lagi asik scrolling yt shorts tiba-tiba sedikit terdistraksi sama video ini.
and yaa.. 100% agree with this comment. emg org yg paham agama tuh lebih respectful, daripada org yg sok ngerti agama dan merasa dirinya paling suci. 😪😪
Pesan dari bapak2 umur 40an gede.
Kalo kamu masih 20-30an: tabunglah kebugaran sesegera mungkin. Latian beban, cardio, pilates/yoga lakukan sport yang kalian suka. Kombinasikan semua.
Ikutan kompetisi. Race. Puas2in seru2an
Nanti kalo udah 45, semuanya melambat. Sendi dan otot mulai terasa bedanya. Strategi latian harus beda lagi. Risiko cedera makin tinggi. Lebih banyak maintenance daripada ngegas
Kamu lagi senggang?
Coba deh dengerin podcast ini & menurutku ini layak banget buat didengerin.
Penjelasan singkat bagaimana otak kita bekerja & cara kita merawatnya.
Linknya di komen yaa
Karyawan baru, cewe.. masih kecil banget. Fresh grad.
Pagi2 dateng gw disamperin, gw kira mau nyalamin.. ga taunya dia salim.
Njir, kaget gw.. ga biasa banget.
Pertama kali kerja, ada senior yg pernah bilang ke gw:
“Kalau kemampuan lu 100%, jangan kasih kantor 100%. Kasih 60% aja. Jadi pas dituntut lebih, lu masih punya ruang buat naik ke 80%.”
“Kalau dari awal udah kasih 100%, lama-lama 100% itu dianggap standar. Besok diminta 120%, lusa 150%. Lu sendiri yg akhirnya tumbang.”
Dulu gw pikir ini bad advice.
Makin lama kerja, makin paham maksudnya 😭
ada yang pernah diposisi dilema ini ga?
Nunggu arahan = ga inisiatif
inisiatif = ga koordinasi
atasinnya gimana dilema itu?
1. perhatikan wewenang
Inisiatif di dalam wewenang = bagus
Inisiatif di luar wewenang tanpa kabar = berbahaya
2. perhatikan komunikasi
inisiatif yang dikomunikasikan = bukan kurang koordinasi.
Ambil inisiatifnya di scope kerja/wewenang kita dan selalu update apa yg kita udah kerjain.
kalo masih disalahin? KANTORNYA TOXIC🙂
𝗦𝗲𝗹 𝗼𝘁𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝘁𝗲𝗿𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿𝘂𝗵 𝗼𝗹𝗲𝗵 "𝘀𝗲𝗹𝗳-𝘁𝗮𝗹𝗸" adalah sesuatu yang ada bukti ilmiahnya
Izin gue jelaskan ya!
Secara sederahana, ini BUKAN berarti sel otak “mendengar” kata-kata seperti telinga, melainkan melalui proses neuroplastisitas, yang merupakan kemampuan otak untuk membentuk, memperkuat, atau melemahkan koneksi antar sel saraf, seiring dengan pengulangan pola pikir dan perilaku.
Setiap kali kita berbicara pada diri sendiri (misalnya “Aku bisa” atau “Aku gagal”), otak mengaktifkan jaringan saraf tertentu. Akibatnya, jalur saraf berubah, dan dapat memengaruhi emosi, motivasi, perhatian, dan performa kognitif.
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 𝘀𝗲𝗹𝗳-𝘁𝗮𝗹𝗸 𝗽𝗼𝘀𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗻𝗲𝗴𝗮𝘁𝗶𝗳, 𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗸𝗼𝗻𝗲𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗼𝘁𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮. Secara umum kira-kira kaya gini efeknya pada otak antara lain:
-𝗦𝗲𝗹𝗳-𝗰𝗿𝗶𝘁𝗶𝗰𝗶𝘀𝗺 justru meningkatkan performa kognitif, karena mengurangi rasa percaya diri berlebihan dan meningkatkan fokus serta motivasi internal
-𝗦𝗲𝗹𝗳-𝗿𝗲𝘀𝗽𝗲𝗰𝘁 dapat memperkuat fungsi eksekutif, tapi bisa menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻
Self-talk dapat berpengaruh pada plastisitas otak.
Melalui self-talk yang sesuai, kita dapat memengaruhi kondisi dan kemampuan otak kita.
Semoga bermanfaat!