Ridwan Kamil said:
Cari suami itu jangan muluk-muluk, biar seru nikmatin pernikahan, ngerasain ngontrak, ngerasain roller coaster kehidupan sambil nangis, ketawa, nangis lagi, ketawa lagi, saling berpelukan dan saling menguatkan, indah tau itu.
Berlapang hatilah menerima pria single, sholeh, baik, meski sederhana asal tetap mau kerja dan berpenghasilan (enggak mesti berpenghasilan tetap), dan berjuanglah bersamanya membangun keluarga yang bahagia dan samawa.
Ga harus chatting terus, tapi usahain untuk terus ngabarin, kek :
Aku berangkat dulu ya
Aku mau kesini dulu ya
Aku udah pulang
Percayalah, ini adalah suatu hal yang sederhana tapi bisa bikin pasangan bahagia dan ga semua orang bisa apalagi ngabarin nya langsung pake pap
Ada yang harus pindah kota dan mengorbankan kedekatan dengan keluarga. Ada yang harus menepi dan kehilangan waktu nongkrong dengan teman-teman. Ada yang harus kehilangan muda untuk bersenang-senang dan memilih menikmati rasa sakit berjuang. Ada yang mendedikasikan waktu, uang, pikiran, dan hidup. Semua demi impian. Tidak mudah. Selalu harus ada pengorbanan.
Tidak usah ingin jadi apa-apa dan jangan khawatir tidak jadi apa-apa. Yang penting kamu tanggung jawab dengan pilihanmu, Yang bisa menjadikan semuanya itu hanya Allah
KH. Husein Ilyas
Ya Allah, ga boong capek beneran ya Allah.
Tapi janji ga bakal nyerah ya Allah, jadi apapun yang harus dilewati, ayok gas pol tapi tolong dipermudah ya Allah, mohon dilancarkan.
Kalo lagi pada bahas tentang pernikahan. Yang paling aku cemaskan justru bukan tentang bagaimana resepsinya dan apa maharnya.
Tapi “akan kah aku bertemu dengan seseorang yg mampu menghargaiku dan bisa menerima baik burukku?”
lagi scroll sosmed, nemu quotes yg MaasyaaAllah banget :
"Allah tdk akan pernah salah milih pundak, Allah akan slalu tepat dalam menakar setiap porsi. ujian yg mungkin trasa sesak untuk kita, tentu tdk akan pernah melampaui batas kemampuan kita. Allah tau setiap porsi hamba-Nya"
Merdeka itu
ketika mencintai tanpa memaksa untuk dicintai,
ketika dicintai tanpa dipaksa untuk mencintai.
Merdeka itu
Tidak terpaksa, tidak di paksa, dan tidak memaksa.
Tetap menjadi diri sendiri apapun adanya
Belajarlah untuk berlapang dada, karena yang kita inginkan itu belum tentu yang terbaik menurut Allah, sesulit apapun keadaan kita ajarilah hati kita untuk ikhlas menerima keadaan ini dengan baik