Maaf Tuhanku, aku salah, maaf banget, tapi hamba bakal tribute, tolong jangan buang hamba Tuhanku, hamba hanya mau Indonesia Sujud di bawah kaki nyonya
@calistime
🚨Karhutla Kalimantan 2026,Asap Membunuh, Sawit Menyala, Menteri Lambat
Sangat GILA dampak dari kebakaran Hutan kalantan ini, bayangin ada
Satu pemuda 26 tahun tewas di Ketapang 4 Agustus. Terjebak asap pekat, kehabisan oksigen, jatuh, terbakar. Itu korban langsung.
Sisanya masif, 3,1 juta warga terdampak, ratusan ribu kasus ISPA per minggu, PM2.5 tembus 389 µg/m³. Paru, jantung, stroke ikut bayar.
74 persen hotspot di Kalimantan ada di konsesi perusahaan. 10.739 di HGU sawit saja. Gambut dikeringkan demi kebun. El Niño cuma pemantik.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sibuk tinjau lokasi dan berjanji “tindak tegas”, tapi DPR sudah minta dia menghadap Prabowo dan akui gagal. Luas terbakar tembus 200 ribu hektare, penindakan masih fokus pelaku kecil.
Dampak mental lebih sunyi. PM2.5 picu inflamasi otak:
- Kecemasan naik
- Depresi meningkat
- Anak-anak rawan PTSD
- Solastalgia, duka kehilangan tanah sendiri, jadi rutinitas tahunan.
Warga “tercekik seumur hidup.” Hashtag lebih laku daripada cabut izin. Tahun depan episode sama, rating lebih tinggi.
Ini antara Presiden nya mau memperlancar konsesi sawit, tidak tegas ambil keputusan, DPR yang tidak berguna, atau apalagi?
Belum lagi semalam DPR Resmi menolak RUU perampasan Aset, padahal situasi ini jadi momentum untuk menyelidiki pihak terkait, tapi apa daya, semua satu KOMPLOTAN setan yang terbagi dalam posisi strategis.
Inilah jadi nya kalau politik balas budi berwujud bagi bagi jabatan, dulu memang jaman jokowi ada begini, tapi emang langsung copot pejabat nya yang terlibat, bukanalah joget joget bangsat.
Yakin satu bulan berita ini anyep, dan awal tahun sudah buka rekrutmen untuk olahan minyak kelapa sawit dan pabrik lainya.
Jangan heran seperti ACEH, Kalimantan, Papua, LOMBA LOMBA MERDEKA, ya karena begini, semua sampah.
Jadi kalau milih pimpinan yang waras ya, soalnya pimpinan partai aja begini, kemaren JOKOWI banyak bilang disetir partai, ini punya partai sendiri,malah JAIPONGAN ANJ.
📍Makin Gila, Febri Ardiansyah meminta barang bukti sitaan dikembalikan, alasan itu tabungan keluarga
Antara kita yang tidak waras, atau Febri makin di diamin, makin gila.
Kira kira apa ya yang di pikiran beliau, sampai berani menggunggat balik, mengatakan dia di kriminalisasi, hingga meminta kembali uang dan emas sitaan.
Kalau memang jam terbang dan pengalaman dia, bisa jadi dia tau celah untuk lolos dari hal itu, tapi lolos nya apakah bisa melewati akal sehatnya sendiri?
Kalau itu uang sitaan keluarga, bagaimana mungkin dia sampai masuk ke persidangan, apakah beliau anggap masyarakat kita SETOLOL itu, apakah yang cacat logika dan berpikir itu kita atau beliau ya?
Bisa bisanya beliau meminta melalui kuasa hukum untuk emas 74 Kg dan Uang ratusan miliar hasil sitaan di kawasan sentul dikembalikan, bagaimana mungkin barang bukti untuk persidangan diminta dikembalikan, apakah beliau lagi menujukan power, atau menujukan hukum kita TOLOL.
Kalau dulu kamu yang sita, sekarang jangan kaget kalau yang disita minta dikembalikan lengkap dengan bunga.
Karena di negeri ini, terkadang “barang bukti” bisa berubah jadi “barang warisan” dalam semalam.
📍Kutipan Ikonik Ala Bapak Infrastruktur Indonesia.
