18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
@RyaWiedy Maaf saya melihat latar belakang itu tanah kelihatan subur banget, apalagi kalau dilakukan pengolahan dan pemupukan ya.
Saya di daerah Kab. Bogor, coba nanam pisang, sebelumnya kurang bagus, lama2 buahnya gedhe2.
Lagi bereksperimen.
Yg pinggir kiri pisang hijau (Pisang Ambon Hijau, lebih dikenal dengan nama Pisang Hijau Lumut) dapat digunakan sebagai obat. Kadar gula sedang.
Tengah baru berbunga, pisang Ambon kuning, wangi, manis.
Lokasi: Bojong Gede, Kab. Bogor
@bachrum_achmadi@prabowo Singkong?
Apapun kalau tdk dimanage gak maksimal.
Pernah kunanem singkong, samsek gak asik, ga cuan, alias malah minus.
Kecuali kalau diolah jadi kripik atau lainnya.
Akhirnya, nanem hanya utk konsumai sendiri.
Eks finalis MasterChef Malaysia, Etiqah Siti Noorashikeen Mohd Sulong, dan mantan suaminya, Mohammad Ambree Yunos, dijatuhi hukuman 34 tahun penjara oleh Mahkamah Tinggi Kota Kinabalu, Jumat (20/6/2025).
Keduanya dinyatakan bersalah membunuh ART yang pernah tinggal di Sulawesi Selatan, Nur Afiyah Daeng Damin (28), di apartemen mereka di Penampang, Sabah tahun 2021 silam.
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta
~R #ART #MasterChefMalaysia #Malaysia #SulawesiSelatan ##Voice
WOHHHH ini bakalan kocak sih
Dua agen Puanas vs Cinta Laura Kiehl yg kayaknya nyembunyiin sesuatu di salon perawatan sosialita.
Penasaran kejahatan apa yg bakal dibongkar Rieke "Oneng" dan Keanu di film AGEN +62.
Nih tonton final trailer nya deh. Menarik!
@xcintakiehlx Dear Cinta...!
"Negara Indonesia adalah negara yang kaya raya karena ada tambang *emas hitam* (minyak bumi: red), tapi kenapa banyak yang ke S. Arab jadi babu, uangnya kemana?"
Itu kutipan pertanyaan seorang warga S. Arab kpd teman, mengingat cuannya selangit.