Dulu Jokowi dibela orang-orang pintar makanya bodohnya ga kelihatan, sekarang Pemerintahnya Bodoh yang belain pun bodoh..
Lempar isu malah kena Tampol mukanya sendiri.. Pekok..
Kaesang Usia 26 Tahun, Transaksi Saham Hampir Rp100 Miliar. Dari Mana Modalnya?
Podcast Faisal Akbar kali ini bahasannya lumayan berani: sebenarnya wajar nggak sih pejabat dan keluarganya tiba-tiba punya kekayaan atau bisnis yang melejit saat sedang berada dekat dengan kekuasaan?
Ia mengkritik kemewahan pejabat ketika negara masih menanggung beban utang besar.
Ubedilah Badrun memaparkan riset soal Kaesang yang pada usia 26 tahun disebut melakukan transaksi saham bernilai sekitar Rp92–100 miliar.
Ubedilah kemudian mempertanyakan asal pembiayaan, relasi bisnis, dan keterkaitan dengan perusahaan ventura serta korporasi besar.
Itu disampaikan sebagai analisis/dugaan dalam riset, bukan putusan hukum.
Pertanyaan besarnya: seberapa jauh bisnis keluarga pejabat bisa dipisahkan dari pengaruh kekuasaan
Yang bikin menarik, mereka nggak cuma ngomong soal “kaya atau nggak kaya”, tapi soal transparansi: kalau kekayaan dan bisnis keluarga pejabat tumbuh sangat cepat, publik wajar bertanya asal-usul dan jalurnya dari mana.
Ironis. Sibuk bicara Indonesia Emas, sementara msh ada anak yg hrs menempuh 7 km hanya utk duduk di bangku SD. Bkn sekadar soal jarak, tapi tentang betapa belum meratanya akses pendidikan di seleuruh Indonesia. Semnetara anggaran MBG ratusan triliun..
Pengkhianat tak akan pernah tenang hidupnya.
Dokumen keabsahan pendidikan Wakil Presiden Gibran kembali memicu polemik publik.
Kali ini, Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjadi objek gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Surat Keterangan Lulus Gibran Diduga Cacat Hukum dan Digugat ke PTUN, Jabatan Wapres Kian Terancam
https://t.co/tyKD0Jo6Mw
Bahkan saat bencana Covid-19 aja, negara sanggup gaji PNS, sampe disebut profesi paling stabil.
Artinya, dalam 2 tahun aja, rezim ini lebih buruk dampaknya dari pandemi.
😭😭😭
Hukum kok pilih2… Padahal investor itu biasanya akan berani berinvestasi pada negara yg ada kepastian hukumnya.
Klo seperti ini gimana cara narik investasi asing?
PDI Perjuangan Sejak Awal Sudah Mengkritisi Soal Anggaran MBG Ya Diambil Dari Anggaran Pendidikan Yang Oleh Pemerintah Diklaim Hasil Efisiensi..
Akhirnya Sekarang terbukti memakai Anggaran pendidikan dan melanggar konstitusi..
MK Putuskan Dana Pendidikan Tidak Boleh untuk MBG, tapi Pelaksanaannya Masih Tahun 2028, Kok Bisa?
Putusan MK soal MBG ini aneh, sudah jelas vonisnya bersalah: dana pendidikan untuk MBG itu Inkonstitusional, tapi hukumannya ditunda sampai 2 tahun: di APBN 2028.
Ibarat hakim bilang ke terdakwa, "kamu terbukti bersalah, tapi silakan lanjutkan dulu sampai dua tahun ke depan." Aneh.
Kok tidak seperti putusan MK No 90 yg memuluskan Gibran yang langsung dipaksa dilaksanakan?
FX Rudy Bongkar Kebohongan Jokowi, Kalau Hal Begitu Saja Jokowi Jago Berbohong Apalagi Soal Ijazahnya..
Sekarang kebohongan dilanjutkan oleh Gibran yang jadi Wapres bermodalkan Surat Keterangan bukan ijazah..
.
Note: ✍️ Bukan Masyarakat AMPLOP yang di Koordinir untuk datang ke Rumah Si RAJA MALING bermain Drama Reuni-Reunian, Drama Nangis menangis, Drama Sanjung sanjungan Palsu. Lalu pulang dengan membawa Amplop isi 50 ribu & Beras 2/Liter.
.
BEDA MASA BEDA ISTILAH
(untuk para boomer agar nyambung ke Gen Z)
Dulu termos sekarang tumbler.
