pendidikan itu public goods ya mentemen. kalo ada yg ngamuk biaya pendidikan mahal responsnya jangan "ya brarti targetnya bukan elo". GAK BEGITU YA. udah KEWAJIBAN pemerintah menyediakan aksesibilitas pendidikan buat seluruh LAPISAN MASYARAKATNYA, TANPA TERKECUALI.
Bedain LGBT sama Avatar gih
Kita kena bencana itu ada beberapa faktor yaitu:
1. Letak Indonesia di area ring of fire
2. Pemerintah kita kurang bijak mengelola alam
3. Kesadaran masyarakat juga masih banyak yg minim dalam menjaga lingkungan
So ga masuk akal kambing hitamin LGBT
Bro to bro,
1.Masturbation weakens the penis.
2. Masturbation makes the sperm watery.
3. Masturbation makes one lose weight.
4. Masturbation causes weak erections.
5. Masturbation makes you ejaculate quickly during sex.
6. Masturbation affects sexual life and relationships.
Please avoid Masturbation!
Ada gak sih presiden negara lain yg pidatonya juga ngeremehin rakyat yg bayar pajak gitu? Marie Antoniette terakhir ngeremehin rakyat udah dipancung palanya
Lah lalu yang non Abrahamik jadi harus ngikut Abrahamik gitu??? Bukannya di sila pertama semua agama itu setara ya? Dan bukannya gaboleh maksa agama ke yg beda agama?? Minoritas juga harus dipertimbangkan dong hak hak nya.
"ada orang pinter bilang, ada yg lebih genting dari perut lapar" dan tanggapan dia, "saya kira gak ada yg lebih genting dari perut lapar" WALLAHI WE'RE FINISHED, FIX MBG GAK AKAN DI STOP YA GUYSSS 🙂
🌳 kalian pernah ada di moment "jir my english is that bad" gk? gw skrg mau ngomong or tweet in english insecure sendiri & need to check grammar, gimana caranya fluent yah guys?
Lagi ramai jadi perbincangan, akun TikTok/nia.hajar_s, yang berisi konten ceramah agama berhasil meraup 864 ribu pengikut dan 9,8 juta likes.
Videonya ditonton sampai jutaan kali. Sekilas sosok "Kak Hajar" ini tampak seperti ustazah asli, tapi faktanya, dia 100% hasil rekayasa AI.
Fenomena ini memicu keresahan besar di kalangan netizen dan pakar digital. Ini beberapa poin kritisnya:
1. Visualnya luar biasa realistis, membuat banyak jemaah digital terkecoh dan mengira sedang mendengarkan manusia asli.
2. Dakwah dinilai bukan sekadar teks yang dibaca algoritma, melainkan transfer nilai, keteladanan, dan pengalaman hidup dari ulama nyata.
3. Jika ada kekeliruan tafsir atau teks agama di dalam videonya, tidak ada sosok nyata yang bisa dimintai pertanggungjawaban.