Giliran bbm naik, langsung disandingkan dengan negara maju. Giliran bicara gaji dan pendapatan masyarakatnya, diam-diem bae lu.
Pakai perbandingan narasi negara maju mulu buat nekan suara kritik.
“yaudah, kalau ngga bisa beli bensin jalan kaki aja”
TROTOAR LU NOHHHHH BOLONG BOLONGGGG trotoar aja dipake buat parkir liar segala gala nyuruh jalan kaki
Agak lucu institusi pemerintah posting ginian padahal kita semua tau produsen hoaks terbesar adalah pemerintah: yang punya bujet paling besar buat buzzer tu ya pemerintah, yang bayarin dan menghidupi media-media bodong adalah iklan pempus/pemda.
Pertamina should be ashamed (2)
SG 🇸🇬 itu negara kecil tapi kapasitas olah kilangnya lebih besar dari 🇮🇩, dan lucunya lagi
SG beli minyak mentah dari ID senilai $ 12 B
di tahun yang sama
ID beli minyak olahan dari SG senilai $ 14 B
kasus 2019, dan masih terjadi sampe skrg
Confirmed balik ke Orba.
Manufaktur BUMN fokus ke import substitution.
Demokrasi mati. Police state.
Dwifungsi ABRI.
Pilkada via DPRD (otw).
Fokus ke light industry (tekstil, garmen, kulit, alas sepatu) (otw)
Tahukah Anda, dalam fisika, kucing berperilaku seperti fluida non-Newtonian, yaitu zat yang viskositasnya (kekentalannya) bisa berubah tergantung tekanan atau gaya yang diberikan, seperti cat atau slime.
A Gen Z joined the team.
Week one.
During onboarding, the manager said,
“We sometimes stay late during peak periods.”
Gen Z nodded.
Then asked,
“Is that paid… or just expected?”
The room went quiet.
- No attitude.
- No rebellion.
- Just a question.
Later that day, HR mentioned “growth opportunities.”
Gen Z replied,
“Does growth include raises, or just more responsibility?”
Again, silence.
- No laziness.
- No entitlement.
- Just clarity.
That’s when the team realized something.
When people say
“Gen Z is lazy,”
what they really mean is:
Gen Z watched old generation
- skip meals,
- miss birthdays,
- work weekends,
- and burn out
only to be told
“budgets are tight”
and “be grateful you have a job.”
So Gen Z chose differently.
- They don’t romanticize overwork.
- They don’t confuse suffering with ambition.
- They don’t trade health for praise.
They still work hard.
They just refuse to work for nothing.
It’s not laziness.
It’s pattern recognition.
And honestly,
after everything old generation went through…
Can you really blame them?
Yansen, seorang konten kreator, bersama Iqbal Damanik, aktivis lingkungan, mendatangi Bareskrim Polri untuk mengadukan dugaan teror dan ancaman yang mereka alami usai mengkritik penanganan bencana banjir di Sumatera.
~RS
Ini tren di bnyk negara.
Gen Z : Ngapain ngoyo toh pd akhirnya kita tetap gak akan sanggup beli rumah dll.
Yg menarik mrk jg enggan saving for long term (dan milih habisin buat jajan). Sebab ngapain susah2 nabung, toh harga rumah tetap mustahil terjangkau.