‘𝕺, AMISNYA ULU HATI. Larilah sekencang mungkin menuju hulu—sekalipun harus muntah darah hingga cairan empedu. Semoga, nanti kita tiba bersama di surga, Amen?
𝐺hazula 𝐸ureka, 'pabila jasadmu membusuk dalam selongsong kayu, narasimu akan kekal bersama kelakar manusia berdelusi.
─── Authored, BOEMI. S-IC.
️️
️️
️️
“𝑺etan itu dulunya seorang ͟m͟a͟l͟a͟i͟k͟a͟t͟ ͟j͟u͟g͟a͟.”
Kini mereka tak lagi berhiaskan tanduk dan ekor, mereka bisa menjelma kamu, saya atau kita. ‘O Sayangku, jika nanti dunia binasa dalam dirimu—maka itu akan jadi kebinasaan bagi saya pula.
️️
️️
ᅠᅠ ᅠ
ᅠ
ᅠ
BOEMI.
Kalau ada yang ingin tetap bersilaturahmi/berteman/berkomunikasi sebagai Penulis di Akun Penulis, silakan ketuk saja DM-nya. Akan saya balas ketika saya aktif nanti. Terimakasih, until we meet again.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠᅠ ᅠ
ᅠ
ᅠ
BOEMI.
Salam, semua. Untuk satu dan lain hal, saya memutuskan rehat/berhenti sejenak menulis kisah Ghazula Eureka. Mungkin nanti, dibeberapa kesempatan saya akan terlihat aktif IC hanya untuk ngobrol ringan atau drop tulisan singkat.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠᅠ ᅠ
ᅠ
ᅠ
BOEMI.
Tapi, untuk menulis kisah/aktif interaksi jangka panjang agaknya saya belum mampu. Jika saya sedang aktif dan karakter penghuni di sini barangkali ingin berinteraksi, silakan hampiri ‘tuk nimbrung. Tak usah segan apalagi malu.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
️️
️
️
️
️
𝗡𝗨𝗟. |
RUPAWAN TAK BERTUAN, TANYA TAK BERNAMA.
Diselipkan pada pandangan pertama, langit yang jadi pelaku utama.
Patut 'kah maaf kita tuntut padanya bersama?
Atau, barangkali, beri sujud terima kasih dari titik terdalam atma?
️
️
️
️
️