Dear X,
Pertemukan aku dengan kamu yang ingin belajar Bahasa Mandarin tapi masih ragu untuk mulai
๐ 1x Trial Session Tanpa Dipungut Biaya
Cocok untuk pemula, karyawan, mahasiswa, IRT, maupun job seeker.
Yuk rasakan serunya belajar Mandarin! ๐จ๐ณโจ
DM untuk info lebih lanjut.
@cremielattee Nว hวo kak ๐
Bisa hubungi WAku di 081350122133 untuk info Trial Class Mandarin ya kak.
Kelasnya fun, flexible, dan cocok untuk pemula dari 0 basic
Hai, pernah kepikiran belajar Mandarin?
Kerja keras di luar negeri, tapi karier mentok di situ-situ aja.
Mandarin bisa jadi kunci naik posisi & gaji.
๐ Comment โMAUโ
Orang Indonesia harus belajar
1. Agree to disagree
2. Disagreement without being disagreeable.
Tolong banget orang tua yang punya anak atau yang baru mau punya anak, ajari ini biar anaknya menjadi pribadi yang bijak.
Sebagian besar masalah di Indonesia sumbernya dari dua itu.
Guys ini berita yang kedengarannya membosankan tapi dampaknya ke kantong lo lebih nyata dari yang lo kira.
Menteri Keuangan kita baru bilang pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melebarkan defisit APBN di atas 3 persen.
Gw jelasin dulu apa artinya buat lo yang gatau
Defisit APBN itu artinya pengeluaran pemerintah lebih besar dari pemasukannya.
Selisihnya ditutup dengan utang.
Selama ini batas defisit Indonesia adalah 3 persen dari PDB.
Itu aturan yang sudah lama jadi pegangan.
Semacam garis merah yang tidak boleh dilewati karena kalau dilewati lembaga pemeringkat internasional bisa kasih nilai negatif ke Indonesia.
Dan nilai negatif itu artinya investor kabur.
Rupiah melemah.
Bunga utang naik.
Yang ujungnya rakyat biasa yang bayar lewat inflasi.
Sekarang pemerintah sedang pikir pikir untuk lewatin garis itu.
Kenapa?
Karena harga minyak dunia sedang meledak akibat konflik Iran.
Senin lalu minyak Brent sempat menyentuh 119 dolar per barel tertinggi sejak 2022.
Kemarin naik lagi ke 100 dolar lebih.
Dan Indonesia adalah negara importir minyak.
Setiap kenaikan harga minyak APBN kita ikut terkena tekanan.
Subsidi energi membengkak.
Pengeluaran pemerintah naik.
Tapi pemasukannya tidak ikut naik secepat itu.
Jadi pemerintah butuh ruang fiskal lebih besar.
Dan salah satu caranya adalah dengan melebarkan defisit.
Tapi ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Tapi tunggu dulu.
Di saat yang sama program Makan Bergizi Gratis tetap jalan.
Bahkan diperluas.
Anggarannya 1.2triliun perhari.
Dan ada rencana naik lagi.
Gw tidak sedang bilang MBG itu salah.
Niat mulianya jelas anak anak Indonesia dapat gizi yang lebih baik.
Tapi ini yang perlu lo pertanyakan.
Di tengah APBN yang sudah tertekan karena harga minyak meledak.
Di tengah rupiah yang sudah 17 ribu per dolar.
Di tengah pemerintah yang sedang mempertimbangkan lewatin batas defisit
Program yang anggarannya puluhan triliun tetap jalan penuh.
Sementara yang sampai ke lapangan di beberapa daerah masih ada lele mentah.
Nugget beku.
Dapur miliaran yang ujungnya jadi tempat terima kiriman supplier.
Jadi uangnya keluar triliunan.
Defisit melebar.
Utang bertambah.
Dan yang sampai ke anak anaknya masih perlu banyak pertanyaan yang dijawab dengan jujur.
Ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Waktu ditanya soal defisit beliau bilang saya belum tahu masih dipikirin kali.
Dan waktu ditanya kalau Prabowo oke beliau bilang kalau perintah kan kita jalankan, saya kan cuma tangan presiden.
Jadi keputusan yang akan berdampak ke seluruh rakyat Indonesia masih nunggu lampu hijau dari satu orang.
Bukan keputusan kolektif yang sudah matang.
Bukan hasil kajian panjang yang sudah ada kesimpulannya.
Tapi masih dipikirin.
Di tengah situasi global yang sedang bergejolak.
Di tengah harga minyak yang naik turun tidak karuan. Di tengah rupiah yang sudah menyentuh 17 ribu per dolar.
Masih dipikirin.
