@BetaEpsilonPhi Ga butuh, yg penting makanan sampai ke sekolah, dimakan rame2 supaya merasa diberi makan, buat mereka2 yg ptng cuan gaurusan sama gizi,
Ckckckckck
Ada kabar menarik dari Pandeglang, Banten. Seorang kepala kubangan lumpur (SPPG) Sukaratu 06, Majasari, kabur, pulang ke kampung halamannya di Jambi tanpa pamit. ๐
Kami akan merasa senang apabila kaburnya Sdr. Agustia Mahendra ini adalah disebabkan oleh propaganda-propaganda kami. Namun sayangnya yang terjadi nampaknya bukan demikian.
Kami tahu dan memaklumi akan hal ini sebab kami sangat tahu, sangat amat tahu, untuk mengajukan pengunduran diri / resign dari jabatan kepala SPPG itu sulit, DIPERSULIT oleh BGN dan mitra. Mengapa? Ya karena efeknya begini, keuntungan mereka bisa mandek, dan kefoya-foyaan mereka akan terhenti.
Sejak berita ini terbit, tidak ada kabar yang mewartakan para Penerima Manfaat protes sebab embege tidak lagi disalurkan oleh SPPG Sukaratu 06 kepada mereka. Yang protes tidak lain dan tidak bukan ya so called relawan-relawan dan mitranya. Jelas.
Kepada para mitra dan BGN, kalian pikir orang tidak boleh merasa jenuh akan praktik-praktik kotor dan jorok di lingkungan SPPG? Kalian pikir orang akan betah dengan sistem, lingkungan, dan ekosistem buruk yang kalian bangun? Kalian pikir orang tidak boleh memiliki kompas moral? Kalian pikir kepala SPPG adalah anjing kalian yang wajib patuh 24/7 sekalipun kalian kerap menerpanya dengan porsi kerja yang gak manusiawi? Goblok kalian. Pure goblok.
Kami mendukung apa yang dilakukan oleh Sdr. Agustia Mahendra, kami juga akan memberikan dukungan penuh kepada seluruh kepala-kepala kubangan lumpur (SPPG) yang hendak mengundurkan diri karena nuraninya kembali tergugah, perasaan kemanusiaannya kembali tumbuh.
Embege tidak menghasilkan apa-apa selain kemudharatan selama tata kolanya jelek seperti saat ini.
gimmick bgt pengen ganti buku-buku sekolah pake alasan kertasnya jelek dan tulisannya terlalu kecil ๐คฃ๐น
sudah pd lupa kah kalau pak presiden (dan adiknya) punya investasi yg sangat sangat sangat besar di pabrik kertas! ๐
dulu awal 2000an (setelah dipecat dari militer), pak prabs membeli sebuah pabrik kertas raksasa di kalimantan yg kemudian diberi nama "kertas nusantara".
perusahaan ini dulunya milik bob hasan, koruptor kelas hiu martil di era orba, luas asetnya lebih dari 3rb hektar, dan punya ijin konsesi hutan tanaman industri (HTI) utk mengelola & memanen kayu2 di hutan kalimantan.
waktu itu, utk membeli perusahaan itu, pak prabs butuh dana fantastis: 1.8 triliun rupiah.
pak prabs memakai uang pinjaman dari bank mandiri, dan dibantu oleh pak jusuf kalla dalam proses pengajuan pinjamannya.
sbg catatan, pinjaman raksasa ini pernah dianggap bermasalah dan pernah disidik oleh kejagung atas dugaan tindak pidana penyuapan, tapi kemudian dihentikan kasusnya.
apesnya buat pak prabs, investasi jumbonya ini juga tidak berjalan sesuai harapan.
bisnis tdk berjalan lancar, dan pak prabs mulai kesulitan melunasi pinjaman bank. untungnya beliau punya adik baik hati yg cuannya melimpah ruah dari hasil berbisnis minyak di kazakhstan. pak hashim datang menjadi penyelamat dan menalangi semua pinjaman.
sampai sebelum pilpres 2024, kondisi pabrik ini sebetulnya masih memprihatinkan, pernah terancam pailit, banyak pekerjanya yg diberhentikan, dan mati suri.
tapi sekarang, sepertinya kondisi akan segera berubah. pak prabs dan adiknya sudah menginvestasikan dana yg sangat besar di sini, maka inilah saatnya mengembalikan kejayaan kertas nusantara! ๐ฌ๐๐ป
@13_iwaN@kenhans03 Kan judulnya makan bergizi gratis (meskipun gizinya dipertanyakan dan engga gratis) tapi kan di nama programnya bukan makan siang gratis.
@menuembegejelek@kenhans03 Kalo menunya daging ayam tiren dikasih ke anu, tp kalo tinggal tulang belulang dikasih ke itu. ๐ค Yg penting rumah aman, usaha lancar,
gimmick bgt pengen ganti buku-buku sekolah pake alasan kertasnya jelek dan tulisannya terlalu kecil ๐คฃ๐น
sudah pd lupa kah kalau pak presiden (dan adiknya) punya investasi yg sangat sangat sangat besar di pabrik kertas! ๐
dulu awal 2000an (setelah dipecat dari militer), pak prabs membeli sebuah pabrik kertas raksasa di kalimantan yg kemudian diberi nama "kertas nusantara".
perusahaan ini dulunya milik bob hasan, koruptor kelas hiu martil di era orba, luas asetnya lebih dari 3rb hektar, dan punya ijin konsesi hutan tanaman industri (HTI) utk mengelola & memanen kayu2 di hutan kalimantan.
waktu itu, utk membeli perusahaan itu, pak prabs butuh dana fantastis: 1.8 triliun rupiah.
pak prabs memakai uang pinjaman dari bank mandiri, dan dibantu oleh pak jusuf kalla dalam proses pengajuan pinjamannya.
sbg catatan, pinjaman raksasa ini pernah dianggap bermasalah dan pernah disidik oleh kejagung atas dugaan tindak pidana penyuapan, tapi kemudian dihentikan kasusnya.
apesnya buat pak prabs, investasi jumbonya ini juga tidak berjalan sesuai harapan.
bisnis tdk berjalan lancar, dan pak prabs mulai kesulitan melunasi pinjaman bank. untungnya beliau punya adik baik hati yg cuannya melimpah ruah dari hasil berbisnis minyak di kazakhstan. pak hashim datang menjadi penyelamat dan menalangi semua pinjaman.
sampai sebelum pilpres 2024, kondisi pabrik ini sebetulnya masih memprihatinkan, pernah terancam pailit, banyak pekerjanya yg diberhentikan, dan mati suri.
tapi sekarang, sepertinya kondisi akan segera berubah. pak prabs dan adiknya sudah menginvestasikan dana yg sangat besar di sini, maka inilah saatnya mengembalikan kejayaan kertas nusantara! ๐ฌ๐๐ป