IBU, lidahku mendadak kelu ketika sebuah PERNYATAAN CINTA menanamkan paku tanpa waraladu. Bagaimana, IBU? Aku tak ingin tengguli ditukar cuka; BODOH DAN DUNGU.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Yang tak pernah kubiarkan menginjak lidah barang setitik. Aku tak ingin membagikan rasa sakit ini pada siapapun, Laskar. Termasuk tenangnya telaga jiwamu. Tak sepantasnya ombak menggulung muka air yang tenang.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Memang dalam sekarat yang mendadak datang ini daging-daging tak mampu menahan lebih banyak sakit, dingin yang menusuk masuk jua menjadi tak tahu diri. Namun, bagaimana mungkin engkau mengetahuinya? Mengetahui lirih yang hanya kutitipkan pada sunyi.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Kutuntun ragamu untuk melekatkan diri pada sepotong kain penghangat ini. Kira-kira mulai dari tangan kanan menuju tangan kiri.
"Hujannya udah terlanjur besar, lo kompres dulu aja sampai agak mendingan. Gue tungguin, kok."
@Timajat
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
"Sebentar," cegahku ketika kau hendak beranjak dari ranjang itu. "Sebentar dulu."
Aku lepaskan sebentar genggamanmu, Hawa. Biar tangan ini membawa sesuatu yang bisa redakan sakitmu itu karena khusus untuk yang satu ini aku tak bisa berbuat banyak
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ketika kenyataan bahwa aku belum cukup mampu untuk menjadikanmu sebagai gadisku dan aku belum cukup mampu menjadi Adam untuk seorang Hawa sepertimu.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Walau aku bukan Adam, Hawa. Tapi aku mengerti mengapa ia rela dikeluarkan dari surga karena aku pun sudi memindahkan langit ke bumi, bumi menuju kehancurannya hanya demi engkau. Inilah sihir yang mengukutukku, membuat batinku kian menderita
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
@TamagoPost ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Halo, R! Aku juga R, untuk Ranum Hawa. Salam kenal, ya. Kamu rajin betul punya koleksi begitu... aku koleksi apa ya... nggak ada, kamu ada saran nggak benda apa yang menarik buat dikoleksi?
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