Dan ini yang paling penting lo pahami sebagai rakyat biasa.
Kalau defisit melebar pemerintah butuh tambah utang.
Utang tambah bunga naik.
Rupiah tertekan lebih dalam.
Harga barang impor naik.
Inflasi naik.
Semua itu lo rasakan setiap kali belanja di pasar atau isi bensin.
Sementara program yang anggarannya triliunan tetap jalan.
Sementara yang memutuskan masih nunggu perintah.
Sumber: CNBC
Menurut gue balik lagi sih ke goal hidup masing2.
Paling realistis kerja tuh biasanya dapet salah satu dari ini:
either gaji oke, atau kerjaan nyaman / work life balance, atau dapet growth entah secara personal atau secara teknis.
Kalo pindah kerjaan:
Memang dari banyak data soal gaji, gaji biasanya lebih cepet naik kalo pindah2 kerjaan.
Tapi pindah juga belum tentu lebih baik, ada risknya:
bisa aja di tempat baru kerjaannya lebih stress atau environmentnya ga cocok.
Kalo decide to stay:
kalo kita udah nemu tempat kerja yg pas entah dapet gaji oke, dapet work life balance, atau dapet learning & growth
ya stay juga bener bener oke bgt sih.
Apalagi in this economy dan agentic AI :))))).
Kalo dapet salah satu masih make sense buat stay.
Kalo bisa dapet dua sekaligus, gaji oke kerja nyaman, malah mending stay bangetttt.
Intinya sih choose ur hard aja.
Meskipun hard pilihan 1/2 kalo dijalaninnya have fun, nati pasti have fund hehehe amin.
Ga ada yg paling benar atau salah, jalan hidup orang beda2 ๐๐ค
Yang punya tanggungan, mau gamau gabisa milih, semangat pejuang pasti ada jalann aminnn.
PERTOLONGAN PERTAMA KESETRUM!
Catet! Biar cara nolong temen2 gak salah.
Soalnya, klo salah, alih2 nolong korban dan selamat, penolong bisa kena kesetrum juga.
Dan inget! Korban ga perlu ditanem di tanah ya! Sebagian masyarakat soalnya begitu dan itu kurang efektif.
Simak yok!
Kalau diskusinya masih sebatas โlaki-laki provide rumah, mobil, lalu perempuan provide apa,โ berarti pemahamannya masih di level transaksi, bukan pernikahan.
Karena hari gini, banyak perempuan bisa provide rumah, mobil, dan kehidupannya sendiri. Itu bukan lagi sesuatu yang eksklusif milik laki-laki.
Yang jauh lebih langka dan jauh lebih mahal adalah kemampuan membangun dan mengelola kehidupan bersama.
Pernikahan bukan semata biaya rumah dan mobil. Itu bagian obrolan level permukaan banget ๐
Biaya terbesar dalam pernikahan adalah hal yang tidak bisa dibeli pake uang: kematangan emosional, kapasitas intelektual, stabilitas karakter, dan kemampuan mengelola rumah tangga sebagai sebuah sistem.
Apalagi kalau you memutuskan punya anak.
Biaya membesarkan anak bukan hanya makan dan sekolah. Tapi kemampuan orang tua menjadi figur yang stabil, hadir, dan layak dicontoh. Kemampuan mengelola emosi. Kemampuan membuat keputusan jangka panjang. Kemampuan menjaga struktur keluarga tetap utuh. Semua itu ngga bisa digantikan oleh uang.
Jadi kalau diskusinya masih berhenti di โsiapa provide rumah dan mobil,โ honestly bukan perempuannya yang perlu dipertanyakan.
Tapi kesiapan berpikir laki-lakinya.
Karena pernikahan bukan tentang siapa membawa apa. Tapi tentang apakah dua orang punya kapasitas untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari diri mereka sendiri?
Kalau masih melihatnya sebagai transaksi, mungkin memang belum siap untuk menikah.
Kalau belum tercapai, jangan buru-buru overshare ke orang lain.
Apalagi masih sebatas mimpi atau goals baru. Dopamine yg kamu terima mirip-mirip, seakan kamu udah mencapai goals itu.
Better eksekusi secara senyap. Energi buat bercerita dialihkan ke beneran melakukan prosesnya.
Oh iya satu lagi. Gak semua orang siap mendengarkan obrolan tentang mimpi. Daripada mereka julid, better ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝhasil nyataโ yg bercerita.
Jadi begini lho,
1. Kamu tau maumu apa
2. Kamu tau gimana mencapainya
3. Kamu bergerak utk mewujudkannya
Ga ada satu orang pun yang mewujudkan impian kita kecuali ya diri kita sendiri ๐ช๐ป๐ฅ