anyway soal bicara di depan cermin...
flashback tahun 2023 ketika Najwa Shihab buat acara dialog publik dgn 3 bacapres waktu itu di UGM
ada sesi bacapres refleksi & bicara depan cermin
dari 3 bacapres, cuman Prabs yg menolak ngomong di depan cermin
"Monyet yang rakus hanya bisa menghabiskan dua tandan pisang,
Gajah yg mengamuk hanya bida merusak 10 pohon saja,
Tapi manusia rakus dengan akalnya bisa membakar hutan, merusak pulau, dan gunung!"
-media askar
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
Kalo biaya untuk sekolah 1 dokter spesialis itu 500 juta, maka biaya pelatihan ini bisa untuk menyekolahkan 2.000 dokter spesialis baru
Ternyata ada ya uangnya . . .
eh baru liat eps upin ipin yang ini, jd pas fizi ultah susanti ngasih hadiah, HADIAHNYA ITU RUPIAH 50k, tiba tiba ehsan nyeletuk
Ehsan: banyak sekali nol-nya uang itu, kau kaya fizi! 😭🥀🥀
Pak @NasbiHasan
logika Anda keliru sejak premisnya.
Warga boleh mengkritik, mencela, bahkan mengata-ngatai pemerintah karena warga memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, sesuai Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F UUD 1945 yang menjamin kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat.
Sementara UU Administrasi Pemerintahan mewajibkan pejabat bertindak berdasarkan legalitas, kepentingan umum, ketidakberpihakan, dan larangan menyalahgunakan kewenangan.
Artinya, Pemerintah tidak memperoleh “hak membalas” hanya karena merasa tersinggung atau karena baper.
Anda sedang menyamakan pemerintah dengan akun media sosial yang bisa saling sindir dan saling balas.
Padahal pemerintah membawa jabatan, anggaran, serta kewenangan negara yang seluruhnya berdiri di atas mandat rakyat dan dibiayai oleh pajak rakyat.
Dan terakhir, Anda bekerja sebagai pejabat publik, bukan lagi sebagai buzzer.
Jadi tolong gunakan otak dan nalar Anda dengan benar, karena setiap gaji, dan fasilitas yang Anda nikmati berasal dari uang yang kami bayarkan melalui pajak.
Terima kasih.
Penasihat Khusus Komunikasi Presiden mau belain soal statemen Londo Ireng, tapi argumennya cuma sekelas, “Presiden kan sering dikatain oleh anda!! Ya Presiden boleh dong ngatain balik!!!”
Kabinet skill issue.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Rachmat Pambudy: MBG LEBIH MENDESAK DARIPADA LAPANGAN KERJA!!!
***
Pada waktu saya ditanya , "Mengapa MBG itu penting?"
"Apakah MBG itu penting?" Penting sekali!
Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan
MBG LEBIH MENDESAK DARIPADA LAPANGAN KERJA!!!
Tetapi, dikatakan, katanya, MBG lebih penting daripada lapangan kerja.
MBG penting, lapangan kerja penting.
TETAPI MBG LEBIH MENDESAK!
Ada yang bilang, "Tolong kasih kail, jangan kasih ikan!"
KALAU DIKASIH KAIL, SUDAH KEBURU MATI!!!