Tanggal keramat buat market (termasuk buat pasar saham) di Juni 2026:
5 Juni: NFP dan Unemployment rate AS
11 Juni - 19 Juli: Piala Dunia. Siap-siap likuiditas kering
16-17 Juni: FOMC (FED meeting suku bunga). Waktu Indo 18 Juni
17-18 Juni: Rapat Dewan Gubernur BI (suku bunga)
19 Juni: Rebalancing FTSE (OUT: GOTO, NCKL, CNMA, DAAZ, DOID, HILL, MLIA)
23 Juni: MSCI Annual Market Classification Review. Waktu Indo 24 Juni
Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: https://t.co/yOgVQdAKWr
Sejak perang AS+Israel vs Iran (28 Feb 2026), berikut kinerja berbagai sektor industri di pasar saham:
Finance -5,24%
Health -7,11%
Indust -9,07%
Basic -9,55%
Energy -11,47%
Noncyclic -11,71%
Techno -11,98%
Infra -15,62%
Propert -15,86%
Cyclic -15,90%
Trans -17,57%
IHSG -11,02%
Semua sektor boleh dibilang anjlok semua. Penurunan terkecil pada sektor Finance, terbesar pada Transportasi
Sektor energi yang digadang-gadang diuntungkan oleh perang, karena kenaikan harga minyak, malah ambles lebih besar dari IHSG
Trading rewards patience, not urgency. Wealth is built through repetition, discipline, and time, not shortcuts. Rush decisions and you pay in losses. Respect the pace, and compounding does the heavy lifting. Slow progress is still progress and it’s the only kind that lasts.