Baca selengkapnya: https://t.co/fu0jqGtClD
Kepala BGN Dadan Hindayana menjajaki kemungkinan pemberian MBG untuk siswa Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi.
"Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri)," ucapnya.
~MBG #dadanhindayana #mbg #bgn
SMA Negeri 1 Pontianak menegaskan pihaknya menolak untuk ikut ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diusulkan oleh MPR. Pernyataan sikap tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak, Indang Maryati, melalui unggahan di akun Instagram @smansaptk.informasi pada Kamis, 14 Mei 2026.
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," tulis keterangan di unggahan tersebut.
Pihak SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan menyatakan dukungan penuh kepada tim SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional nantinya. Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel, tanpa adanya maksud untuk menyerang pihak mana pun.
"Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, serta menegaskan penghormatan terhadap hasil yang telah ditetapkan. Dukungan penuh juga kami berikan kepada perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional," ungkap mereka.
Sejak awal, SMAN 1 Pontianak menegaskan pihaknya tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan menuntut kejelasan terkait hasil poin-poin yang dipersoalkan kepada pihak penyelenggara. Langkah yang dilakukan tidak juga bermaksud untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
📸: Dok. Youtube MPRGOID.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R176 | E018
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Tiga penumpang meninggal dunia di kapal pesiar MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus.
WHO mengatakan ada kemungkinan virus tersebut telah menyebar antar-manusia. Biasanya, virus menyebar lewat hewan pengerat.
🇮🇩 What if Indonesia charged ships in the Strait of Malacca?
The Strait is just 2.8 kilometers wide at its narrowest point, and nearly 25% of global trade passes through it, including around 16 million barrels of oil every day.
China moves about 60% of its oil through this route. Japan and South Korea rely on it for over 80%.
And yet, unlike the Suez Canal, which generates about $10 billion a year in transit fees, Malacca is essentially open.
Indonesia could be collecting $10-20 billion annually just by charging ships to pass.
But the global community won't allow that to happen, because once the precedent is set that countries can charge for passing through Straits near them, it would be catastrophic for global trade.
That's why they're so against Iran controlling the Strait of Hormuz.
Source: geomapstories
Saya coba rangkum,
Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026)
- Sebelum 20 April 2026:
Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center.
- Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan:
Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan.
- Sekitar 20-23 April 2026:
Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah.
- Jumat, 24 April 2026:
Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa.
- Sabtu, 25 April 2026:
Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum.
- Sabtu malam / Minggu, 26 April 2026:
Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan.
- 27-28 April 2026:
Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka.
OMG.
🇰🇪 Sabastian Sawe becomes the first man ever to break 2 hours in a marathon (legal conditions) in 1:59:30 at the London Marathon!
Yomif Kejelcha 🇪🇹 runs 1:59:41 in his DEBUT.
Jacob Kiplimo 🇺🇬 takes third in 2:00:28
All under the previous WR.