Abu Hafsh ra :
"Kalau kau duduk (ceramah) dihadapan manusia, nasehatilah hatimu dan nafsumu sendiri, janganlah kau tertipu (merasa dirimu hebat) dengan berkumpulnya orang-orang dihadapanmu, ingatlah mereka hanya melihat sisi luarmu, sedangkan Allah swt melihat sisi batinmu".,
ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح (قوت القلوب ج ٢ ص ١٧)
Tidaklah seorang diberikan kenikmatan setelah Islam yang lebih baik daripada memiliki saudara (semuslim) yang sholeh
Bila engkau punya teman sholeh, pegang lah erat-erat.
Kalau bisa, jadikan teman hidup😂
Syaikh Muhammad Al-Ghazali, Mesir, prnah ditanya dgn pertanyaan yg hampir serupa, tapi dgn jawaban yg jauh lebih indah.
"حكمه أن تأخذه معك إلى المسجد وكن داعيا ولا تكن قاضيا."
Hukumnya itu, ya, kamu ajak dia ke masjid. Jadilah penyeru kebaikan, bukan pemvonis.
Syu'aib hin Harb ra menceritakan bahwa aku pernah mendatangi Malik bin Mas'ud ra di kufah :
"Kau sendirian di rumah ini, apakah kau tak merasa kesepian ??",
Beliau menjawab :
"Bagaimana seseorang merasa kesepian kalau ia merasa bahagia bersama Allah swt".,
لم يتغير شيء ، إن الطريقة التي أرى بها العالم ليست ممتعة كما كانت من قبل .
tidak ada yang berubah hanya saja caraku memandang dunia sudah tidak seasik dulu
Al-Adni pernah ngendikan:
"Jangan sampai waktumu dipergunakan untuk melakukan kejelekan/kemaksiatan #
Biarlah yang berlalu, tinggalkan yang terlihat (buruk)".
ليس الحنينُ ما يجعلُنا نرتبك، إنما يدسُّ فينا ملامحَ مَن فقدناهم.
Bukan rindu yang membuat kita gelisah namun terselipnya rona wajah orang tersayang yang kita sudah kehilangan akan kehadirannya.
-mahmoud darwish
- محمود درويش
Sesungguhnya sibuk dengan ilmu syar'i lebih utama daripada ibadah-ibadah sunah seperti, sholat, puasa, membaca tasbih, doa, dll,
Karena kemanfaatan ilmu itu lebih Universal (mencakup semua), beda dengan amalan lain jelas cuman tertuju pada aktor / pelaku saja.,
4 hal yang menjadi hak muslim atas dirimu:
1. Membantu mereka yang berbuat baik
2. Memohonkan ampunan bagi yang melakukan dosa
3. Mendoakan mereka yang bermaksiat
4. Mencintai mereka yang bertaubat
Barang siapa yang merendahkan umara/pemimpin maka ia rugi dalam urusan dunia.
(وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأُمَرَاءِ) أَيْ الْمُلُوكِ (خَسِرَ الدُّنْيَا)
— Kitab Nashoihul Ibad Bab 5 ● Syeikh Nawawi Albantani
@zaada92 اللهم صل على سيدنا محمد الدر الازهر واليقوت الاحمر والنور الاظهر وسر الله الاكبر
"Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Sayyidina Muhammad, sang mutiara yang paling indah, berlian merah, cahaya yang paling terang, dan rahasia Allah yang paling besar".
لا تنظر أبدًا إلى شخص فقط لمظهره، لأن حسن النية ليس في الوجه
"Jangan pernah memandang seseorang hanya karena rupanya, karena ketulusan hati tidak terdapat pada parasnya."
Bisyr al-Harits pernah menuturkan:
Ada seorang hamba yang membaca:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.
Lalu Allah Ta’ala berfirman:
“Engkau berdusta. Engkau tidak benar-benar menyembah-Ku, dan engkau juga tidak benar-benar memohon pertolongan kepada-Ku. Seandainya engkau benar-benar menyembah-Ku, niscaya engkau tidak akan mengutamakan hawa nafsumu daripada keridhaan-Ku.
Dan seandainya engkau benar-benar memohon pertolongan kepada-Ku, niscaya engkau tidak akan bersandar kepada daya dan kekuatanmu sendiri, kepada hartamu, ataupun kepada dirimu.”
—Qutul Qulub
Nasihat Allah Yarham KH Maimoen Zubair :
“Banyaklah berbuat baik, meski tidak diketahui orang. Sebab yang memberi balasan bukan manusia, melainkan Allah.”
Foto: KH Ahmad Mustofa Bisri dan Allah Yarham KH Maimoen Zubair di Kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang #pojokNU
Dari Jabir bin Abdullah, Nabi Saw bersabda:
“Ada seorang laki-laki dari umat sebelum kalian melewati sebuah tengkorak. Ia memandanginya, lalu terlintas suatu renungan dalam hatinya. Kemudian ia berkata:
أنت أنت، وأنا أنا
‘Wahai Tuhanku… Engkau tetaplah Engkau, dan aku tetaplah aku. Engkaulah Yang senantiasa kembali dengan (membawa) ampunan, sedangkan aku adalah hamba yang terus-menerus kembali dengan dosa.’
Lalu ia bersujud kepada Allah. Maka dikatakan kepadanya:
‘Angkatlah kepalamu. Engkau memang hamba yang terus kembali melakukan dosa, namun Aku adalah Tuhan yang selalu kembali dengan (membawa) ampunan.’
Maka ia pun mengangkat kepalanya, lalu Allah mengampuninya.”