Beckham hanya menang tampang itu adalah salah satu mitos sepak bola paling populer sekaligus paling keliru.
Banyak sekali yg terjebak dgn halo effect krn memang popularitas selebritasnya yang luar biasa besar menutupi kualitas teknis Beckham.
✅Ballon d'Or, Runner-up 1999. Pemain biasa aja nggak mungkin hampir menang Ballon d'Or.
✅FIFA World Player of the Year, runner-up dua kali (1999 & 2001).
✅Salah satu aktor kunci treble winner Man Utd, 1999.
✅ Bikin 109 assist di Man Utd
✅Pemain Inggris pertama yg tampil 100 kali di UCL
Beckham adl pemberi crossing terbaik dlm sejarah Premier League. Akurasi umpan panjangnya mencapai presisi milimeter.
Jelas bukan pemain bola biasa aja..
Kalo lo memang mau diskusi soal kesehatan reproduksi, kemiskinan struktural, atau kualitas pengasuhan, bahas substansinya.
Tapi kalo kalimat pertama yg keluar malah "istrinya kayak pabrik", berarti lo gak sedang membahas masalah. Lo cuma menikmati merendahkan orang lain sambil pura-pura jadi orang paling rasional di timeline.
Catat keyword pentingnya.
"Jatuh miskin"
Bisa jadi saat nikah dan memulai rumah tangga, suami dlm keadaan mampu dan bisa menuhi semua kebutuhan.... until he can't.
Man to man, bro to bro :
This is our reality. There's no unconditional love for men whether you admit it or not.
Menikah itu kayak kita dipaksa mengelola sebuah proyek seumur hidup dengan rekan tim yang dipilih saat kalian berdua masih sama-sama hijau.
Kita sering terjebak dengan label cocok, padahal itu sekadar perasaan sementara yang akan menguap begitu tagihan air dan drama cicilan datang menyerang.
Dalam praktiknya,
kemampuan kita untuk tetap sinkron saat salah satu pihak berubah jadi menyebalkan adalah kunci utama, karena mengandalkan kesamaan hobi saja tidak akan membantu saat kalian harus berdebat soal prioritas masa depan yang makin rumit.
dan ini sangat rumit,
u harus siap menerima kenyataan bahwa orang yang tidur di sampingmu bisa bertransformasi menjadi versi yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya, dan di situlah ujian adaptasi yang sesungguhnya dimulai.
Namun, letak inspirasinya justru ada pada proses tersebut, yaitu bagaimana dua manusia yang penuh cacat logika mau belajar meredam ego demi menjaga agar sistem tetap berjalan.
Pernikahan bukan tempat untuk menemukan kebahagiaan yang sudah jadi, melainkan bengkel tempat kalian berdua babak belur bekerja sama memperbaiki hubungan yang akan terus-menerus rusak dimakan waktu.
Satu kunci kesuksesan industri China adalah pemusnahan preman.
Pada 1983, Deng Xiaoping menurunkan tentara untuk membantai habis overpopulasi preman di kota-kota China.
1.7 juta preman ditangkap.
Tujuannya bukan konsolidasi preman seperti Petrus. Tapi pemusnahan.
Populasi preman terlalu banyak sehingga wajar dimusnahkan. Yang diburu dan ditumpas bukan segelintir preman saja seperti Petrus, melainkan semuanya. Semua preman adalah musuh negara, sehingga ditumpas secara militer.
Dalam skala raksasa, populasi preman se-China ditandai, diburu, ditangkap, dijejalkan ke dalam truk-truk tentara, dibawa pergi, dan mereka tidak pernah terlihat lagi. Preman yang melawan mati dibantai.
Posko dan markas-markas preman dan mafia triad dikepung dan dikosongkan pasukan tentara.
Ketua-ketua organisasi preman kabur diseret ke luar dan ditembak mati oleh tentara. Tubuh mayat mereka bergelimpangan berlubang-lubang di jalan seperti anjing.
Memang, sudah sepatutnya sampah masyarakat menjijikkan diperlakukan sebagai literal sampah dan benda mati, bukannya malah disanjung oleh pejabat tinggi negara.
Nama programnya adalah Strike Hard Campaign. Kebijakan perburuan manusia ini diterapkan Deng Xiaoping di negara China selama 3 tahun.
Kota-kota dan pemukiman China pun berangsur damai, bersih, dan kondusif untuk pertumbuhan perdagangan dan pabrik.
Misal Shanghai sekarang sudah sangat bersih dan beradab. Jauh sekali dari reputasinya dulu sebagai tempat kumuh sarang gerombolan triad dan mafia di film-film kung fu zaman dahulu.
Hari ini China adalah negara industri manufaktur no. 1 di dunia.
---
Kalau disesuaikan dengan rasio jumlah populasi, hari ini Indonesia seharusnya mulai menangkap dan memusnahkan sedikitnya 350.000 orang preman. Mulai dari bos-bos tingginya dulu, atau dari sektor low hanging fruit seperti Pelabuhan Tanjung Priok.
