dulu pengen beli rolex dimarahin istri, diingetin barang yg saya pake kalau enggak ilang ya rusak ngapain beli barang kaya gitu, casio aja katanya. dr kuliah jam kesayangan saya casio, emang keren sih timeless pula.
duitnya akhirnya buat beli antam, dan masya Allah naik.
memang istri paling bener udah.
btw gambaran sukses di akun ini saya tangkep ada 2 jenis ya:
- punya barang2 mewah
- punya kebebasan
mana yg kamu kejar?
dulu saya kira saya kejar kebebasan, ternyata malah jadi urakan.
sekarang mah fokus terus kerja aja, nikmati proses, bersyukur yg didapat, uang dapet langsung invest enggak usah pikir aneh2, malah lebih jernih pikiran.
idup enggak usah disetir influencer dan quote2 random, mereka jg sama kaya kite, pengen gajian dari X😂
Aa aa 28 tahun ini izin ikutan kasih insight, mas.
- Perbaiki pola tidur. Ini ngaruh ke psikis dan fisik.
- Olahraga minimal 150 menit/minggu (kombinasi cardio & strength)
- Mulai bijak sama apa yang di makan
- Selagi ada chance pintu income kebuka, coba dulu aja
- Belajar management emosi dan cara komunikasi yang baik.
- Jauhi rokok, minuman keras, judol, pinjol, dsb.
- Mulai untuk concern merawat diri (dress well, do the personal care, and workouts)
It’s help, at least for me.
Inilah mengapa pas sekolah diajarin bahwa kalau sebaran data tidak normal, misalnya ada nilai ekstrim, yang digunakan adalah median (nilai tengah), bukan mean (rerata). 99 orang tidak bekerja plus 1 orang berpenghasilan 700 juta, ya reratanya 7 juta, tapi nilai tengahnya 0 juta.
Ini terjadi ke tante saya. 2 tahun lalu di vonis kanker, semua dicover bpjs hingga bersih. Sekarang ternyata ada kanker baru, dan bebeberapa layanan yang 2 tahun lalu bisa dicover sekarang harus bayar. Trims @prabowo
Saya tanya serius, Min. Berapa kapasitas Sekolah Rakyat? Ada berapa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia? Berapa jumlah anak yang sudah bisa ditampung?
Berapa jumlah anak miskin di seluruh Indonesia?
Elo tahu gak, di setiap desa itu sudah ada yg namanya SD?!
saya wahyu, dan saya orang goblok. izin bertanya dgn lembut min, ketimbang membangun sekolah dengan konsep begitu dan dinamai sekolah rakyat, kenapa ga ngebetulin sistem dan konsep sekolah yang udah ada aja min? hehe makasih thanks before.
Saya kok jadi ingat cerita tentang Buya Hamka ini ya?
“Kita memang hanya akan dipertemukan, dengan apa-apa yang kita cari.”
Jadi, kalo ada yg bilang:
"...di mata w cuma jadi tempat wisata aja jadinya. Nothing sacrilegious."
Itu disebabkan krn MINDSET ybs!
Allaahul musta'an.
Orang berhaji untuk menuntaskan rukun Islamnya bukan buat liat ka'bah.
Lagipula kalau Allah tidak buat acuan untuk kiblat dan tawaf, maka itu hanyalah relik sejarah nabi ibrahim saja, jangan berlebihan.
Karenanya islamophobik anggep kita nyembah kotak ya dari sesat pikir ini.