Sebuah trik di LinkedIn
❌ Apply via job portal atau job opening
✅ Apply via orang dalam: recruiter, headhunter, dan hiring manager
Caranya:
1. Search "recruiter" atau "headhunter"
2. Filter 1st and 2nd connection (ga jalan buat 3rd+ connection)
3. Connect + Add Note
Pro tip: biar 2nd connection banyak recruiternya, add lah CTO, VPE, atau recruiter lain. Biar kita bisa konek ke jejaring recruiter lain dan bisa pakai fitur ini
Beberapa kali terjadi pas lagi coaching kumpeni (via https://t.co/1ugH49qI93). Satu team lagi mencoba mengembangkan suatu produk. Udah mepet deadline. Masih ada beberapa fitur yang perlu dikejar
Tiba2 tech lead team itu nge-propose buat rewrite suatu teknologi yang tidak kita pakai sebelumnya di kumpeni (sebut saja Django in one company, Laravel in other company, Flutter in yet another company). Alasannya karena sudah mulai sulit kerja di teknologi lama dan ada fitur yang jadi blocker
Awalnya saya ga setuju soalnya risknya tinggi dan bakal mengenalkan teknologi baru ke team. Ga cuma kita jadi harus ngoding beberapa fitur lama dari awal, team member lain harus belajar teknologi baru, dan juga bikin platform team kesulitan nanti ketika ngurusin teknologinya
But I decided to take the bet. Aku kasih mereka kesempatan untuk tulis ulang produk yang mereka bikin ke teknologi baru ini. Tapi deadline ga geser
And somehow, 100% of the time, they managed to hit the deadline with a satisfactory result
Produknya launch dengan baik, subsequent iteration lebih kencang, business, product dan engineering metricsnya bagus
My personal key takeaways:
- Teknologi seperti Wordpress, WebFlow, FlutterFlow, Budibase, Airtable, Google Sheet bisa membawa kita dari 0 ke 1 dengan cepat dan murah. Tapi ketika kita udah mau scale (mau dari segi pengguna, stakeholders, fitur, jumlah engineer) akan ada saatnya kita harus evaluasi teknologi yang kita pakai sebelumnya
- Ada 3 intrinsic motivations: autonomy, mastery and purpose. Dengan memberikan kesempatan ke tech lead untuk melakukan rewrite ini kita berhasil hit 3-3nya. Dan ini bisa membuat team lebih ngebut
- Beberapa keputusan yang aku buat ini masih perlu dilihat apakah bakal jadi tech debt (karena harus manage teknologi baru), atau apakah jadi bagian dari kultur sociotechnology yang baru
- Aku ga percaya sama VP of Engineering yang baru stay di kumpeni selama setahun. Karena mereka ga akan tau implikasi dari culture dan engineering decision yang mereka buat
- Salah satu benefit bantuin beberapa kumpeni adalah daku bisa liat beberapa "bets" yang sama sekali ga berhubungan, dan liat hasilnya gmn
Kabinet Indonesia 2024-2029 versi gue:
Menkeu: Timothy Ronald
Menkominfo: Zarry Hendrik
Menpora: Mario Dandy
Menparekraf: Billy Oscar
Mendikbudristek: Jerome Polin
MenKLHK: Dandhy Laksono
Menkumham: Mazzini
Menkes: Dokter Tifa
..... Silakan lanjutkan