Pak Buk, di dunia yg seluas ini. Ternyata aku cuma punya diriku sendiri. Aku cuma bisa diam menikmati setiap perih rindu untuk kalian yg sekarang cuma bisa aku bungkam.
Pak Buk, sampe detik ini aku masih mencari arti kata pulang. Ingin sekali bertanya, apakah rumah itu masih menerima aku? Apakah masih ada tempatku disana?. Aku takut, takut jika pertanyaanยฒ itu akan menghukumku sepanjang hidup.
Dulu kata "pulang" selalu terasa sederhana, sekarang kenapa rasanya rumit yah. Aku merindukan Ibuk dan Bapak setiap detik yg aku punya. Tapi kata "pulang" juga menahan banyak hal di hati aku.