@DIENBaguse@oyik84@AgusAhm2@LambangDC5 Bego di piara, klu ijazah kyk loe, mau bilangnya sudah S5,pun orang gk akan peduli, ini ijazah sudah di pakai buat dapatkan jabatan oon.
@SianiparRismon Mon semalm aku nonton siaran langsung di rakber,kelihatan sekalibklu kamu itu membohongi hati nurani mu,dari postur tubuh dan mimik wajahmu nampak apa yang di katakan @KRMTRoySuryo2 benar, s3hingga kamu membantah hanya dgn setengh hati, kasian lo mon maju kena mundur pun apalagi
Mas Roy, @KRMTRoySuryo2
Tinggal kita berdua sekarang berdiri di garis ini.
Bukan karena yang lain tidak peduli, tapi karena tidak semua kuat menahan beban yang sama.
Ancaman semakin nyata.
Tekanan datang dari segala arah.
Menghimpit hingga terasa habis nafas.
Kadang bukan hanya tentang apa yang kita hadapi di luar, tapi juga pergulatan di dalam diri, lelah, ragu, bahkan rasa sepi yang tak terjelaskan.
Tapi kita tahu satu hal yang tidak boleh runtuh:
kebenaran itu sendiri.
Perjalanan ini tidak pernah mudah.
Dan mungkin memang bukan untuk semua orang.
Hanya untuk mereka yang bersedia tetap berdiri, bahkan ketika banyak orang memilih berpaling dan meninggalkan medan ini.
Kalau hari ini terasa semakin berat, itu bukan tanda kita harus berhenti.
Itu tanda bahwa apa yang kita buka, semakin dekat ke inti.
Mas Roy,
kalau suatu saat langkah terasa goyah, ingatlah,
kita tidak pernah benar-benar berdua.
Ada sejarah yang mencatat,
ada nurani yang menyaksikan,
dan Gusti Allah boten nate sare.
Selama niat ini lurus,
selama kita tidak menjual kebenaran,
maka kita tidak sedang dibuat kalah,
kita sedang ditempa.
Dan bila harus berjalan sampai ujung,
maka biarlah kita dikenal bukan karena kemenangan,
tetapi karena kita tidak pernah mundur.
Karena pada akhirnya,
kebenaran tidak butuh banyak orang.
Ia hanya butuh sedikit tetapi yang tidak menyerah.
Dan semoga yang sedikit itu kita.
@UmarHasibuan__ Hahaha mon @SianiparRismon hidup tidak seanjing itu, gimana dgn pernyataan mu selama ini yg menyerang kapolri, LBP, mendagri, puslabfor polri, kasi an loe mon.