Saya juga pernah jadi Komut BUMN Kecil selama 5 tahun, apa yg disampaikan Ahok benar. Komut itu kewenangannya terbatas, tidak bisa mengganti orang secara langsung. Dirut, direksi ataupun jajaran direksi anak perusahaan, bahkan lebih di bawahnya, komut tak punya wewenang langsung. Komut bisanya hanya mengusulkan, atau merekomendasikan, dan memberi catatan2. Yang powerfull itu Menteri BUMN dibantu deputi2nya.
Apa yg disampaikan Ahok ini jelas sekali, memang banyak permainan dan drama di BUMN besar. Intinya kalau di level negara politiknya penuh drama dan pencitraan, maka di level BUMN yg ada di bawah menteri, isinya juga merefleksikan politik nnegara yg juga penuh drama, pencitraan untuk menutupi kebobrokkan.
Seperti apa yang terjadi di Pertamina ini, yg harus tanggung jawab mmg di level atas di tingkat menteri dan presiden. Bukan komut. Walau komut harus dimintai keterangan. Bagus sekali Ahok punya catatan2 terkait penyimpangan yg ditemukan.
Persoalannya beranikah kejaksaan memeriksa level yang lebih tinggi. Ini sangat tergantung independensi kejaksaan Agung dan kehendak Presiden. Semua proses hukum akan berhenti mengikuti lewatnya waktu, jika presiden aslinya tidak ingin membongkarnya. Karena ada sesuatu yg ingin disenbunyikan.
Silahkan klik ikuti lengkap wawancara Ahok terkait drama sejak pembubaran petral hingga korupsi di Pertamina sekarang.
https://t.co/fO9ZZZwUNO
Salah satu poin penting yang dapat ditangkap dari cerita wawancara Ahok yang banyak berseliweran di lini masa; "Jokowi bubarkan Petral karena dianggap sarang mafia migas, tapi orang-orang Petral direkrut masuk di Pertamina Patra Niaga," kata Ahok..
Riva Siahaan sang Dirut Patra Niaga sekarang adalah eks orang Petral.
Sebagaimana disampaikan waktu diperiksa KPK, Ahok bilang sudah banyak melaporkan dugaan korupsi di Pertamina ke Menteri BUMN. Termasuk terkait belanja migas yang dilakukan Pertamina Patra Niaga, yang dianggap tidak transparan.
Ahok sudah lama curiga ini soal kickback. "Jumlahnya bisa jutaan dollar per hari."
"Kalau saya Dirut Pertamina, sudah saya pecat itu Riva (Dirut Pertamina Patra Niaga), " kata Ahok.
Yang berhak memecat Dirut Pertamina Patra Niaga, ya Dirut Pertamina dan Menteri BUMN. Komisaris Utama tidak bisa berbuat banyak.." tegas Ahok.
Jadi kesimpulannya, kalau rezim dan mafia Petral masih terus bercokol di Pertamina, jangan-jangan hal itu memang dipelihara.
Menteri BUMN gak mungkin gak tahu.. Pak menteri, silakan bantah pernyataan Ahok itu.
Ahok curiga kasus Patra Niaga ini hanya soal pergantian pemain.
Dan dia mendesak persidangan kasus ini dibuat terbuka untuk publik. "Biar jaksa-jaksa yang idealis di Kejagung tidak gampang ditelikung oleh syahwat kekuasaan.."
Semoga.
Sumber: WAG
Lagi mau mempersiapkan Indonesia Emas 2045, eh malah disuruh kabur aja & disuruh gausah balik lagi... 🤔 Emang bisa emas pak kira" kalau gak ada rakyatnya?
#KaburAjaDulu#IndonesiaGelap
Pak ayo pak, gas kan aja pak. Pemerintah harus ngambil langkah nyata supaya kepercayaan publik bisa kembali & investor percaya lagi untuk taro uang mereka di indonesia. Sikat pak korupsinya pak, jangan cuman periksa" 1 ketangkep tapi cuman mau ganti pemain ternyata 😮💨😮💨
Keseruan kegiatan syuting hari ini membahas tema :
"Adu Gaya 2 Generasi Dalam Berinvestasi"
Podcast #Aksinyata#Darikamuuntukindonesia
SEGERA TAYANG DI :
Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, dan Website @partaiperindo , RCTI+, Okezone, Sindonews, https://t.co/UkIK5Nxjcd.
Kata papa kalau mau jadi konglomerat harus belajar dari konglomerat, kalau mau berkontribusi buat bangsa harus liat dari partai apa "Edisi berkontribusi untuk kemajuan bangsa" anak muda jangan takut ambil peran !
#Anakmudaberaniambilperan#calegdprri#banten3#anakmuda#berkarya