@ArmanMuharman13@Idho09 Iya karena fans juga berhak bersuara. Walau kami tetap tdk setuju dengan umpatan dan hinaan.
Mereka professional footballer dan manager. Kritikan itu udah sarapan sehari-hari sebagai bahan evaluasi untuk ke depannya.
@mingkum14@Idho09 Nggak. Yang kami harapkan adalah mengemukakan ekspresi dengan bebas tanpa political correctness. That's it.
Sesuai tweet kami sebelumnya:
Kalau baik diapresiasi, kalau buruk dikritik.
Kalau buruk tetep diapresiasi = ya kurang sehat juga. Check and balance intinya.
Asnawi nggak jalan, Mees jadi terlalu maju untuk bantu build up di sisi RWB. Ujung-ujungnya terekspos kena serangan kick and rush China.
Serangan lewat tengah juga mandek krn Nathan off-form di lini tengah. (memang dia bukan CM juga sih melainkan LB)
Verdonk diplot di LCB jg disayangkan krn Shayne relatif medioker.
Alhasil: serangan RWB/RW mandek, LWB/LW mandek, double pivot di tengah juga mandek. Ragnar Struick Witan nggak dapet support.
@MafiaWasit Hybrid Liga 1 dan diaspora.
Siapatau Jenner, Hubner, Nathan, dan Struick bisa dipanggil.
Asnawi dan Amat jg bs, krn liga thai dan malay libur saat AFF berlangsung. Arhan jg hrsnya bs dikasih izin krn dia nggak dpt menit bermain di Suwon.
@ardynshufi Pak Asnawi memang kemarin betul-betul nggak berjalan. Dan kalau soal opsi-opsi, kan kmrn sudah terbukti. Arhan masuk lsg memberi warna baru di sisi kanan. Semua lsg berubah.
@id_lgk Betul.
Kita gak selalu harus politically correct. Kritk aja kalau ada yang salah. Mereka professional footballer kok. Apalagi STY, ya kritik aja wong dia digaji.
@Themarshallisme @strootsys Iya. Struick kurang tajem. Ragnar surprisingly di timnas keliahatan tajem, padahal dia di klub udah sejak 2021 nggak pernah cetak gol.
Kita bener-bener ke-bottleneck sm lini serang.