@babegini Banyak koruptor juga punya perusahaan. Gak ada ceritanya punya perusahaan Gak boleh dihukum.
Buzzerp Nadiem ini dpt briefing dari mana sih? Malah bikin kesel publik.
Sewaktu Erina (orang kaya) dapat LPDP, Anak-Anak Abah pada pidato fafifu semua.
Sekarang cek omongan Anak Abah waktu Anak Abah Real (orang kaya) dapat LPDP.
Sampai ada yg nulis: "Kalau lu takut kalah saing sama yang kaya tapi lu ga kaya, yaudah jangan ikut jalur LPDP reguler."
Jujur gue bingung sama anak2 orang kaya yang pakai LPDP, beasiswa ini seharusnya dinikmati oleh rakyat kurang mampu tapi pintar dan berkompeten. Namun sayangnya, LPDP justru dijadikan ladang pendidikan gratis bagi mereka yang mampu. So pity.
@husain_fikri@Hnirankara Anak Abah bahas etika saat Erina dapat LPDP.
Tapi etika gak dibahas saat Anak Abah yang dpt LPDP.
Anies Baswedan waktu itu anaknya kuliah di Manchester. He's rich. Gak perlu LPDP.
@yanti51278@CikinKatso@AmmarGill Oke. 41,67% + 17,26%
= 58,9% warga Jakarta gak milih Anies.
Itu 1,1% lagi udah 60%.
Anak Abah jangan ngaku-ngaku dapat setengah suara. Angka 41% itu masih jauh dari setengah.
Mau lanjut denial? Makanya jangan pakai taktik SARA terus belagak lupa.
@berthofmanecon Clearly this @nuseai fellow writes what he doesn't understand.
Nadiem's argument was just denial, denial, denial. The court already found Rp5.2 trillion state loss during previous trial of Nadiem's consultant.
Watch the trials before writing the case (you as well @suilee ).
Karena lawannya Anies dan Ganjar.
Anies itu cuman bersih di mata Anak-Anak Abah yang pas pilgub 2017 mungkin belum baca berita.
Ganjar lebih berat lagi posisinya. Puan teriak-teriak solid, tapi nyatanya partanya gak solid dan milih dukung Jokowi -> Gibran -> Prabowo.
Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
Masalah kritik Dino ini harusnya dari awal Sugiono atau Jubir Menlu yang balas. Apalagi @Menlu_RI dijagain tiga wamen. Masa gak ada yang belain?
Nah, malah yang Teddy ujug-ujug maju. Jadinya konyol.
Woiiii teddy, @dinopattidjalal itu putera Prof. Hasjim Djalal (ahli hukum laut internasional)
Buku2nya dijadikan bacaan wajib di sekolah2 hukum & jurusan hubungan internasional di negara ini
Kau anak siapa?
Pangkat & jabatanmu aja hasil give away, bukan krn kompetensi
Richard Branson is defending Nadiem Makarim because of the bold yet thinly researched article by NYT @suilee.
In that article, Sui Lee made no mention of Nadiem's right hand Jurist Tan (now fugitive) or interview anti-corruption groups who are also critical toward Nadiem.
A fine example of trial by the press.
Does @suilee even understand Indonesian? Does she follow the trial? Does she understand Nadiem's *overreaching* best friend Jurist Tan is now a fugitive? Does she understand the conflict of interest/preferential treatment for Google?
Disaat terdesak, Nadiem cuci tangan bahwa keputusan memilih Chrome OS bukan keputusan menteri. Tapi keputusan tim Teknis.
Nadiem lupa, rekaman zoom, kesaksian puluhan ASN kementerian yang sudah diperiksa dan beberapa dihadirkan jaksa di pengadilan, bersaksi bahwa keputusan memilih Chromebook adalah arahan dirinya. Bertingkat dari Tim teknis, Tim SKM, dan Nadiem sendiri selaku menteri.
Nadiem tidak segan mengorbankan anak buahnya demi menyelamatkan diri. Jadi, keputusan Juris Tan untuk kabur, adalah yang terbaik, mengingat Juris Tan, orang yang paling tahu siapa Nadiem.
Namun pembelaan ini membuktikan hal lain yang lebih penting: pengakuan tidak langsung bahwa pengadaan sistem OS chromebook adalah sebuah korupsi. Yang nadiem sendiri berusaha untuk mencuci tangannya.
Dukung mendukung dalam kasus korupsi Chromebook tidak ada hubungannya dengan perbaikan sistem peradilan kita. Ini hanyalah demi menyelamatkan Nadiem.
Pun demikian, kerugian negara dalam dakwaan korupsi Chromebook ketika pandemik covid-19, hanya angka-angka mati dihadapan para pembelanya yang luput melihat siapa yang paling dirugikan.