Dulu parsel sekarang hampers.
Dulu loakan sekarang preloved.
Dulu ngamuk sekarang tantrum.
Dulu pagar-ayu sekarang bridesmaid.
Dulu bercerita sekarang spill.
Dulu ingin tahu sekarang kepo.
Dulu galau sekarang overthinking.
Dulu makanan dibungkus sekarang take away.
Dulu caper, sekarang pick-me.
Dulu piknik sekarang healing.
Dulu ngeluyur sekarang travelling.
Dulu muhibah sekarang studi banding.
Dulu prihatin sekarang low budget lifestyle.
Dulu sensitif sekarang baperan.
Dulu her sekarang remedial.
Dulu ngirit sekarang frugal living.
Dulu banci, homo, lesbian sekarang LGBTQ.
Dulu warkop (warung kopi) sekarang cafe.
Dulu cukong sekarang sugar daddy.
Dulu testing sekarang UAS.
Dulu NEM sekarang TKA.
Dulu buruan sekarang gercep.
Dulu tustel sekarang kamera.
Dulu blitz sekarang flash.
Dulu es teh sekarang ice tea.
Dulu pecel sekarang salad.
Dulu sepiring 2 ribu sekarang 20 ribu.
Dulu gemuk tembem sekarang gemoy.
Dulu tanggal tua sekarang intermittent fasting.
Dulu programming sekarang coding.
Dulu sahabat sekarang bestie.
Dulu karyawisata sekarang class outing.
Dulu camping sekarang glamping.
Dulu bantingan sekarang split bill cc.
Dulu siomay sekarang dimsum.
Dulu oblong sekarang t-shirt.
Dulu mencongak sekarang imla.
Dulu pelonco sekarang bully.
Dulu mas, kang, uda sekarang bro.
Dulu mbak, teteh, uni sekarang sis.
Dulu numpang tenar sekarang clout chasing.
Dulu pamer sekarang flexing.
Dulu beli loakan sekarang thrifting.
Dulu ikut-ikutan sekarang FOMO.
Dulu diam-diam menghilang sekarang ghosting.
Dulu pacaran sekarang dating.
Dulu kenalan sekarang networking.
Dulu jualan sekarang live shopping.
Dulu kelontong sekarang minimarket.
Dulu telepon rumah sekarang video call.
Dulu surat sekarang DM.
Dulu pos kilat sekarang gmail.
Dulu wesel sekarang transfer atau qris.
Dulu suasana sekarang vibe.
Dulu kesebelasan sekarang squad.
Dulu tanya ke "orang pintar" sekarang tanya ke AI.
Dan jangan lupa ...
Dulu 7 ribu sekarang 18 ribu.
@Hidupsebagai62 yang didapat WNI :
- korupsi bansos
- korupsi jalan
- korupsi kuota haji
- pungli di instansi coklat
- pungli zonasi
- jalan rusak
- inflasi tiap tahun
- sektor pekerja informal jadi mayoritas
- rakyat biasa di eksploitasi cipta kerja
- sakit = mahal
- presiden nyenyenye
FYI PAJAK YANG HARUS DIBAYAR WNI :
• PAJAK PUSAT
• PPh (Pajak Penghasilan)
• PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
• PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah)
• Bea Meterai
• PBB Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan
• PAJAK DAERAH (PROVINSI)
• PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)
• BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor)
• Pajak Air Permukaan
• PAJAK DAERAH (KABUPATEN/KOTA)
• PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan/Perkotaan)
• BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)
• Pajak Hotel
• Pajak Restoran
• Pajak Hiburan
• Pajak Parkir
• YANG DIBAYAR RUTIN OLEH WNI
• PPh (sesuai penghasilan)
• PPN (setiap belanja barang/jasa kena pajak)
• PBB-P2 (setiap tahun)
• PKB (setiap tahun)
• YANG DIBAYAR SEKALI SAJA (SAAT TERJADI TRANSAKSI)
• BBNKB (saat beli/balik nama kendaraan)
• BPHTB (saat memperoleh rumah/tanah)
• PPnBM (saat membeli barang mewah)
• Bea Meterai (per dokumen tertentu)
• YANG OTOMATIS MASUK DALAM TAGIHAN/HARGA
• PPN
• PPnBM (barang mewah)
• Pajak Hotel
• Pajak Restoran
• Pajak Hiburan
• Pajak Parkir
• Belum termasuk berbagai retribusi daerah, iuran, serta pungutan lain yang berlaku sesuai ketentuan di masing-masing daerah.