Psikologi bilang, ada orang yang nggak terlalu suka bersosialisasi bukan karena sombong atau benci orang.
Mereka cuma terlalu peka. Cepat menangkap energi, membaca ketulusan, dan sadar saat sesuatu terasa nggak tulus.
Makanya, basa-basi sering terasa melelahkan.
Mereka lebih memilih hubungan yang sedikit, tapi jujur, tenang, dan tanpa topeng.
Itu bukan antisosial.
Itu cara mereka menjaga energi dan kesehatan emosional
@rintaengan Ya kn, kek ad aj hari2 yg d ributin, kek gk bisa ap hype semua member ae tnp hrus iri2an gitu. Kalo mau puji, puji semua member gitu aj kn enak liatny.
kehilangan spark itu aneh, kamu masih jadi diri kamu, tapi rasanya udah ga sehidup dulu. losing your spark slowly is scarier than being sad all at once.
bapak ini cerita mereka udah mewanti wanti pemerintah soal MBG tahun 2024 mereka kasih data ke prabowo:
- MBG bisa jadi ladang korupsi
- jangan ada parpol yang pegang SPPG
- ada peluang keracunan
- 46 % rakyat tidak percaya
- baiknya MBG dikasih ke komunitas/sekolah
- sebelum di luncurkan harusnya ada acuan akademik
tapi satupun laporan itu tidak dengar pemerintah dan gilaa sekelas akademisi aja kagak di dengar apalagi rakyat
Pernah jadi mahasiswa turun di jalan.. sebelum masuk UGM aku tu juga mikir ngapain sih mahasiswa nih panas2an demo, bikin macet aja.
One day ada temen angkatanku yg bilang,
“Kita kuliah di UGM itu dibayar rakyat sudah seharusnya menjadi penyambungi lidah rakyat”
Aku jawab dong, “hmm, papa aku bayar UKT”
“No, UKT kamu tu cuma bayar fasilitas. Dosen kita tu PNS digaji pake uang pajak rakyat. Ada jutaan rakyat yg mau kuliah di UGM tp cuma segelintir orang yg bisa masuk. Kita tu kaum terpelajar, sudah seharusnya memperjuangkan suara rakyat”
Disitu aku beneran jleb banget. Ga boleh belajar buat diri sendiri, aku kaum terdidik jadi harus melek dunia dan politik dan ikut bersuara 😭😭😭
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
Kalau mau memakai narasi negara maju, sebaiknya juga dipakai: gaji guru dan pekerja kesehatannya berapa di sana? Upah minimum pekerja berapa di sana? Fasilitas transportasi umum, kesehatan, dan pendidikannya seperti apa di sana? Coba dibandingkan dengan di sini. Jangan giliran harga mahalnya baru disandingkan dengan di sini hanya untuk meredam suara protes yang terjadi.
Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.
@MK0810_02@kpopenjoy89@SkyieDanzz Iya kn sayang banget, padahal ngiranya shakin bakal di promosiin d mushow jg kek salty n sweet pas era spicy 😭
Mana we ngguin dr kmren MV beside nya, gk ad yg keluar satu pun kekny, pdhl era armageddon beside pd pny MV loh 😭😭😭