Menyuruh 1 Guru Besar itu susah. Apalagi banyak Guru Besar. Apalagi banyak Perguruan Tinggi.
Yang anggap para GB ini diorkestrasi, apalagi utk kepentingan elektoral, pasti ndak paham Sandpile Theory of Social Change, Teori Gundukan Pasir dalam Perubahan Sosial.
PEMBERITAHUAN!!
Bahwa Pemilu 2024 sudah tidak menggunakan undangan fisik, melainkan perindividu dapat mengeceknya di :
https://t.co/AmRlm9LVXH
Cara pengecekan :
1. Buka https://t.co/AmRlm9LVXH
2. Masukan NIK
3. Klik "Pencarian"
4. Setelah klik "Pencarian", akan muncul nama Bapak/Ibu beserta nomor TPS tempat Bapak/Ibu menyoblos. 🤟🏻
Apakah pemberian susu gratis dan makan siang gratis bisa menjadi solusi stunting?
🔥🔥🔥
Ini tulisan istri saya, seorang dokter spesialis anak. Biasanya kalau di IG sukanya share foto jalan-jalan kami. Haha... Tapi kemarin dia gemes dengan pertanyaan ini. Akhirnya nulis deh.
Cekidot gan... buat edukasi sajah.
🔥🔥🔥
Gara-gara nonton debat capres semalam, dan tergelitik dengan pernyataan orang-orang, karena hampir setiap hari menangani pasen malnutrisi dan stunting, jadinya aku ingin ikut nimbrung berbagi pemikiran.
Pertama, harus dibedakan dulu, mau mencegah stunting atau mau mengatasi anak yang sudah terlanjur stunting.
Kalau mencegah stunting, caranya bahkan harus sejak remaja. Berikanlah pendidikan yang tinggi, jangan sampai anak remaja mengalami anemia defisiensi besi, lalu jangan menikah di usia dini karena remaja cenderung akan melahirkan bayi prematur yang menjadi penyumbang 20 persen terjadinya stunting.
Lalu sebelum menikah, harusnya pasangan muda diedukasi tentang pola hidup sehat, tentang menjadi orangtua yang bertanggungjawab, parenting yang baik bagaimana, supaya nanti bisa melahirkan anak yang sehat, tidak BBLR dan ketika sudah lahir bisa mengasuhnya dengan benar supaya cara kasih makan dan pengasuhannya juga benar.
Harusnya, untuk pasangan muda ini juga disediakan rumah dengan air dan sanitasi yang bersih, tidak padat hunian, ayah dan keluarga tidak merokok, dan kepala keluarganya harus punya pekerjaan supaya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Saat hamil, pastikan ibu rajin kontrol ke dokter untuk pemantauan, tidak anemia, makan menu gizi seimbang, jauhkan dari asap rokok, dan segera ke sarana kesehatan bila ada keluhan.
Saat bayi lahir, pastikan bayi bisa IMD, mendapatkan ASI eksklusif dan MPASI yang benar, lengkapi imunisasi, jaga jangan bolak balik kena infeksi, dan pemantauan yang benar.
Itulah berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting.
Nah kalau sudah terjadi stunting bagaimana? Jika ingin mencegah dampak negatif stunting yang irreversivel terutama berkaitan dengan IQ anak, stunting harus segera diatasi sebelum usianya 2 tahun. Ada literatur juga yang mengatakan IQ nya bisa ditolong sampai usia 5 tahun bahkan 9 tahun, tapi tentu sudah cukup terlambat, tidak bisa kembali seperti potensi awalnya. Tapi ya daripada tidak.
Jadi bagaimana cara mengatasi anak yang sudah terlanjur stunting? Apakah pemberian susu dan makan gratis menyelesaikan masalah?
Eits tunggu dulu. Kita tidak bisa main gebyah uyah alias menggeneralisir. Harus disortir satu-satu dulu, apa penyebabnya.
1. Yang kerap terjadi di lapangan, ternyata si anak mengalami infeksi TBC atau anemia defisiensi Fe, tapi lama tidak terdeteksi akhirnya jadi gizi kurang lalu stunting. Setelah diobati dan diberi saran nutrisi, berat badannya langsung naik dan lama lama juga tingginya ikut naik.