“Di dunia ini tidak ada yang membenarkan korupsi. Tidak ada. Dalam pengertian yang sebenarnya tidak akan ada yang membenarkan korupsi itu.”
Kutipan moral yang begitu bersih, begitu luhur, seolah-olah diucapkan oleh orang suci yang hidup dari air hujan dan doa.
Padahal diucapkan oleh orang yang, menurut Transparency International, berhasil menyedot 15–35 miliar dolar AS dari negara dalam waktu 32 tahun, rekor yang membuat Marcos dan Mobutu terlihat seperti pencuri kecil-kecilan yang baru belajar.
Soeharto tidak sekadar bicara. Ia membangun seluruh arsitektur Orde Baru di atas fondasi yang ia kecam sendiri. Tim pemberantasan korupsi dibentuk, pidato anti-KKN digemakan, sambil keluarga dan kroni menikmati monopoli cengkih, kontrak Pertamina, yayasan-yayasan yang lapar dana negara, dan kode rahasia “Toshiba” bagi siapa saja yang ingin dapat proyek.
Ketika tuduhan datang, jawabannya selalu sama, “Nyatanya saya tidak korupsi.” Definisi korupsi, ternyata, hanya berlaku untuk orang lain. Untuk diri sendiri, itu namanya “pengelolaan bijak”.
Yang lebih sinis lagi, rakyat diajari menghafal kalimat ini sebagai kata bijak. Sementara di luar Cendana, sekolah bocor, jalan rusak, dan anak-anak belajar di bawah atap yang bocor.
Uang yang “tidak dibenarkan siapa pun” justru mengalir deras ke rekening keluarga, diselimuti senyum sang Jenderal dan wacana moral yang rapi. Korupsi tidak dibenarkan?
Tentu saja. Ia hanya dipraktikkan dengan sangat efisien, dilindungi kekuasaan, lalu dikemas sebagai pengabdian.
Sejarah tidak marah. Sejarah hanya mencatat dengan dingin, orang yang paling keras mengatakan “tidak ada yang membenarkan korupsi” sering kali adalah orang yang paling paham cara membenarkannya tanpa pernah mengucapkan kata itu.
Dan sampai sekarang, kutipan itu masih beredar di daftar “kata-kata bijak”, seolah-olah ironinya tidak cukup tajam untuk menusuk.
📍Prabowo Siapkan Rp671,2 Triliun Utang Baru: Defisit Turun, Beban Tetap Ada
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan RAPBN 2027 dengan defisit 2,4 persen dan pembiayaan Rp671,2 triliun. Angka defisit memang lebih rendah dari 2,68 persen tahun sebelumnya, tapi utang baru tetap harus ditarik dalam jumlah ratusan triliun.
Pendapatan negara ditargetkan Rp3.426 triliun, belanja Rp4.097,2 triliun. Selisihnya ditutup utang. Pemerintah menyebutnya langkah disiplin fiskal.
Bayangin, defisit dipangkas di atas kertas, sementara beban pembiayaan tetap menjadi sandaran utama anggaran.
Padahal kalau utang terus berlanjut akan berdampak negatif, misalnya:
- Peningkatan utang publik dan beban bunga
- Efek crowding-out
- Risiko inflasi
- Tekanan pada nilai tukar dan kredibilitas fiskal
- Beban generasi mendatang
Delapan program prioritas diluncurkan sebagai alasan belanja besar.
Semuanya penting. Tapi semuanya tetap bergantung pada utang. Disiplin fiskal versi ini unik, mengklaim lebih hemat sambil terus menambah pinjaman.
RAPBN masih dibahas DPR. Angka bisa berubah. Namun pola yang sama terus berulang: defisit ditekan, utang tetap datang.
🚨Perhitungan gaji (penghasilan bruto) dan estimasi PPh 21 berdasarkan data Anda, dengan koreksi perhitungan volume untuk pekerjaan kupas bawang.
1. Perhitungan penghasilan bruto
Tarif: Rp700.000/kg.
- Produksi per hari: 8 kg → penghasilan - Harian = 8 × Rp700.000 = Rp5.600.000.
- Hari kerja: 25 hari/bulan.
- Volume bulanan yang benar: 8 kg × 25 hari = 200 kg (bukan 75 kg; 8 × 25 = 200).
