ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
How i wish, punya hubungan yang tenang, karena aku ga terlalu suka ngatur pasangan, aku cuma mau dia tau kalau dalam berhubungan kita boleh salah, tapi jangan sampai selingkuh, gapapa posesif tapi jangan sampai bikin karir dan pertemanan pasangan rusak, dan aku seneng banget kalau pasanganku ngelibatin aku dalam segala hal, memang bikin repot, but it means a lot for me.
Sakinah bukan datang dengan sendiri. Ia dibina… melalui mawaddah & rahmah.
Rumah tangga bukan sekadar “rasa sayang” tetapi bagaimana kita mengurus emosi, berbicara, dan bertahan bersama.
Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya mengatakan :
Kebahagiaan orang lain tidak akan merugikanmu, kekayaan mereka juga tidak akan mengurangi jatah rezekimu.
Hiduplah dengan hati yang bersih, agar ketika melihat nikmat orang lain, hatimu tidak sakit.
Weeding dream kamu apa?
" Nikah untuk tidak bercerai , nikah untuk tidak dianggap beban , nikah untuk tidak main kasar , tiada issue curang , dunia akhirat dicari bersama , jadi tempat dan perlindung terbaik sesama kita sehingga jannah. " 🤍