2. Yang juga sering terjadi, anak menjadi stunting hanya karena kebiasaan makan yang salah. Selama bertahun-tahun orangtua membiarkan anak jajan snack manis bisa sehari 6 sampai 8 kali dan akhirnya tidak mau makan, begitu terus setiap hari dan dibiarkan. Begitu dibetulkan pola makan dengan konsisten, disarankan diberi protein hewani pangan lokal sesuai rekomendasi, eh BB nya naik, lama lama TB nya juga ikut naik. Ga stunting lagi deh.
Jadi apakah susu menjadi solusi? Belum tentu. Kalau anaknya gizi buruk dan stunting, diawal biasanya dibantu dengan full susu tinggi kalori, ada juga yang diberi susu sekaligus makannya dibetulkan, tergantung kasusnya.
Kalau anaknya tidak doyan susu, alergi susu atau intoleransi laktosa bagaimana? Ini juga sering terjadi. Akhirnya mau ga mau, dokternya yang puter otak untuk memberikan saran variasi menu gizi seimbang dengan tinggi protein hewani yang bisa didapatkan dari telur, ikan, ayam, atau daging, tidak harus susu.
Apa dampaknya jika kita menggebyah uyah alias menggeneralisir semua anak diberi susu dan makan gratis?
1. Kalau ternyata anaknya overweight atau bahkan obese, pemberian susu malah bisa menambah kasus obesitas.
2. Kalau ternyata anaknya punya intoleransi laktosa anaknya malah mengalami gangguan pencernaan. Kalau anaknya alergi susu sapi, bisa terjadi reaksi alergi mulai dari gejala ringan sampai berat.
3. Belum lagi kalau membicarakan jenis susu apa yang akan diberikan. Susu itu macam-macam jenisnya, ada susu formula biasa, susu formula khusus tinggi kalori, susu untuk anak alergi, susu UHT, susu evaporasi, dll. Susu yang mana yang hendak diberikan? Ini harus dilihat berdasarkan usia anak, status gizinya, dan permasalahan tiap anak yang berbeda-beda.
4. Bagaimana pula soal pemberian makan untuk mencegah stunting? Ini juga harus dibedah lagi lebih dalam. Kalau anaknya sudah diatas 5 tahun atau diatas 9 tahun, ya sudah terlambat untuk mencegah stunting, sudah irreversibel.
Jenis makanannya pun apa pula yang diberikan? Kalau isinya 3 bola nasi, sawi dan tahu, seperti yang kemarin sempat viral di Depok ya mana bisa mencegah stunting, tidak ada protein hewaninya sama sekali.
Jadi apakah pemberian susu gratis dan makan gratis bisa jadi solusi stunting? Dengan penjelasan panjang kali lebar diatas semoga bisa disimpukan sendiri, betapa soal stunting itu begitu kompleks dan betapa pentingnya memahami akar persoalan supaya solusinya bisa tepat sasaran. Kalau tidak, sayang sekali tenaga, waktu, dan biaya yang akan sangat besar dikeluarkan dengan sia-sia, rugi kan?
Ini Opening Closing Debat Pamungkas Jagoan" Kita
@ganjarpranowo@mohmahfudmd
Awalnya Beliau Bicara Tentang Visi & Misinya. Namun Tak Disangka&Diduga Setelah Separuh Kalimat Di Ucapkan Tiba" Ada Kartu As Yg Menembus Jantung Pihak Kubu Sebelah Kejang"🤗
#GanjarMahfudM3nangDebat
Alur logika runut ala bang Adian.
Mudah ditangkap & dimengerti.
Tentunya bagi orang-orang yang mau menerima kenyataan bahwa pernyataan ini masuk akal & bisa diterima oleh akal sehat mereka juga
#GanjarMahfud2024 🤟
#YakinPilihGanjar
Terima kasih kepada seluruh rakyat yang sudah menitipkan harapan di pundak kami berdua. Mandat rakyat adalah amanat suci buat kami. Bersama #GanjarMahfud2024 kita mulai era baru bagi Indonesia di mana tidak seorang pun ditinggalkan🇲🇨🇲🇨🇲🇨
.
Dia telah sepakat dgn segala Resiko yg Nantinya harus dia & Keluarganya Yg Terima.
Berbagai Macam Stigma Negatif akan Melekat ke Dirinya & Seluruh Anggota Keluarganya.Abadi selamanya.
Dia pikir Tokoh2 yg saat ini sedang berada dipihaknya Nantinya Tetap akan terus Memihaknya
.