanyaannya adalah apakah kinerja fiskal tersebut merupakan residu permasalahan yg ditinggalkan oleh rezim Jokowi atau memang kinerja rezim Prabowo lebih jelek ?
Kita tunggu perbaikan 2026. Sampai kapan menunggu ?
Atas fakta tersebut berharap agar Presiden @Prabowo mengambil langkah nyata - termasuk merombak kabinet - karena tidak cukup lagi hanya dg pidato dan memuji kinerja Kabinet yang faktanya kinerjanya tidak seindah yang dipidatokan.
BUAT SISA HIDUPMU BERGUNA DAN BERMAKNA
DARI 100 ORANG, HANYA 8 ORANG YANG HIDUP DI ATAS 65 TAHUN
Angkat topi untuk siapa pun yang telah menyusun statistik ini!.
Baca dan pahami betapa beruntungnya Anda!!
Populasi Bumi sa'at ini sekitar 7,8 miliar. Bagi kebanyakan orang, itu adalah angka yang besar, itu saja.
Namun, seseorang telah memadatkan 7,8 miliar di dunia menjadi 100 orang, dan kemudian melalui berbagai statistik persentase. Analisis yang dihasilkan relatif lebih mudah dipahami.
Dari 100 orang:
11 berada di Eropa
5 berada di Amerika Utara
9 berada di Amerika Selatan
15 berada di Afrika
60 berada di Asia
Dari 100 orang:
49 tinggal di pedesaan
51 tinggal di perkotaan
Dari 100 orang:
77 punya rumah sendiri
23 tidak punya tempat tinggal.
Dari 100 orang:
21 kelebihan gizi
63 bisa makan kenyang
15 kurang gizi.
Dari 100 orang:
Biaya hidup harian untuk 48 orang kurang dari US $2.
Dari 100 orang:
87 memiliki air minum bersih
13 kekurangan air minum bersih atau memiliki akses ke sumber air yang tercemar.
Dari 100 orang:
75 memiliki ponsel
25 tidak punya ponsel
Dari 100 orang:
30 memiliki akses internet
70 tidak memiliki syarat untuk online
Dari 100 orang:
7 menerima pendidikan universitas
93 tidak kuliah.
Dari 100 orang:
83 bisa membaca
17 buta huruf.
Dari 100 orang:
26 hidup kurang dari 14 tahun
66 meninggal antara usia 15-64 tahun
8 berusia di atas 65 tahun.
Dari 100 orang di dunia, hanya 8 yang dapat hidup atau melebihi usia 65 tahun.
Kesimpulan :
▪️Jika Anda memiliki rumah sendiri,
▪️Makan makanan lengkap dan minum air bersih,
▪️Memiliki ponsel,
▪️Bisa berselancar di internet, dan sudah/pernah kuliah,
*Anda berada di tempat istimewa yang populasinya sangat kecil (dalam kategori kurang dari 7%)*
*Jika Anda berusia di atas 65 tahun* *Jadilah puas dan bersyukur*
*Hargai hidup, raih momen bahagia*
Anda tidak meninggalkan dunia ini sebelum berusia 64 tahun seperti 92 orang yang telah pergi sebelum Anda.
*Anda sudah diberkati di antara umat manusia*
*Jaga kesehatan Anda dengan baik karena tidak ada yang lebih peduli kepada Anda selain daripada Anda sendiri*..
*TETAP SEMANGAT!!!* 💪💪
Saya yg bodoh tidak berpendidikan jadi dong dan mengerti setelah dapat share dr kawan : hitungan Alumni ITB jur matematik menganalisa kenapa terjadi banjir di Sumatra..👇
Pinjaman untuk Koperasi Merah Putih dari Bank Himbara secara bertahap sudah cair
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan no 49 Tahun 2025, nilainya maksimal Rp 3 M
Bisnis apa yang cocok untuk koperasi tersebut?
Studi kasus : Referensi Perusahaan Tbk
S.O.S dari Pulau Enggano !!!
Sudah 4 bulan pulau berpenduduk 4.000 jiwa ini terisolasi. Orang sakit, pasokan sembako, dan ekonomi lokal, pelan-pelan sekarat. Hasil panen membusuk.
Pesan ini ditulis oleh jurnalis Harry Siswoyo yang sedang berada di Enggano:
"Sejak Maret 2025, transportasi laut menuju Pulau Enggano terhenti akibat dangkalnya alur Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu.
Berhentinya angkutan kapal penumpang dan barang menuju Pulau Enggano yang terletak 150 mil laut di Samudera Hindia ini, membuat pulau ini terisolir.
Orang-orang terkurung. Warga yang kritis terpaksa bertahan. Sejumlah warga Enggano sudah mendesak agar ada kapal alternatif untuk mereka. Namun tak pernah diwujudkan.
Menurut warga pulau, pemerintah Bengkulu hanya menunggu proses keruk alur selesai. Padahal, jika memang hendak membantu warga di pulau Enggano maka ada banyak kapal alternatif yang bisa membantu mendistribusikan hasil bumi dan orang atau warga yang kritis.
