Jika seseorang berbuat baik kepada kita, otak kita secara otomatis merasa berutang budi dan ingin membalasnya.
Kebaikan sejati itu membebaskan, sedangkan kebaikan yang manipulatif itu mengikat.
Ketika kebaikan berubah menjadi alat kontrol, hubungan tidak lagi berjalan setara, melainkan berubah menjadi transaksi yang tidak seimbang. Secara psikologis, manusia memiliki insting alami yang disebut asas timbal balik (reciprocity).
Bagaimana manipulasi psikologis ini bekerja dalam kehidupan sehari-hari? , Mengapa itu bisa terjadi? dan Bagaimana cara kita menyikapinya tanpa harus menjadi orang yang sinis?
Kebaikan yang sejati berfokus pada pemenuhan kebutuhan orang yang dibantu tanpa syarat. Sebaliknya, ketika kebaikan berubah menjadi alat kontrol, fokus utamanya adalah agenda tersembunyi si pemberi untuk mengatur perilaku, keputusan, atau emosi penerimanya.
YANG MASYARAKAT PERTANYAKAN ITU, ITU YANG KORUPSI BAGAIMANA CARANYA, APA YANG DI KORUPSI, DAN DARI KAPAN SAMPE KAPAN ITU DILAKUKAN, KOK BISA TEMA NYA OPLOSAN DAN KORUPSI RATUSAN TRILIUN, DAN KLARIFIKASI NYA GA NGOPLOS YANG SEKARANG, DUA KATA LUCU NIH...
Saya ga lebih dri 50 kali beli Pertamax semenjak hilangnya premium sejak 1/1/23 dan selalu pertalite karena harganya murah, urusan motor rusak bs gue perbaiki sndiri, 50 × 13rb = 650rb di bagi 2, hasilnya 325rb, 325rb per orang 281,2 juta penduduk Indonesia 91,39T
GOBLOK
Ngantri capek, pindah sebelah pengennya cepet eh dapetnya setengahnya bahan yang sama, mau dia setengah benar juga ya tetap salah apalagi salah 100%, benar di katakan benar itu harus 100% benar.
~ Multatuli