Pembasmian preman oleh Deng Xiaoping ini dilanjutkan oleh pembasmian preman berseragam oleh Xi Jinping. 4 juta pejabat pemerintah korup ditangkap. Puluhan perwira tinggi militer boomer korup ditangkap dan tentara PLA dirombak habis agar profesional.
Membaca dan sekaligus mempelajari sejarah tidak bisa baperan dan menjadikan personal. Apalagi menuduh propaganda Yahudi 😀. Indonesianis seperti Peter Carey, mendedikasikan 40 tahun hidupnya untuk meneliti Diponegoro, sehingga dijadikan materi National Geographic. Risetnya tidak mendegradasikan sebagai pahlawan nasional. Justru sisi kemanusiaan bisa terlihat. Pahlawan juga manusia
Saya pernah ngobrol dengan konglo, salah satu syarat CEO atau direksi yang dia pilih adalah: loyal pada keluarga dan pasangan.
Bukan ngurusin moral orang, lebih ke: memastikan energi dan fokus orang yang dipilih ndak bocor kemana-mana
Nasehat untuk sexually discipline ini bagus for both laki-laki dan perempuan.
Supaya hidup adem tanpa drama.
Karena setiap interaksi seksual itu bukan cuma soal fisik. Ada energi yang keluar, ada ikatan yang terbentuk, ada ruang mental yang kebagi.
Dan itu semua kalau ngga dikelola dengan sadar, fokus dan energy-nya akan bocor kemana-mana. Belum lagi potensi kena penyakit, keluarga berantakan dll.
Kalo orang begini mengelola bisnis, bisnisnya ikut berantakan 😅
Buat orang-orang yang hidupnya pengen efektif, minim distraksi, dan penuh arah, sexual discipline itu bukan tentang jadi alim, tapi strategi menjaga clarity dan ritme hidup.
Tubuh itu rumah. Energi itu aset. Dan orang yang punya kendali yang baik, akan sangat selektif pada siapa yang dia izinkan masuk.
Bukan karena sok suci, tapi karena tahu, nggak semua orang pantas mendapatkan energi, waktu dan personal space kita.
Ujung dari disiplin ini bukan kesempurnaan. Tapi ketenangan. Clarity.
Dengan clarity, seseorang bisa membangun hidup tanpa drama, tanpa keruwetan yang ndak perlu.
Dengan clarity, hidup lebih tenang, terarah, rejeki finansial meningkat, bisnis moncer.
Jadi inget, beberapa temen saya, mereka suami istri yg pernikahannya udah lama, 20 tahun lebih, ada 1 pesan serupa:
“Iya, ada kesalahan2 yg gak bisa dimaafkan. Tapi berharap dalam pernikahan gak ada kesalahan sama sekali itu gak mungkin. Perlu saling memaafkan. Berulang kali.”
Bruno double assists
Sesko bikin gol lagi
Cunha joget di OT
Menang 3-1
Three points
Slot UCL masih aman
Yeah kissing & seggs are great, but this one feels great too
#intinyadeh Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, mantan Koordinator KontraS:
> Para pelaku penyerang Andrie: kalian adalah para pengecut. Kalian orang2 yg tidak layak hidup
> Jangan berpikir kami akan mundur krn kasus ini. Gak ada yg kami takutkan
koreksi kalo gua salah..
tapi kayaknya ada yg salah sama zaman sekarang.
- kalo terlau baik, suka dimanfaatin, kadang sampe ga ada harga dirinya
- orang mau hidup sehat, kadang dibilang ribet
- beda pandangan hidup, dikira aneh, jadi idealis malah dihindarin
- orang2 rebutan kepengen jadi influencer dibandingkan orang spesialis kayak peneliti, penemu, PhD yg butuh dedikasi di bidangnya bertahun-tahun
apalagi?
Yoi. Fans k-pop di Indonesia ini sering melakukan apa yg disebut dlm ekonomi digital sbg unpaid labor alias buruh gratisan.
Mereka berpromosi gratis, menerjemahkan konten, sampai2 mau2nya melakukan pembelaan masif kpd idolanya di media sosial.
Tp dr POV ekonomi industri Korea, fans k-pop Indonesia ini cuma angka2 yg bisa dieksploitasi. Mereka dipandang sbg sekelompok manusia2 yg cuma berguna dlm efisiensi biaya pemasaran.
Nah, ketika suatu massa fans K-Pop Indonesia cuma dianggap sbg angka untuk mendongkrak popularitas, industri kreatif Korea memanfaatkan hasil eksposur fans Indonesia tsb agar bisa menjual artis2nya dgn harga lebih mahal ke pasar Amerika dan Eropa.
Dlm konteks sosiologi-ekonomi, ketika seseorang memberikan tenaga secara cuma2 demi keuntungan pihak lain yang sudah kaya, posisi orang tersebut dalam hierarki ekonomi dianggap golongan yg sangat rendah, mudah dimanfaatkan, mudah diekploitasi, mudah dikibuli.
Tak heran kalau sebagian masyararat Korea dgn enteng menyebut fans k-pop Indonesia-yg sebetulnya telah berkontribusi luar biasa dlm pasar volume negaranya- nggak lebih dari monyet belaka.
Ironis.