Ada satu kalimat yang sering diulang,
hanya narasinya yang berbeda.
“Kalau belum selesai dengan diri sendiri,
jangan + menikah/punya anak.”
dll
Masalahnya, manusia tidak pernah benar-benar “selesai”.
Selama masih bernapas,
kita selalu dalam proses.
Belajar.
Salah.
Memperbaiki.
Bertumbuh.
Kalau menunggu selesai,
mungkin kita tidak akan pernah memulai apa pun.
Karena selesai itu bukan fase hidup,
Selesai itu… ketika kehidupan berakhir.
Yang seharusnya terjadi justru sebaliknya.
Setiap fase hidup
adalah upgrade untuk diri kita.
Bukan menunggu versi terbaik dulu,
tapi membentuk versi terbaik itu
melalui fase-fase hidup.
Ada yang dulu nakal, suka kelayapan.
Lalu setelah menikah,
ia belajar pulang lebih cepat.
Bukan karena tiba-tiba jadi sempurna,
tapi karena sekarang ada keluarga
yang menunggu di rumah.
Hidup bukan soal menunggu diri kita selesai.
Hidup adalah perjalanan dimana kita terus memperbaiki diri di setiap fase yang Allah titipkan.
Menikah, bekerja, menjadi orang tua semuanya ruang belajar.
Karena manusia tidak dituntut menjadi selesai.
Manusia hanya dituntut
untuk terus menjadi lebih baik
sebelum akhirnya selesai.
Tangerang, 15 Syawwal 1447 H ~ Ray
Ini yang membuat program unggulan anies "membuat 40 kota setara jakarta" itu terasa mengawang bagi orang yang tidak pernah datang atau tinggal di jakarta.
Karena belum pernah merasakan banyaknya kemudahan tinggal di jakarta, juga ketimpangan di daerah lainnya.
Untuk sekarang para peneliti yang mendalami bidang NLP dan LLM juga keislaman masih dengan statement yang sama
"AI belum bisa dijadikan acuan untuk menjawab permasalahan agama".
Bahkan saya pernah posting secara komprehensif, AI tidak akan pernah menggantikan peran ulama.
Saya 2 tahun terakhir jadi panitia kurban bagian pawang sapi.
Tahun ini coba experience baru, sapi pertama ga saya handle
Ternyata benar sapinya loncat karena panitia sibuk menjatuhkan tapi lupa membacakan asma-asma Allah.
Coba bacain ayat quran minimal Al-Kautsar, it works!
agak sedih yaa liat hewan disembelih i wish i could give them a hug😭😭😭 maybe thats also why not many women can bring themselves to slaughter animals sendiri 😭 aku aja kalau disuruh nyembelih kayaknya gak akan kuat.
jadi keinget kisah nabi Ibrahim alaihissalam. it must have been so painful as a father, being commanded to sacrifice your own son. anak yang disayang-sayang, ditunggu-tunggu bertahun-tahun, jawaban dari penantian dan doa supaya punya keturunan yang saleh:(
who among us as ordinary humans yang bisa setaat dan sesabar itu?
nabi Ismailnya juga sabar banget lagii
“wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”
a father who deeply loved his son. a son who knew he was about to be sacrificed. tapi dua-duanya memilih taat kepada Allah
Kalau ini pengalaman saya tahuh lalu, ayat ini juga ampuh, sertakan niat yang tulus lillahi ta'ala dan datangi hewan dalam keadaan tenang.
Jangan lupa kunandangan takbiran.
https://t.co/WWRmU3M1hB
Jangan kalah sama sapi.
~
Sapi potongan ketiga di tempat saya mengamuk karena stres.
Gabisa diikat kaki dan badan selalu berontak, pintarnya dia langsung posisi berbaring agar tidak bisa dijangkau kami.
Saya bacakan al-kautsar agar lebih rileks tapi belum bergeming
Akhirnya...
Dan juga ada teman saya yang mau lamaran bulan depan tiba-tiba nanya
"Ray, lu maghriban di basement kan?"
"Iya"
"Ikut dong"
Ya Allah, senang sekali rasanya melihat teman yang "kembali".
Di kantor saya syahdu banget banyak yang puasa.
Senang sekali rasanya padahal vibenya anak jaksel taulah kaya gimana.
Diakhiri dengan hujan cantik menambah keberkahan dan waktu kabulnya do'a.
Maha Baik Allah terhadap hamba-Nya.
hari ini kita dipertemukan dengan hari dimana Allah menyempurnakan agama islam. sebagaimana Allah sudah menyempurnakan agama ini, semoga kita tidak mencari cahaya dari jalan yang menjauh dari petunjuk-Nya
Buya Hamka rahimahullah:
“Akan tetapi, perlu diperhatikan hak-hak yang diberikan Islam kepada perempuan bukanlah dimaksudkan untuk menyaingi, merebut kedudukan laki-laki.
Sebagai contoh, dalam rumah tangga, laki-laki tetaplah berkewajiban menjadi pemimpin & pelindung keluarga—
Ketika menerima skripsi terbaik juga awalnya bingung karena milik saya sederhana, tapi rasanya karena judulnya paling unik, fresh dan oke untuk dipamerkan 😅
Dulu skripsi saya didiseminasikan ke profesor kampus luar bersama calon lainnya kemudian dinilai oleh mereka, full english presentation juga.
Mungkin skill presentasi saya juga cukup memuaskan penguji sehingga mereka memilih saya .
Pekan ini teman kerjaku dari kalimantan cerita
"Alhamdulillah dulu pas SD disekolahkan ortu ke sekolah muhammadiyah sehingga ketika tersesat aku tau basic buat kembali"
Kutanya
"SMK berapa?"
Dia: "hah?"
Saya:
"Iya, Sekolah Muhammadiyah Kalimantan berapa?"
Xixixixixi
untuk kelompok pak idrus dan yang sekepala dengan dia. perlu diketahui bahwa, Syaikh Taqiyuddin itu bukan orang yang tidak dikenal, atau kabupateners dalam mazhab. Ia, bersama keluarga-nya adalah tiang2 penyangga mazhab. Kitab2 fiqh mutaakhirin hanabilah, bahkan mereka yang-
Pemerintah telah memasukan teknokrat ke posisi strategis di level kementrian, tapi apa daya kalau teknokratnya tidak menguasai teknis di lapangan.
Apa contohnya untuk sekarang?
Kalau punya teman kerja di BPS terutama di daerah, pasti lagi pada misuh akhir-akhir ini😅
Para teknokrat sebelum menjabat haruslah mempelajari teknis di lapangan seperti apa agar sesuai antara hasil dan target.
Dalam islam bisa ditarik ke dalam bab adab para ulama, dalam tadzkirotus sami' wal mutakallim disebutkan salah satu adab ialah memerhatikan kondisi muridnya.