- Penghasilan bruto bulanan= 200 kg × Rp700.000 = Rp140.000.000
Jika setahun penuh (12 bulan): Rp1.680.000.000.
2. Status pekerjaan & aturan PPh 21 yang relevan
Pekerjaan “kupas bawang” dengan upah satuan/borongan biasanya digolongkan sebagai pegawai tidak tetap (upah satuan/borongan) menurut PMK 168/2023 (turunan PP 58/2023).
Karena angka harian Anda (Rp5,6 juta) jauh di atas Rp2,5 juta dan volume bulanan sangat tinggi, perhitungan paling relevan adalah pendekatan pegawai tetap / TER bulanan + rekonsiliasi akhir tahun dengan tarif progresif, atau pendekatan pegawai tidak tetap dengan DPP 50%. Saya berikan keduanya secara transparan. Asumsi, Anda punya NPWP, status TK/0 (tidak kawin, tanpa tanggungan) → PTKP Rp54.000.000/tahun, Kategori TER A.
PTKP 2026 (masih sama):
TK/0: Rp54 juta/tahun
Tambahan kawin: +Rp4,5 juta
Per tanggungan (maks. 3),+Rp4,5 juta masing-masing
Tarif progresif Pasal 17 (untuk perhitungan tahunan / masa pajak terakhir):
- 0 – 60 juta: 5%
- 60 – 250 juta: 15%
- 250 – 500 juta: 25%
- 500 juta – 5 miliar: 30%
- 5 miliar: 35%
3. Perhitungan tahunan lengkap (metode progresif – lebih akurat untuk total pajak)
- Bruto setahun: Rp1.680.000.000
- Biaya jabatan: 5% × bruto, maksimal Rp6.000.000
- Penghasilan neto: Rp1.680.000.000 − Rp6.000.000 = Rp1.674.000.000
- PTKP (TK/0): Rp54.000.000
- PKP: Rp1.674.000.000 − Rp54.000.000 = Rp1.620.000.000
PPh 21 setahun:
- 5% × Rp60.000.000 = Rp3.000.000
- 15% × Rp190.000.000 = Rp28.500.000
- 25% × Rp250.000.000 = Rp62.500.000
- 30% × Rp1.120.000.000 = Rp336.000.000
- Total PPh 21 setahun ≈ Rp430.000.000
- Rata-rata bulanan ≈ Rp35.833.000 (mendekati TER 26%).
Jika status kawin + tanggungan (Kategori B/C), TER sedikit lebih rendah dan PTKP lebih tinggi, sehingga pajak sedikit berkurang.
4. Alternatif jika diperlakukan murni sebagai upah borongan harian (DPP 50%)
DPP harian = 50% × Rp5.600.000 = Rp2.800.000
Tarif lapisan terendah 5% × Rp2.800.000 = Rp140.000/hari
25 hari × Rp140.000 = Rp3.500.000/bulan (ini sangat rendah dan biasanya hanya berlaku jika tidak kumulatif tinggi; untuk penghasilan besar seperti ini, pemberi kerja biasanya tetap menggunakan pendekatan yang lebih mendekati progresif/TER).
Catatan penting,
- Pemberi kerja wajib memotong, menyetor, dan membuat bukti potong (Bupot).
- Jika tidak punya NPWP, tarif naik 20% (menjadi 120% dari tarif normal).
Ada kemungkinan insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) 2026 untuk sektor tertentu & penghasilan ≤ Rp10 juta/bulan, tidak berlaku di sini karena angka jauh di atas.
- Perhitungan ini adalah estimasi berdasarkan peraturan yang berlaku (PP 58/2023, PMK 168/2023, UU HPP). Untuk angka pasti, sesuaikan status PTKP, apakah ada iuran pensiun/BPJS, zakat, atau penghasilan lain, dan konsultasikan ke konsultan pajak atau KPP karena kasus borongan tinggi bisa memiliki detail administrasi khusus.
Jika Anda berikan status pernikahan/tanggungan, cara pembayaran (harian/mingguan/bulanan), atau apakah ada BPJS, saya bisa hitung ulang lebih presisi.
Percakapan pak prabowo dengan seorang anak di sela pidato nya.
