Indonesia
Ambulance bawa pasien, disuruh minggir dan matikan sirene hanya demi rombongan @jokowi lewat!๐
Malaysia
Konvoi PM Anwar Ibrahim mengalah dan bahkan memberikan pengawalan polisi agar ambulance tiba di rumah sakit
Bahkan Ganjar Pranowo sudah menyinggung soal Siber sistem kita, termasuk Judi Online
Sayangnya, kita malah memilih menangisi KEBODOHAN seolah2 yang PLANGA PLONGO didepan panggung adalah yang paling tersakiti kalah KALAH DEBAT
Saya bangga bersama Ganjar Pranowo
Tolong Cari Tau Identitas Anak Anak Ini Biar Di Undang bicara Di forum ... Bisa Kita Buktikan Siapa Yang Menyuruh Dan Membayar Mereka
@tvOneNews@ReflyHZ@Metro_TV
Ada perbedaan besar antara orang2 yg "pengkritik Jokowi dulu" vs "pengkritik Jokowi yang sekarang"
Yang dulu lebih sering memaki2 dan subjektif, murni karena kebencian kepada Jokowi bahkan bersekongkol dengan kelompok RADIKAL
Yang sekarang mengkritik lebih objektif dan tidak memaki2, kritiknya berdasar pada FAKTA dan punya landasan berpikir. Haluannya tetap NKRI yang berlandaskan etika dan hukum sebagai dasar negara
Nah, orang2 yang dulu suka memaki2 itu sedang MENJILAT2 Jokowi sekarang karena sang Bosnya, "Prabowo" sedang menang pemilu
Semoga suatu saat Jokowi tidak diludahi oleh mereka, karena sejatinya Jokowi hanyalah kendaraan politik Prabowo
Tidak terima fakta ini? Ya jangan marah, santuy aja hehe. Pembohong akan selalu benci dengan fakta
Aksi kamisan ini menurut Petrus sbg bentuk kekecewaan & kemarahan aktivis kepada kebijakan Jkw yg dinilai tlh melewati batas. Jkw ber-tubi2melakukan kebijaksanaan jauh dr akal sehat, melanggar koridor demokrasi, kebablasan @nongandah@WagimanDeep212_
https://t.co/aiyKMcvVOk
@KompasTV Bukan iklim TPI sibuk ngurusin pilpres jdi urusan lain terhanbat. Menterinya aja sibuk jdi timses agar nggak kelihangan jabatan di 2024-2029.
Pada tahun 1997 "approval rate" presiden Soeharto sedang kuat-kuatnya. Tidak ada yg sanggup membayangkan kekuasaan Soeharto akan runtuh secepatnya, bahkan mungkin akan tetap kokoh hingga puluhan tahun berikutnya. Otoritarian Soeharto betul-betul "manusia setengah dewa" pada masanya.
Harmoko yg ketika itu menjabat sebagai Ketum Golkar dan Ketua DPR/MPR, "menjilat" Soeharto agar kembali jadi presiden RI yg ke-7 kalinya. Padahal Soeharto sudah berniat untuk "lengser keprabon", namun Harmoko berhasil meyakinkan Soeharto dengan alasan: "rakyat masih sangat menginginkannya". Walhasil, pada Maret 1998, Harmoko mengangkat Soeharto sebagai presiden RI di usia 72 tahun.
Namun, dua bulan setelah pengangkatannya, Harmoko meminta mantan "Berhalanya" itu untuk mundur. Menyusul adanya demonstrasi mahasiswa besar-besaran yg berujung pada pendudukan gedung DPR/MPR. Gerakan mahasiswa itu menolak terpilihnya Soeharto sebagai Presiden kembali. Mereka juga meminta agar demokrasi serta supremasi sipil secepatnya ditegakkan di NKRI.
Harmoko terdesak. Untuk mencari jurus selamat dari pengadilan rakyat, dia harus ikut mendesak Soeharto agar segera mundur. Peristiwa 1998 itu kemudian kita kenal sebagai titik awal Era Reformasi.
Harmoko dianggap sebagai "Brutus Sang Pengkhianat" oleh pihak Soeharto. Ironisnya pada sisi yg lain, Harmoko tidak juga dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat sipil dalam Gerakan Reformasi โ mengingat dia adalah sosok yg hampir setiap hari "menjilat" Soeharto ketika sedang berkuasa.
Nah, sosok Bahlil ini mirip sekali dengan sosok Harmoko pada eranya. Entah kelak akan dianggap penjilat atau justeru disematkan sebagai pengkhianat, tunggu waktunya saja. Path of our destiny will tell the story...
*(Lahumul fatihah untuk Alm. Soeharto dan Alm. Harmoko, semoga husnul khotimah).