[tulisan ringan di pagi hari —estimasi baca ± 2 menit aja]
buat aku, di jalan itu udah bukan ruang aman dan ramah lagi buat para pemilik telinga sensitif. aku sebagai pengendara motor dan pejalan kaki
selama ini aku selalu menganggap kemampuan pendengaran itu salah satu sensori tools buat menjaga kewaspadaan di jalan, biar bisa lebih siaga, sebagai pendeteksi tanda bahaya yang datang mendekati saat kita berkendara, dan aku yakin banyak orang bakal setuju ini, dan mungkin itu pertimbangan kenapa ada pasal tilang yang menjadikan hal ini sebagai butir bukti penilangan, sebutlah 'demi keselamatan'—entah keselamatan 'siapa' yang dimaksud nanti di sini
beberapa waktu ini aku bertekad untuk mengubah semua itu—pendengaran sekarang udah gak lagi jadi sensor utama aku saat di jalan. saat ini aku lebih percaya visual, kemampuan melihatku, daripada sensor pendengaran, mungkin suatu saat ini bisa aja berubah ya, kita lihat nanti
secara fisika, selama ada medium —gelombang bunyi bakalan merambat ke segala arah secara longitudinal, sedangkan jangkauan pendengaran manusia hampir 360°, ini jadi kelebihan sekaligus kekurangan fatal bagi si telinga sensitif atau orang yang 'begitu' mengandalkan sensor audio. kenapa? ya justru karena datang dari segala arah itu sendiri, arah sumber suara jadi kurang terdeteksi akurat, jarak atau intensitas mungkin akurat—tapi arah belum tentu, karena sayangnya kita nggak bisa ngebedain elevasinya—atas-bawahnya, bahkan ya itu suara dari depan atau dari belakang juga kadang kita nggak tau kalau ngga dibantu visual kan
bunyi bising memicu hormon kortisol (stres). bagi aku kaum 'telinga sensitif', ini bukan sebatas masalah pendengaran jadinya — tapi secara psikis ini jadi masalah menjaga ketenangan mental biat gak cepat lelah (cognitive fatigue) saat berkendara
buat teman tunanetra, yang hampir mengandalkan pendengaran sepenuhnya, bunyi bising tiba-tiba ini tentu menyakitkan, aku pesan ke semua teman-teman yang baik di sini, plisss tolong banget jangan pakai klakson kalau di sekitar kalian ada teman tunanetra, itu tuh nyakitin banget buat mereka. mereka tuh bener bener ngejadiin sensor pendengaran sebagai alat eko-lokasi, karena pilihan yang ada, bayangin itu kalo kacau gara-gara bunyi strobo gila, atau bunyi klakson dari kita yang nggak ngotak 🥺
secara cahaya merambat lurus, info yang diberikan secara visual lebih akurat selama pandangan tidak terhalang, dan pasti inget banget kemarin di kelas 11 kalo cahaya bisa jauh lebih cepat merambat daripada bunyi
sedangkan visual (1 mata) manusia tuh bahkan nggak sampai 180°, sepintas terlihat seperti kekurangan pasti ya? untungnya kita manusia masih bisa menoleh, masih punya yang namanya 'Ekor Mata', untuk memaksimalkan keterbatasan ini, dan tentunya jika kedua mata bisa digunakan bersamaan jangkauan tadi bisa banget diperluas jadi > 180⁰
sialnya, telinga manusia hampir tidak punya pelindung bawaan, tidak berkatup, tidak disediakan secara built-in, harus beli sendiri di third party
untungnya, mata manusia punya pelindung bawaan yang built-in, ada kelopak mata, bulu mata, alis juga, dan sekitaran mata bisa dipicingkan juga untuk mengurangi intensitas lumens yang berlebih masuk ke mata
jadi sekarang di tasku selalu minimal ada 2 ear-in tws, bukan untuk nyetel musik, tapi semata cuma ngebatasin (baca: melindungi kesehatan, menjaga kewarasan) sensor pendengaranku yang sensitif ketika di jalan, aku gak nyalain noise-cancellation karena juga ga mau sih kedap-kedap banget
kalian mungkin juga pernah merasakan betapa bisingnya kondisi jalanan hari ini, bunyi super bising perusak gendang telinga dari strobo klakson nguiknguik dari mobil pejabat korup, bunyi knalpot bronk modifan pejamet ngabrut, konstruksi jalan, kaum penyembah klakson, belum lagi deru angin juga kan, dsj.
selamat beraktifitas ya,
aku percaya tempat ini masih diisi oleh banyak orang-orang baik ✨
@jellypastaa maaf menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah tetap tidak dibenarkan ya, apalagi pelaku msh di bawah umur
pemerintah melalui pertamina telah menyediakan bbm bermutu dengan titik bakar yang cukup untuk senantiasa memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan bakar berkualitas
@ikhwanuddin pdhl enak loh keliatannya klo rumah punya ac, pasti dingin dalemnya
tp kayanya ac bukan ventilator yah, sirkulasi udara engga bisa ditangani ac- ttp harusnya ada kipas atau exhaust vent fan biar udaranya ngalir kan ya
@koi_ini @iyamrenzia di tiktok ini merupakan rep serius, 'evidence-based opinion' warganya,
di twitter kita tahu ini rep satire, justru yg menanggapinya dgn serius menandakan bahwa dia masih warga tiktok yg kebetulan punya akun twtr
@wloeye semua mahluk berambut pasti akan berkutu
gmn cara mereka garuk2 tanpa menghilangkan karisma seramnya ya??? 👀
padahal 'kan harus senantiasa tampil jaim