semakin dewasa semakin terbiasa dengan memendam apapun sendirian, menyimpan masalah sendirian, merasakan sakitnya sendirian, mengobatinya dan menjalaninya sendirian.
karena semakin dewasa, semakin tau batasan dan semakin sadar kalau ngga semua hal harus di publish.
setelah semua usaha yang telah kamu lakukan, setelah semua rasa yang telah kamu terima, ternyata peranmu masih tidak ada nilainya.
demi Tuhan itu sakitnya bukan main.
Ada kalimat yang pernah aku baca,
dan entah kenapa rasanya sangat relate:
rasa diabaikan oleh seseorang yang paling kita harapkan perhatiannya memang bisa terasa sangat menyakitkan.
Bahkan otak memprosesnya hampir seperti rasa sakit fisik.
Makanya... Kadang yang paling membuat hati lelah bukan pertengkaran, melainkan perubahan sikap, balasan yang mulai dingin, atau perasaan seperti tidak dianggap lagi oleh seseorang yang dulu begitu peduli.
Semoga aku selalu ingat bahwa diriku ini kecil sekali di dunia ini. Jika pun ada kemudahan dan nikmat yang besar dalam hidupku karena Pemilik Aku yang baik saja.
Aku juga banyak kacaunya, ada badai yang belum bisa kuredakan. Jika hari ini kamu melihatku begitu tenang, percayalah aku berusaha keras untuk hal itu.
sebusuk apapun aku ya Allah, tolong jangan libatkan ibu dan bapakku dalam dosa-dosaku tapi sekecil apapun kebaikanku berikan juga orang tua ku pahalanya.
Sebenarnya apa rencanamu Tuhan, aku hampir saja menyerah karena ujianmu, mentalku benar-benar terkuras, jiwaku sedang tidak baik-baik saja, aku memendam semuanya tanpa seorang pun yang mengetahui keadaan ku bahkan keluargaku sekalipun, mereka tertipu dengan wajah ceriaku, dengan tawaku yang terbahak-bahak itu. Kepalaku hampir pecah, aku benar-benar lelah, rasanya ingin berhenti sejenak untuk bernafas dengan lega.
Ada yang terlihat baik-baik saja. Tidak apdet di sosial media. Terlihat tidak pernah mengeluh. Diam-diam ia menyembunyikan hidup yang nyaris hancur. Diam-diam dia berusaha agar tetap hidup. Diam-diam dia menelan semua pahitnya sendirian dan berharap masih kuat satu hari lagi. Diam-diam, sendirian, sepi.
percaya atau tidak, hukum tabur tuai itu nyata, seseorang yang menyakiti kita, lalu melanjutkan hidupnya tanpa rasa bersalah, pasti akan hancur, entah itu dari jalur pekerjaan, rejeki, keluarga, kesehatan bahkan percintaan.
intinya ikhlas saja biar Tuhan yang membalas.
ada kalimat yang selalu aku jadikan reminder :
“teruslah mempermudah urusan orang lain, urusanmu biarlah Tuhan yang mempermudah.
teruslah membuat orang lain bahagia, kebahagiaanmu biarlah Tuhan yang beri.”
biasanya aku berdoa, merayu Tuhan agar dipertemukan. namun kali ini, dengan rasa rindu dan luka yang berdesakan, aku memohon agar kita tidak lagi dipertemukan.