FINAL BATCH IS OFFICIALLY OPEN — AND THIS IS THE LAST CALL.
721 sudah mengamankan lebih dulu, dan batch kedua adalah kesempatan terakhir
buat yang kemarin telat, ragu, atau hampir checkout tapi urung.
Setelah ini, tidak ada gelombang ketiga, apalagi empat. Tidak ada restock, tidak ada drop susulan. Ini terakhir. Once ini selesai, we move on ke next article.
Order before it’s gone forever: https://t.co/ub1uRj1e55
IT'S NOW OR NEVER!
#UFIMerch
Because here, students don’t just learn — they lead.
P.E.T.A. University stands for dignity in action:
Participation, Empathy, Transparency, Accountability.
check for the detail here 👇🏻
https://t.co/lpVc1G6aXR
#AUNHRE#YouthEnvisioningHEIs#HumanRights#Peace#SHAPESEA
Gimana ya… Sebenernya pendidikan anak itu bukan hanya tugas guru, jadi ga bisa hanya dibebankan pada guru. Dari balita ga diperkenalkan pada angka, huruf, ga disiapkan masuk sekolah dan ujug-ujug dibebankan pada guru, anak harus bisa baca tulis. Ya gimana 😥
Mungkin pendapatku ini tidak sesuai atau dianggap salah oleh para ahlinya atau oleh para pakar pendidikan, gpp. Ini pendapat berdasarkan pengalaman saja ya, sekedar sharing. Anak tidak boleh diajari baca tulis karena belum waktunya, menurutku ini ga sepenuhnya bener sih.
Buat aku, cara mengenalkan huruf, angka dll itu yang penting. Kalau anak balita dipaksa duduk, dijejali hapalan huruf, dipaksa hapal angka, dipaksa hapal konsep jumlah, ya salah. Ga boleh. Anak bisa stress, tertekan, malah ga karuan karena tidak sesuai umur.
Tapi kalau cara pengenalan angka dan huruf itu dilakukan dengan cara menyenangkan dan dipadukan dengan unsur bermain, akan mengeliminasi stress dan anak akan merasa senang tanpa ada tekanan. Proses belajar pun bisa berlangsung dengan alami. Bukan dengan paksaan.
Disini anakku umur 3 tahun. Bahasa utama kami bahasa Inggris, jadi pengenalan huruf dan baca sedikit berbeda ya. Dari awal sudah pelan2 aku kenalkan phonics, masuk Y1 (TK) sudah bisa baca, level 4 (Blue Band). Juga sudah bisa berhitung, tau bentuk2 bangun, dll karena sudah aku kenalkan lewat permainan2. Untuk kemampuan menulis, aku stimulasi dengan macam2 permainan yang melatih fine & gross motor skill terutama pincer grasp skill.
Jadi kemampuan anak untuk bisa membaca atau berhitung (mengenal angka & huruf) itu juga tanggung jawab orang tua, bukan hanya guru. Dikenalkan sejak dini dengan cara yang paling menyenangkan sesuai umur. Ibaratnya, buat aku, orang tua itu yang meletakkan pondasi, kemudian guru membangun seiring waktu. Gitu sih. Tapi balik lagi, ini pendapat pribadi dan aku bukan ahlinya. Mohon maaf kalau salah atau tidak sesuai dengan pendapat yang lain. 🙏🏻
Semesta Gallery : New Art Gallery & Coffee Shop di Jaksel!
Ui ga nyangka di Lebak Bulus masih ada ijo-ijo luas kek gini. Dari jauh kukira bangunan proyek mangkrak, taunya Ini kawasan punya pelukis Andra Semesta dan terbuka untuk umum.
FREE pula!
https://t.co/IeiAdI2a3E
⚡Daily Quick Fact;
buat yang belum tau, dua foto dibawah ini adalah foto disaat paus sperma tidur siang.
paus sperma tidur siang selama 10-15 menit dan biasanya dekat dengan permukaan air.
cara tersebut diyakini peneliti agar mereka aman dari predator puncak (apex predator).
ada yang nyobain ini ga sih? gw pertama kali nyobain gerakan absurd ini di rumah kek aneh bgt, tapi gila 5 menit auto mandi keringat padahal 1 gerakan maju mundurin perut doang
nih udah seminggu perut w yg buncit udah mulai keliatan kempes, ajib bet ini wkwk