Hingga pekan pertama Juni 2025, Kapal Ferry Pulo Tello baru bisa berlayar ke Enggano. Ratusan orang bisa dibawa ke kota. Karena pelabuhan belum normal. Mereka akhirnya bersandar di tengah laut dan dipindahkan menggunakan kapal Basarnas.
Sejauh ini, proses antar jemput penumpang sudah mencukupi meski dengan skema turun di tengah. Namun, yang memprihatinkan. Belum ada kapal yang bisa membawa hasil bumi milik masyarakat adat Enggano.
Pisang, kakao, pinang, jengkol, kelapa, ikan dan lainnya akhirnya menumpuk dan membusuk di Enggano. Pemerintah enggan menyediakan kapal alternatif khusus barang.
Saat ini, warga yang memiliki relasi dengan penampung di kota, harus merogoh kocek sampai Rp20 juta untuk membayar kapal nelayan agar hasil bumi dibawa ke kota.
Sayangnya, untuk yang tidak memiliki uang, terpaksa membiarkan hasil panen mereka membusuk di kebun.
Kini, kondisi di Enggano mulai memprihatinkan. Krisis ekonomi mulai membelit warga. Tidak ada pemasukan di rumah, sejak Maret membuat warga putus asa.
Orang-orang yang mau memenuhi kebutuhan harian, terpaksa barter. Satu kilogram ikan ditukar dengan beras. Seluruh warung sepi. Rumah makan banyak yang gulung tikar.
Situasi ini sampai kini berlanjut. Sementara kepedulian pemerintah tak ada sama sekali. Meski pada April lalu, pernah ada pengiriman beras ke Enggano. Namun, selain distribusinya tak sesuai. Jumlahnya juga tidak mencukupi kebutuhan warga."
Bayangkan era ketika penyakit jantung tak terbendung, hingga ilmuwan pemberani menembus misteri di laboratorium. Lahirlah SIMVASTATIN, molekul kecil dengan kekuatan besar yang mengubah dunia kedokteran!
Buat pengguna SIMVASTATIN, thread ini untuk kalian! 😉
Kisah penemuannya penuh drama, ambisi, kegagalan, dan terobosan yang merevolusi perang melawan kolesterol.
Kita bedah yuk si Simvastatin ini
Siap? Lets go!
JIKA Timnas Indonesia nanti melaju ke putaran ke-4 kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, situasinya akan begini: Dari Grup A, B, C, akan ada 6 tim yang lolos ke putaran ke-4. Mereka akan dibagi menjadi dua grup. Satu grup berisikan tiga kontestan.
Ketika Danantara Diawasi oleh Penjahat
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sovereign wealth fund Indonesia yang resmi diluncurkan pada Februari 2025 lalu, hadir dengan janji megah untuk mengubah wajah ekonomi bangsa. Mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernilai lebih dari $ 900 miliar, Danantara menargetkan ambisi besar berupa pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029. Nah untuk mewujudkan visi tersebut, lembaga ini tidak main-main dalam menggaet tokoh-tokoh internasional ternama sebagai pengawas dan penasihat, mulai dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, eks pemimpin Thailand Thaksin Shinawatra, ekonom Jeffrey Sachs, hingga investor kelas dunia seperti Helman Sitohang dan Ray Dalio.
Nama-nama di atas, pada pandangan pertama, seolah menjadi jaminan kredibilitas dan kepercayaan global terhadap masa depan Danantara. Namun, kilau gemerlap ambisi tersebut mulai memudar ketika sorotan beralih pada bayang-bayang kelam yang mengiringi para figur tersebut. Di balik reputasi internasional mereka, tersimpan catatan kontroversial yang sulit diabaikan seperti dugaan keterlibatan dalam kejahatan kemanusiaan, skandal korupsi yang mengguncang negara, kebijakan ekonomi yang gagal, hingga tuduhan manipulasi finansial yang merugikan banyak pihak.
Ketika sebuah lembaga yang digadang-gadang sebagai benteng kesejahteraan rakyat, justru berada di bawah pengawasan tokoh-tokoh dengan rekam jejak penuh tanda tanya, muncul keraguan yang menggelitik sekaligus mengkhawatirkan. Apakah Danantara, yang seharusnya menjadi harapan baru bagi Indonesia, malah berpotensi menjadi panggung bagi "penjahat" global untuk memperluas jaringan pengaruh mereka?
Pertanyaan tadi bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk menelisik lebih dalam, sebelum janji manis berubah menjadi ilusi yang mahal harganya.
-Sebuah Esai-
sebelom dicatut dan direupload org, izinkan aku mengunggah tulisanku di sini :
Kita Tidak Pernah Sepenting Itu, di Mata Orang Lain (1/4)
#mentalhealthdoodles
Blak2an bos sritex : di era Jokowi indonesia disebut negara paling empuk soal regulasi impor dan fenomena trifting, aparatnya juga tak paham soal industri textil. Jadi klir ya guys salah satu penyebab kebangkrutannya🤨