🔴Ketua Kopdes Merah Putih di Sleman speak up, ungkap resiko mengerikan, nih yang ngomong pelaku sendiri...
Analisa Risiko Nyata: Satu Koperasi di Satu Desa
Oleh: Bambang Sutrisno
Ketua KDMP Sidokarto, Sleman, DI Yogyakarta
Mari kita hitung sederhana. Dengan kepala dingin, tidak emosi, ini juga saya berpotensi dituding mengeluh atau sambat. Karena biasanya di grup kalau ada yg speak up langsung dituding cengeng, lemah, kakean sambat, keluh kesah bahkan ada yg usul ngeledek : "group diganti jadi group ketua koperasi sambat."
😊🤣
Saya adalah pengusaha UMKM (Usaha Mikir Keluarga Megap Megap). Kalau tulisan salah, saya mohon maaf, wong namanya rakyat ngeluarin uneg uneg, mungkin karena kurang literasi jadinya malah dipandang bodoh. Tapi gak papa, daripada dipendam ..🤭
Ini itung itungan saya wong cilik yg ditunjuk jadi ketua koperasi desa Sidokarto.
Pinjaman: Rp3 miliar.
2.5M untuk bangunan, alat prasarana dan kendaraan.
500 juta modal muter usaha.
Ini utang bosskuh bukan hibah, bunga 4% per tahun.
Jadi begitu kita ready duit modal diterima dan bangunan sudah dibikin, maka bulan depan kita sudah harus bayar angsuran 50 juta / bulan.
Atau
Cicilan: Rp600 juta per tahun
👉Untuk menghasilkan Rp50 juta laba bersih per bulan:
Jika margin bersih koperasi 5%,
maka harus menghasilkan:
Rp50 juta ÷ 5% =
Rp1 miliar omzet per bulan.
Artinya koperasi harus memutar omzet:
± Rp33 juta per hari, stabil.
Kalau margin hanya 3% (lebih realistis untuk retail sembako), maka:
Rp50 juta ÷ 3% =
Rp1,67 miliar omzet per bulan.
Apakah semua desa punya daya beli sebesar itu?
Belum tentu.!!!
Apakah pengurus koperasi punya pengalaman ngelola duit sebesar itu stabil beberapa tahun?
Coba cek, ketua koperasi yg berlatar belakang pengusaha dengan omzet di atas 1 M sebulan, ada gak?
KDMP bukan bisnis warung kelontong di desa yg omzetnya cuma beberapa desa.
Tapi harus 33 juta perhari. Biar bisa bayar angsuran 50 juta perbulan. Itu belum buat bayar pegawai, SHU dll.
Pegawai digaji, para patriot pengurus koperasi dapat SHU, yg dibayar dengan Yen, yen Ono sisa keuntungan setelah bayar angsuran dan biaya operasional.😊🤭
Skenario Gagal Bayar
1️⃣ Macet Ringan
Koperasi hanya mampu menghasilkan laba Rp35 juta per bulan.
Defisit Rp15 juta per bulan.
Setahun defisit Rp180 juta.
Kemungkinan akan terjadi restrukturisasi.
2️⃣ Macet Sedang
Koperasi hanya mampu bayar Rp25 juta per bulan.
Defisit Rp25 juta per bulan.
Setahun defisit Rp300 juta.
✓Cashflow tertekan.
✓Pengurus mulai disalahkan.
✓Kepercayaan mulai retak.
3️⃣ Gagal Total (Zonk)
Koperasi tidak menghasilkan laba sama sekali.
Lubang Rp600 juta per tahun.
Bunga tetap berjalan.
Status kredit bermasalah.
Sekarang hubungkan dengan kondisi desa yang ruang fiskalnya sudah sempit.
Jika desa harus ikut menopang atau terdampak skema pembiayaan, alias yang bayar utang dibebankan dana desa maka:
✓Pembangunan jalan bisa berhenti.
✓Saluran air tertunda.
✓Program pemberdayaan terpangkas.
✓Infrastruktur kecil desa terancam macet.
Dalam ekonomi publik, ini disebut crowding out:
anggaran pembangunan tersedot untuk menambal risiko usaha.
@worksfess Bikin lagi di dukcapil. Sekarang bisa cetak sendiri, walau tampilannya jadi seperti lembaran kertas biasa tapi sudah sah. Yang penting punya copy-nya buat ngisi nomer akte. Bahkan bisa diurus secara online, via WhatsApp, salinan dikirim via email, bisa dicetak dimesin mandiri.
@Denyz_R@berlianidris Kalau masalah ijazahnya pak mulyono, yang fotokopian jelas palsu. Ngga tau ya yang bukan fotokopi. Kan emang belum pernah dikasih liat 😂
@Denyz_R@HeruTjh@berlianidris Mau nanya, semisal nih, lembaga yg ngeluarin itu ikut "main" gimana? Analogi : Lembaga dianalogikan sbg Ibu, pemalsu dianalogikan sbg anak, dr hasil test dna anak ini bkn anak kandung. Tapi ibunya keukeuh mengakui bhw itu anak kandungnya. Terus orang mau apa? Palsu tapi asli? 😁
@Denyz_R@berlianidris org yg suka memalsukan ijazah dpt dikategorikan sbg penipu. Pemalsuan ijazah merupakan tindakan memalsukan dokumen resmi dgn tujuan utk memperoleh keuntungan pribadi, yang seharusnya tidak bisa didapatkan jika mereka tidak memiliki kualifikasi yang sebenarnya.
@Denyz_R@berlianidris Kalau toh palsu, enak banget yang nipu kalo lolos. KPU dan lembaga lain udah ketipu suruh tanggungjawab? Mana ada korban penipuan yang suruh tanggungjawab. Ngefans boleh, dongo jangan ya...
@Sibontot_03@akunmocil @sugaxcha Kalo ngga ada label halal di spanduk tokonya, seharusnya kita ngga perlu khawatir krn kita tinggal di negara yg mayoritas muslim. Yang kurangajar itu ketika produk non-halal tapi ngga ngasih tau.
@akunmocil @sugaxcha Kita tinggal di negeri yang mayoritas muslim. Lucu jika kita cari produk yang berlabel Halal. Harusnya yang NON HALAL yang dilabeli. Kecuali kita ke negeri yg mayoritas nonis, baru cari produk berlabel halal. Jangan kebalik logikanya.
Mau bikin thread soal perkembangan kasus ini, sebagai arsip, dan untuk semua orang yang ingin mengetahui dan mengikutinya. Sabtu, 24 mei, kami kehilangan teman seangkatan kami, Argo, yang dibunuh oleh Christiano Tarigan IUP IE UGM 22.
#JusticeForArgo
@fadhilzaahidy@pandji Ketika banyak orang yang kegocek template, maka kita akan tau, mulai dari kapan mereka nongkrong di Twitter, eh di X. Emang enak di keroyok, ngab? 😂
@hinatadrl@05Rodiah Mau saling cinta kek, yang dewasa harusnya ngerti bagaimana seharusnya bertindak. Apalagi di Korea pacaran dengan dibawah umur itu dilarang. Apa susahnya nunggu dia cukup umur dulu?
@jorjgina@Nexus031191@realfedinuril@prabowo Kolaborasi Musik: Pada 17 Oktober 2024, Ifan merilis lagu berjudul "Pernah di Sana" yang terinspirasi oleh perjalanan hidup Prabowo. Dalam video klip lagu tersebut, Prabowo tampil sebagai model, dan Ifan berkolaborasi dengan ajudan Prabowo, Rizky Irmansyah.