Pak Prabs: P
Anak: A
P: Siapa Namu kanu
A: Citra Pak
P: Usia Kamu Berapa
A: 10 Tahun Pak
Jeda....
P: 10 Tahun lagi kamu bisa pacaran.
A: hanya senyum Dalam hati saran konthol).
Netizen: Bayangin la ya, anak di usia begitu bukan dikatain , kamu 10 tahun kedepan harus kejar prestasi, pendidikan yang layak, punya masa depan yang jelas, malah dikatain bisa pacar, inilah yang buat negara kita susah berkembang, soalnya pikiran pimpinan sebatas selangkangan.
📍Peristiwa yang Menyayat Hati, Gempa NTT yang Masih Berguncang di Tengah Hari Kemerdekaan.
Pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB, bumi Flores seolah menangis. Gempa magnitudo 7,7 mengguncang dengan dahsyat dari kedalaman 15 km di laut dekat Nagekeo.
Dalam sekejap, rumah-rumah runtuh, jalan retak, dan kehidupan ribuan keluarga berubah menjadi puing-puing. Hingga Senin pagi ini, 17 Agustus 2026, sudah tercatat 1.598 gempa susulan yang terbesar mencapai M 6,2.
Bayangkan, saudara-saudara kita di sana hampir tidak sempat bernapas lega. Setiap guncangan baru membawa lagi ketakutan, air mata, dan doa yang terisak.
53 nyawa telah pergi.
Anak-anak kehilangan orang tua, orang tua kehilangan anak. Lebih dari 135 orang terluka, dan ribuan jiwa, antara 5.000 hingga 9.000 orang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, tidur di atas tanah dingin, menunggu pagi yang tak lagi menakutkan.
Video air laut yang mendadak surut, longsor yang menutup jalan, dan wajah-wajah lelah di perbukitan menyebar begitu cepat di media sosial.
Bukan hanya berita, itu adalah jeritan hati yang viral, “Kami masih di sini, tolong jangan lupakan kami.”
Pemerintah telah bergerak dengan cepat atas perintah Presiden Prabowo. 50.000 paket sembako dikirim, pejabat pusat turun langsung, tim SAR gabungan tak lelah menyisir puing, listrik mulai menyala kembali, dan status tanggap darurat ditetapkan.
Namun di balik angka-angka itu, ada tangan-tangan yang gemetar membagikan makanan, ada relawan yang menangis menemani anak-anak yang ketakutan, dan ada doa yang terus dipanjatkan di setiap posko.
Ke depan, harapan masih ada. BMKG terus memantau agar gempa susulan berangsur reda dalam 2–3 minggu. Akan ada pemetaan ulang tanah, pembangunan kembali rumah-rumah yang lebih kuat, dan edukasi agar generasi berikutnya tidak lagi harus merasakan ketakutan yang sama. Namun yang paling dibutuhkan sekarang adalah kesabaran, kasih, dan kebersamaan.
Dan hari ini, 17 Agustus 2026.
Seluruh Indonesia merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan. Bendera Merah Putih berkibar gagah di Istana, lagu Indonesia Raya berkumandang, dan semangat merdeka memenuhi udara.
Tapi di NTT, saudara-saudara kita masih diguncang gempa. Mereka merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda, bertahan hidup, saling menguatkan, dan tetap percaya bahwa negeri ini tidak akan meninggalkan mereka.
Inilah makna sejati kemerdekaan.
Bukan hanya upacara dan sorak-sorai, melainkan hati yang tergerak untuk mengulurkan tangan, doa yang tulus, dan semangat gotong royong yang tak pernah padam.
Saat bendera berkibar di seluruh tanah air, biarlah juga berkibar di hati kita, komitmen untuk bangkit bersama, mengeringkan air mata saudara, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang ditinggalkan dalam kesedihan.
NTT, kami di sini.
Kami merasakan sakitmu.
Dan kami akan terus bersamamu sampai bumi kembali tenang, sampai rumah-rumah berdiri lagi, sampai senyum kembali menghiasi wajah anak-anak Flores.
Dirgahayu Indonesia.
Dirgahayu saudara-saudara kami di NTT.
Semoga Tuhan segera mengulurkan belas kasih-Nya.