Dalam pengetahuan kontemporer, bangunan kaya gini istilahnya adalah McMansion. Yaitu bangunan yang didesain megah dengan bad taste hanya agar tampak mewah dan tujuan membuat kagum, tanpa perencanaan fungsional dan estetika yang pantas.
PLN Jogja apa ga malu, warga sampe cari2 tempat yg ga mati listrik. Saking kalian ga jelas info pemadamannya. Warga sampe takut job dicancel, atau gagal interview gara2 pas interview mati listrik. Orang yg bikin kue sampe gojak gajek mau produksi krn takut udah nyiapin adonan, listrik padam.
Ini kalo dikumpulin kerugian material apa kalian mau ganti? Sosmed isine seremonial dan hal2 unfaedah. Mbok sik jelas jadwal pemadamane. Pikirin juga yg ga punya sosmed...gmn kasi info pemadaman k mereka.
Beberapa waktu lalu aku rekaman sama client luar, cemas banget tiba2 listrik padam. Itu rasa cemas yg ga seharusnya kurasakan. Marai trauma. In this economy kita semua sedang kerja bener biar duitnya lancar... Malah mbok rusuhi.
Minimal banget diinfooooo... Koyo ra duwe teknologi canggih wae. Padahal BUMN lho... Resourcenya ada. Koyo perusahaan skala kecil. Heran
Iki lagi mati listrik saiki... Trus keluar cari makan eh nang tempat makane yo mati listrik. Oleh ra sih nunut masak sego nang kantor PLN?
cc:threadvosbid
papaku bgt..
aku dr tk selalu diset sma ortu utk 3 besar paralel.. lomba ke sana kemari, math club.. english club.. sempoa.. lazy dll.. apapunlah namany..
ad masanya aku cape, peak ny ketika smp sma, mentok-mentokny aku nakal.. sma g naek, pindah..
sblm pindah d sidang dlu 1
Pernah jadi mahasiswa turun di jalan.. sebelum masuk UGM aku tu juga mikir ngapain sih mahasiswa nih panas2an demo, bikin macet aja.
One day ada temen angkatanku yg bilang,
“Kita kuliah di UGM itu dibayar rakyat sudah seharusnya menjadi penyambungi lidah rakyat”
Aku jawab dong, “hmm, papa aku bayar UKT”
“No, UKT kamu tu cuma bayar fasilitas. Dosen kita tu PNS digaji pake uang pajak rakyat. Ada jutaan rakyat yg mau kuliah di UGM tp cuma segelintir orang yg bisa masuk. Kita tu kaum terpelajar, sudah seharusnya memperjuangkan suara rakyat”
Disitu aku beneran jleb banget. Ga boleh belajar buat diri sendiri, aku kaum terdidik jadi harus melek dunia dan politik dan ikut bersuara 😭😭😭
Namanya Mbah Mien Sri Wahyuni (74), warga Desa Kalierang, Kec Selomerto, Kab Wonosobo.
Tiba2 ditagih BRI 2,5 M karena kredit.
Gk pernah ajukan kredit, gk punya rekening BRI, ATM Buku rekening.
Di dokumen dia ada pengajuan kredit lewat notaris.
Lapor ke polisi, 3 tahun mandeg.
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
Kan, kami bilang juga apa. Upaya-upaya adu domba begini bikin mahasiswa atau rakyat yang baru mulai memberanikan diri untuk kritis jadi diam sesaat di persimpangan; mau turun ke jalan dibentrokin sama aksi bayaran. Enggak turun ke jalan dikira apatis.
Ancenane negoro bajingan.
Kami mohon bantuan kepada Nawak-Nawak Malang untuk memantau dan memvalidasi agenda pada poster jelek di bawah ini. Kami akan merasa sangat berterima kasih atas laporan dalam bentuk apapun. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Fetish orang Indonesia dengan pemeringkatan. Padahal ini mah cuma bullshit
University of Gottingen, almamaternya Oppenheimer, Max Born dan punya 47 peraih nobel, itu rankingnya di bawah UI dan UGM. Terus jadi University of Gottingen itu lebih buruk dari UI dan UGM?
Kita bahas perihal PLN yang kabarnya kekurangan sampai 20 juta ton batu bara. Kakanda bahkan udah angkat bicara soal ini.
Sebenarnya apa sih yang terjadi di balik layar? Kita bahas kronologinya
Kronologinya perlu diluruskan dulu
Diskusi di UGM malam itu berjalan dengan tensi yang sudah ada , tapi eskalasi memuncak tepat saat Budiman di atas panggung bilang kritik terhadap pejabat sebaiknya jangan lewat media sosial.
Pejabat negara, dari atas panggung, memberi tahu mahasiswanya cara yang "benar" untuk mengkritik.
Dan soal "bikin acara tandingan, tulis paper, debat terbuka" , Tiyo Ardianto sudah melakukan itu.
Hasilnya: dilaporkan ke polisi.
Mobilnya ditemukan ada alat diduga pelacak.
Paper dan debat terbuka bekerja di negara yang menjamin ruangnya.
Di negara yang kita bicarakan, Komnas HAM menemukan 38.023 orang keracunan dari program yang tidak boleh dikritik.
Chaos bukan dimulai dari mahasiswa yang berteriak.
Chaos dimulai dari negara yang menutup semua pintu lain lebih dulu.
Mahasiswa : bapak merasa bersalah atau tidak?
Nusron Wahid : lho, semua orang punya salah
Mahasiswa : bayangin pak, banyak orang papua tergusur disana
Nusron Wahid : yaudah, kamu tak ajak ke papua, liat siapa yang saya gusur
I NEED A CIGARETTE AND A MOMENT OF SILENCE AFTER WHATEVER THE FUCK I JUST WATCHED
Jadi inget pertanyaannya Astrio Feligent saat debat sama Tiyo kemarin:
"Jadi kamu meragukan kapabilitas Bu Nanik sebagai mantan wartawan?"
Melihat responnya Nanik yang kabur saat ditanya rekan2 media, gua akan jawab:
OH YA JELAS COK!
Cerita ini nyata ya teman teman, saya mendengar cerita ini langsung dari orangnya.
Setelah sidang selesai, yang kebetulan beliau datang dari Kudus untuk melihat persidangan secara langsung.
Ketika beliau mendapatkan teror itu, beliau memilih untuk melawan. Sampai pelaku itu, mendapatkan konsekuensi dari tindakannya sendiri.