Itu judulnya aja seblak tapi isinya protein hewani, protein nabati sama sayur. Ceker itu bagus mengandung kolagen, dia bisa pegang dan gigit2 sendiri juga buat stimulasi oromotornya. Cuma mungkin tekstur makanannya kurang lembut buat bayi 6 bulan. Hanya karena ngga pakai alat2 MPASI yang estetik, jangan langsung di judge ibunya asal-asalan kak
Temen-temen minta tolong bantu ramein dan bantu minta keadilan korban bully di SMPN 12 Pematang Siantar.
Adeknya disiksa sama 8 orang pelaku sampe matanya bengkak begini dan pelaku cuma dapet hukuman minta maaf.
Source : https://t.co/mf0h3I6gbB
Info yang beredar, penguasa katanya bakal beli beberapa stasiun TV. Nah, salah satu TV di Palmerah ini kabarnya nolak diakuisisi sama penguasa.
Karena nolak, BUMN-BUMN katanya dilarang jadi sponsor di TV tersebut. Impact-nya? PHK jadi makin banyak.
Sadis emang penguasa ini.
Hartono group udh duluan.
Sebagian yg bendera tetangga juga udah molai cicil-cicil keluar. Beberapa manufaktur udah pindah ke daerah, yang nggak kuat hengkang ke pinoy, ngaplay dan viet.
Next move buat kita, survive.
Terlebih dahulu, dan dgn enteng nya dia bilang ini masalah keluarga ka kita gabisa langsung ikut campur gt aja, bahkan paling gua benci nya disuruh nunggu 24 jam, trs gua jawab aja "yang ada temen saya keburu mati mbak kalo gitu". Rill pelayanan call emergency di indo sejelek itu
Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Ditunda hingga Lulus Sekolah
SRAGEN — Seorang siswa SMP berinisial DTP (14), asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan setelah dinyatakan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian korban.
Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (7/9/2026). Majelis hakim juga menetapkan DTP menjalani pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta membayar restitusi sebesar Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Namun, pelaksanaan hukuman terhadap DTP belum dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, terdakwa yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP dan masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Jaksa diperkirakan baru melakukan eksekusi setelah DTP menyelesaikan sekolahnya pada 2027.
Sembari menunggu proses tersebut, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) di Kecamatan Tanon. Selama berada di sana, ia tetap berada dalam pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, menyebut putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan jaksa.
Menurutnya, perkara tersebut bermula dari tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan tangan terbuka ke bagian kepala korban. Tindakan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Atas putusan itu, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.