Sejujurnya aku jarang iri terhadap orang lain. Tapi melihatmu seperti itu, aku jadi berharap kelak akan ada orang yang mencintaiku sebesar caramu mencintainya."
Ada dua hal yang kusembunyikan darimu. Yang pertama adalah kehilanganmu sebenarnya aku masih tak mampu, dan yang kedua adalah diam-diam aku masih berdoa semoga kau baik-baik saja.
Kau hanya perlu memberikan yg terbaik terlepas apa yg ia beri sebagai balas budi. Tetaplah seperti itu. Hingga kelak ketika kau sudah merasa cukup & begitu letih untuk bertahan, pergimu akan membuatnya benar2 mengerti, bahwa yg selama ini selalu peduli, kini sudah tidak ada lagi
Dulu, saya menyangka, tidak boleh keseringan ketemu supaya tidak bosan. Ternyata saya keliru. Sesering apa pun bertemu, kalau pertemuannya berkualitas, tidak akan membosankan
Saya punya beberapa teman yang senang pamer foto pacarnya di medsos. Setelah saya pikir-pikir, tidak ada yang salah dengan mereka. Masing-masing orang punya cara mengekpresikan diri mereka.
Mungkin itu bentuk cara merayakan kebahagiaan mereka. Kenapa harus dipermasalahin?!
Aku berhenti, ya. Hidupku masih kacau dan acak-acakan. Biarkan aku merapihkan dulu segala yg berantakan. Bukankah untuk bisa membahagiakanmu, aku harus bisa bahagia dengan hidupku terlebih dahulu? Kalau memang kamu orangnya, kita pasti akan bertemu lagi ditujuan yg sama.
Pffft
Tidak ada masalah ketika kau tidak mau pamer foto kekasihmu di medsos, sama seperti tidak perlu dipermasalahkan ketika orang lain ingin pamer foto kekasihnya di medsos. Hidup sudah punya kesenangan masing-masing.
Terkadang, kita terlalu buta melihat ketulusan.
Ada yg mencintaimu sedalam hatinya, tapi km acuh seakan tak berarti.
Ada yang mengabaikanmu setiap harinya, tapi km mengejar-ngejar seakan dialah yang pasti.
Dulu chatting bales balesan cepet banget.
Sekarang chat pagi dibales siang, aku bales cepet eh dibales sore, aku bales cepet lagi dibales malem, gitu mulu.
Aku yang membosankan kali ya :(