Kalau aku gagal, yah gagal. Gak ada back up, kecuali diri aku sendiri.
Dari dulu, kalau lagi ambis memperjuangkan sesuatu yah memang harus extra. Karena sadar diri, selain berdoa sama Tuhan yah gak ada tempat lain untuk berharap.
Cerita sukses tiap orang beda-beda. Bahkan bisa SURVIVE aja, itu udah bersyukur banget.
“Garis hidup tiap orang emang beda-beda. Sudah ada garisnya masing-masing.” Tapi kalimat ini bukan berarti digunakan buat bermalas-malasan. Tetap harus memperhitungkan kemampuan yang dimiliki, apa yang harus diperbaiki. Harus memperhitungkan progres pada diri. Prosesnya tetap harus jalan meski waktu sampainya beda-beda.
Tidak semua orang bisa bercerita. Tidak semua orang berani bercerita. Tidak semua orang memiliki tempat yang tepat untuk berbagi cerita. Aku merasa berani menulis dan berani membagikan cerita-cerita itu adalah satu hal yang menyelamatkanku.
Kalau kamu senang kesibukan, senang bekerja. Selalu punya target. Carilah pasangan yang juga punya target dan kesibukan. Setidaknya agar dia paham jalan pikiranmu kenapa kamu begitu. Beberapa hal emang hanya bisa dijelaskan pada orang yang mengalami itu.
Sebagai manusia, kita butuh orang lain. Tapi, di beberapa bagian hidup ini kau tidak bisa mengandalkan siapa pun selain dirimu. Maka, jika kau tidak bergerak, jika kau hanya menunggu orang lain membantumu, hanya menunggu orang lain mengerjakan apa yang kamu mau, kau tidak ada.
Ingat kalimat ini baik-baik: tidak akan ada orang lain yang ingin membesarkanmu, mewujudkan keinginanmu, jika kamu sendiri nanggung dalam segala hal. Usaha nanggung, bakat juga nanggung. Kau harus buktikan sendiri dirimu layak diperhitungkan. Usahamu harus mengalahkan mitos bakat
Kita tidak bisa kembali muda. Jangan menunda ambisi. Kejar selagi energinya cukup. Penyesalan emang selalu datang belakangan. Ambisi yang tidak dikejar adalah awal dari banyak sesal.
Ide bagus harus segera dieksekusi. Jika tidak ia akan mewujud tiga kemungkinan. Pertama, tidak pernah mati & mengejarmu seumur hidup. Kedua, dieksekusi orang lain. Sebab semesta manusia ini bisa didatangi ide yang sama. Ketiga, jadi sia-sia tanpa pernah terwujud. Jadi penyesalan.