⠀⠀⠀
*・῾ ᵎ⌇ Allow me, 𝘚𝘦𝘣𝘢𝘴,
to escort you through the
𝖈̲𝖑̲𝖆̲𝖓̲𝖉̲𝖊̲𝖘̲𝖙̲𝖎̲𝖓̲𝖊̲ ̲𝖜̲𝖔̲𝖓̲𝖉̲𝖊̲𝖗̲
of this 𝖘̲𝖊̲𝖈̲𝖗̲𝖊̲𝖙̲ ̲𝖇̲𝖆̲𝖘̲𝖊̲. ✧.*
⠀⠀⠀
https://t.co/m4WuCg35Uo
itu mengulang pertkataanmu, meski dengan pasang paw miliknya menangkup pipinya tersipu. "Kasih tahu tidak, ya~? Kekekeke~" Rupanya; khas rubah itu pun masih selicik naturalnya.
[ @Eloquenity ]
ㅤㅤㅤ
salah seorang penghuni tuannya telah bersenang hati membantu ia mempercantik diri. Pun, melalui tanya akan detail kencan itu membuat pipinya memerah malu. Seolah, Sebastian tak pernah terbiasa dengan atensi yang mengelilinya seperti kala ini. "Eerrr... di mana, ya...?" Rubah +
sialan itu tidak pernah memberi saya pakaian lain." Pasang ain miliknya kini menyorot seragam kehitaman yang selalu ia kenakan; kemudian, kedua lengan itu terlentang dengan senyuman melebar. "Kalau nona Bora tidak keberatan...," jedanya, dengan yakin ia paham penghuni tuannya +
@keitohasme ㅤ
ㅤㅤㅤ"Waahh, saya mau! Saya mau!" Rubah itu mengalun, kini sepasang kaki mungilnya meloncat kecil sebagai antusiasme atas kalimatmu. Dengan itu, senyumnya melebar. Dengan suka; menaiki ujung matanya, ia mengangguk selagi bertepuk tangan. "Terima kasih banyak, Keito-kun!"
ㅤ
@noctrural baru kali ini ia tersadar akan ketujuh dosa yang jarang memanjakan rubah kecil itu. "Waahhh, saya tidak pernah ke toko seperti itu, Bora! Baju ini pun...," jedanya, mencubit seragam kehitaman miliknya, "satu-satunya yang saya punya. Tapi, saya akan mempercayai pilihan Nona!"
ㅤ
@noctrural ㅤ
ㅤㅤㅤ"Toko?" Sebastian menggeleng celinguk, selagi memahami wujud toko yang kamu maksud. Mengingat, di misteri bagi pendosa ini, sang rubah lah yang dipinta ketujuh tuannya mengelola toko untuk kamu beserta rekan-rekanmu. Dengan itu, Sebastian menghela napas berat. Pertanda,
@keitohasme rahang – seolah dilema telah menjeratnya tak bisa mengambil keputusan. Pun, ia kerap membayangkan dirinya sendiri menjadi pokok perhatian; dan bukan lagi ketujuh tuannya itu. Lalu, Sebastian mengangguk hebat. "Baik! Saya mau coba yang kedua itu, Keito-kun!"
ㅤㅤㅤ
@keitohasme ㅤ
ㅤㅤㅤ"Hei~ Walaupun saya pendosa, saya tetap punya malu, tahu!" Rubah itu mengalunkan protes seolah jenaka; meskipun, kalimat penjelasmu mengenai popularitas itu telah membuat Sebastian sedikit terpikat. Dengan kedua alisnya terangkat, ia pun meletak jemari kecilnya di +
@keitohasme itu aurat? Hei, heeii Keito-kuunn! K-kamu ingin saya buka-buka?" Rona wajahnya semakin memerah, kala rubah itu merasa panas akan bayang dirinya memakai pakaian serupa. "T-tapi... apa kira-kira... model pakaian seperti itu tengah digemari, ya?"
ㅤㅤㅤ
@keitohasme ㅤ
ㅤㅤㅤParasnya melongo, kala iris mata miliknya terfokus pada kedua setelan yang tengah kamu tunjukkan padanya. Pun, dengan yang kedua, tubuh kecilnya lagi-lagi tergerak bak ditelan panik serta malu ia berseru: "Waahh! Y-yang kedua itu! Kenapa buka-buka seperti itu? Bukankah +
@keitohasme -nya terpotong, kala pasang paw miliknya menuju kedua pipi demi menutup rapat rona merah yang mungkin saja terpampang di balik serabut belangnya. "Rahasia, dong!" Ia berseru, lantaran tak menemukan jawaban yang tepat untukmu. "Jadi... kamu akan membantu saya?"
ㅤ
@keitohasme ㅤ
ㅤㅤㅤGeriknya kini seolah mengisyarat gugup, tatkala rubah itu harus menahan rasa malu serta sipu yang mengitari durjanya. Meskipun, degup jantungnya penasaran; mengingat, ia jarang diberi pakaian lain oleh ketujuh tuannya. Dengan itu, ia bersemangat. "Er... dia...." Kalimat+
@noctrural senyum malunya terulas kian melebar. Dengan goyangan tubuh pendeknya ia menggeleng enggan, jemarinya melebar supaya pandangnya mengintip ke arahmu. "Err... saya ingin pergi kencan sesekali! Terjebak di sini dengan ketujuh dosa sialan itu benar-benar menguras energi, huhu...."
ㅤ
@noctrural ㅤ
ㅤㅤㅤKedua pucuk pendengarnya meninggi kala ucapmu mengudara. Pun, dengan itu belang hitam nan oranye surai yang menyelimutinya di pipi seolah memerah. Sepasang paw miliknya pun mengejar bola mata lantaran rubah itu tersipu. "Waahh! B-bukan begitu!" Sebastian terbata, meski +
@noctrural membuatnya besar kepala. Meskipun, dengan itu ia tak sepenuhnya menghiraukan topik yang baru saja dibawa. "Nona Bora butuh bantuan Sebastian? Atau Nona ingin tahu lebih banyak lagi soal saya!?! Yang manapun, akan saya beri! Kekekekekeke~"
ㅤㅤㅤ
@noctrural ㅤ
ㅤㅤㅤSudah sepantasnya rubah itu kesal, namun kurva lengkung tergurat demi menunjuk deret giginya ia justru senang. "Kekeke~ keren, bukan? Ayo, puji saya lagi!" pintanya dengan penuh semangat pun kebanggaan, bak tertutup kedua telinganya lantaran ujaran pelik darimu +