ㅤ
Namun sebelum benar-benar pergi, ia mengulurkan tangan dan menahan pergelangan Judas yang sedari tadi duduk di sampingnya.
"Mm, kau jadi pulang malam ini?" tanyanya ke @VersesVoid.
Ada nada sedih yang gagal ia sembunyikan. Sebab ia tahu kepulangan itu entah sampai kapan.
ㅤ
Sebuah titipan sakral berisi baris kalimat pertama, sekaligus yang terakhir, yang ditulis langsung oleh jemari dingin Judas Dorian Graves atas nama martabatnya sendiri. Tanpa suara, Vivaldi meletakkan surat itu dengan paruh kaku.
: https://t.co/jZrYfpB984.
Sebuah titipan sakral berisi baris kalimat pertama, sekaligus yang terakhir, yang ditulis langsung oleh jemari dingin Judas Dorian Graves atas nama martabatnya sendiri. Tanpa suara, Vivaldi meletakkan surat itu dengan paruh kaku.
: https://t.co/jZrYfpB984.
Sebuah titipan sakral berisi baris kalimat pertama, sekaligus yang terakhir, yang ditulis langsung oleh jemari dingin Judas Dorian Graves atas nama martabatnya sendiri. Tanpa suara, Vivaldi meletakkan surat itu dengan paruh kaku.
: https://t.co/jZrYfpB984.
Sebuah titipan sakral berisi baris kalimat pertama, sekaligus yang terakhir, yang ditulis langsung oleh jemari dingin Judas Dorian Graves atas nama martabatnya sendiri. Tanpa suara, Vivaldi meletakkan surat itu dengan paruh kaku.
: https://t.co/jZrYfpB984.
Kepakan sayap Vivaldi membelah sunyi malam Highlands, rona bulu seputih saljunya tampak kontras kala meluncur anggun menembus kabut tebal yang menyelimuti kastel Hogwarts. Burung hantu itu membawa selembar perkamen kaku beraroma kayu tua yang terikat erat di jemari cakarnya.
Judas menarik kembali atensinya dari paras Willa secara perlahan. Sepasang ketukan apresiasi formal di tengah gemuruh tepuk tangan yang menggema riuh, menyambut kehadiran ragam hidangan lezat di atas meja perjamuan mereka.
"Kamu mau?"
https://t.co/EcdrJrOqdc
ㅤ
“Kalau begitu,” ujarnya kemudian, berusaha terdengar biasa meski hangat mulai menjalar sampai ke ujung telinganya, “aku harus berterima kasih karena sudah membuat Greenhouse malam ini terlihat lebih hidup juga.” https://t.co/C35wOLJVcc
ㅤ
"Seperti apa lebih hidup yang kamu maksudkan?" bisik Judas pelan, membalas tatapan sang puan dengan binar mata yang melunak. Belum sempat baris kalimatnya memanjang, gemerlap riuh tepuk tangan tiba-tiba saja membubung tinggi sesaat setelah pidato sambutan dari Kak Timothy usai.
⠀⠀
“Salam hangat, teman-teman.” Sapaan meluncur dari bilah bibir, berkelindan dengan senyum terpatri lembut di paras. “Silakan duduk di tempat yang membuat kalian nyaman.” Jemari terulur perlahan, mempersilakan para penyihir belia menapaki tempat pertemuan.
⠀