Ini Kesimpulannya
dari video berjudul "MAS PRABOWO, BUANG RASA TAKUT ANDA" di Channel Amien Rais Official yang diupload 15 Agustus 2026, diambil di menit 5:34 - 7:18.
Pengennya sih Indonesia damai² aja tapi begitu melihat suara rakyat tidak pernah didengar oleh pemerintah seakan² mereka tuli ketika rakyat mengkritik, mereka hanya membungkam org yg mencoba menyuarakan kebenaran, lantas damai seperti apa yg diharapkan, tak ada keadilan samsek 😔
Pesan mas Media Wahyudi Askar saat khutbah Jum'at di masjid UGM, mengutip hadist Rosulullah.
"Hindarkanlah kami dari pemimpin yang bodoh dan kekanak-kanakan"
dalam khutbahnya, Media Wahyudi Askar, Ph.D., berkata:
"mohon sampaikan pesan ini kepada pejabat yang lain yang rakus dan tamak. Silakan angkuh, silakan sombong, silakan berbuat sesuka hati, silakan melakukan apapun yang kalian mau. Silakan cintai harta dengan sangat berlebihan.
tapi kita hanya perlu mengingat hal sederhana bahwa angka harapan hidup Indonesia itu 42 tahun. Ada masanya pejabat siapapun itu akan menjadi mayat. Ada masanya mereka akan menjadi jenazah."
***
setuju dengan pesan itu. Tapi ada yang perlu ditambahkan buat elit-elit yang rakus dan tamak itu:
1. kritik itu bukan musuh kekuasaan, tetapi alarm.
2. kalau alarm terus dimatikan, dilawan, dibungkam, bukan berarti bahayanya hilang, cuma mereka yang ngga dengar sampai semuanya sudah terlambat.
3. karena itu, kalau kritik terus dilawan, yang tersisa untuk mengingatkan penguasa cuma satu: maut.
itu!
Maacihhh cayang akuuhhh, sbnarnya udh lma pen beli tumbler baru tpi mkir yg lama msh bgus juga msh bisa dipake tpi ada cacat dikit wkwk pas tau kadonya ini hmm MasyaAllah seneng beuddd serius happy ga boong komuk w tak terkondisikan haha maaf lebay dkit byk kali 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
SIARAN PERS
Suhu Panas Landa Sejumlah Wilayah Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensinya ke Depan
Jakarta, 15 Oktober 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” kata Guswanto di Jakarta, Rabu (15/10).
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.
Lebih lanjut, suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37°C. Beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan suhu maksimum 35–37°C. Wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6°C.
"Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” jelas Andri.
Di samping cuaca panas yang persisten dan dominan, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.
"Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari," tambah Guswanto.
BMKG mengingatkan agar masyarakat memantau secara berkala informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui situs resmi https://t.co/JWRniK9ARu, akun media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG