Akhirnya gw diberhentiin polisi seberang Central Park depan Mandiri Livin tepat di depan jembatan yg ke arah Kebon Jeruk. Emang udah lama gw pengen diberhentiin disini.
Polisi bilang jalur tengah untuk lurus, bukan untuk naik jembatan. Gw bilang rambunya tengah untuk naik, kanan khusus untuk bus.
Tapi argumen gw kagak ditanggapin, malah dimintain surat-surat, gw kasih.
Lalu keluarlah pertanyaan sakti yg gw tunggu-tunggu.
👮🏻♂️: “Ini mau ditilang apa dibantu?”
😎: “Dibantu gimana pak? Saya yakin rambunya.”
👮🏻♂️: “Ya ini 500 ribu aja kalau mau saya bantu.”
😎: “Kalo bapak bantu saya, 500 ribu, pak??”
👮🏻♂️: “Iya kalo sidang 1 juta.”
Pfft. Gw tiap hari lewat sana, plus emang udah gw incar supaya diberhentikan, cuman emang sejak MBG, jarang banget ada polisi ngejebak orang disitu.
😎: “Gini aja pak, saya ada dashcam, kita cek sama-sama rambu itu di rekaman saya.”
Dia ngelihat dashcam gw,
👮🏻♂️: “Ooo, yaudah bapak silahkan jalan.”
Dia pun langsung jalan ke temannya.
😎: “Nggak, tunggu dulu pak, bapak namanya siapa? Pangkatnya apa? Satuan mana?”
Pas gw turun dari mobil sambil ngarahin HP ke dia, dia langsung kasih kode ke temannya.
Mereka berdua naik motor. Terus pergi.
Sayangnya, gw lupa nyalain kamera HP.
Women lose sexual interest when they're emotionally disappointed, and I’m not going to argue about that. A woman can love you deeply, stay loyal, support you through hard times, and still slowly disconnect the moment she feels unheard, unappreciated, or emotionally neglected. Most people think attraction disappears because of looks, time, or routine, but emotional disappointment is what quietly changes everything.
La romantización de la "salud mental" en redes nos está vendiendo la idea de que sanar es tomar café en tazas lindas y escribir en un diario, cuando en realidad "sanar" es un proceso asqueroso, violento, solitario dónde eres tú peleando con tu mente
Dan ada yang both academically smart & street smart 👍🏼
Biasanya yang begini2 yang humble dan gak kebanyakan cingcong, soalnya tau teori ideal & kompleksitas realita.
Aneh banget yang bilang alam Amerika seadanya. Mereka punya banyak bioma, mulai dari gurun, taiga, tundra, padang rumput, hutan hujan iklim, bahkan hutan hujan tropis pun ada.
Justru saking luas dan beragamnya bentang alam Amerika, orang Amerika sampai dikenal jarang ke luar negeri dan kepemilikan paspornya rendah (dibanding Eropa). Karena mereka sudah cukup liburan di dalam Amerika dengan destinasinya yang beragam.
Simpelnya, kalo orang Eropa harus ke Afrika untuk lihat gurun, maka orang US tinggal ke Southwest. Kalo orang Eropa harus ke Bali untuk liburan eksotis di iklim tropis, maka orang US cukup ke Hawaii.
Dan kalo yang ngikutin sejarah US pasti tau, dulu proyek rel kereta yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat US itu sempat terkendala lama salah satunya karena kondisi alamnya yang ekstrim.
Tomense un momento para leer la declaración del DT de Argelia, rendido a los pies de Messi, pero con conceptos que no suelen escucharse.
🗣️ Vladimir Petković:
“Llegamos a este partido con un plan, con disciplina y con convicción... pero a veces el fútbol te pone enfrente a un jugador capaz de destruir la mejor preparación con un solo toque de pelota.”
“Lo que produjo Lionel Messi esta noche no fue solamente una gran actuación; fue una clase de fútbol dictada por una de las mentes y talentos más grandes que haya visto este deporte.”
“Les decís a tus jugadores que se mantengan compactos, concentrados, que no le den espacios... y aun así encuentra la forma de crear magia donde no debería existir.”
“Lo más frustrante es que podés hacer muchas cosas bien en defensa y aun así terminar sufriendo, porque ve pases, movimientos y oportunidades que nadie más en la cancha es capaz de ver.”
“A los 38 años, la mayoría de los futbolistas hablan de retirarse, administrar minutos o bajar el ritmo. Messi sigue definiendo partidos de Mundial, rompiendo récords y haciendo que defensores de élite parezcan impotentes.”
“Miré a mi banco después de su tercer gol y había una sensación de incredulidad en todos. No porque estuviéramos perdiendo, sino porque estábamos presenciando algo especial que quizás no vuelva a repetirse.”
“La gente hablará del hat-trick, de los récords y de las estadísticas, pero lo que más me impresionó fue la autoridad. Controló el partido como si el juego se moviera a la velocidad que él decidía.”
“Me tocó enfrentar a grandes jugadores a lo largo de mi carrera, pero esta noche fue diferente. Esta noche se sintió como si la historia del fútbol se hubiera detenido durante noventa minutos para recordarle al mundo exactamente quién es Lionel Messi.”
Dalam kerjaan dia kompeten. Tapi dalam hubungan romantis ternyata emotionally unavailable. Ada? Ada, dan BANYAK. 🙂
Emotionally unavailable tuh sederhananya dia nggak mampu hadir secara emosional. Maksudnya apa?
Misalnya kamu lagi sedih nih atau lagi ada masalah, terus kamu cerita ke pasangan kamu. Dari cerita itu, yang kamu butuhin sebenarnya cuma didengerin, divalidasi, dipahami. Tapi dia malah langsung ngasih solusi, bilang "yaudah jangan dipikirin", atau bikin kamu merasa perasaan kamu tuh berlebihan.
Terus kalau obrolannya udah mulai masuk ke hal-hal yang lebih dalam, kayak perasaan, kebutuhan dalam hubungan, atau konflik yang belum selesai, dia cenderung menghindar. Entah diam, ganti topik, atau bilang "ngapain sih dibahas terus".
Mungkin dia ngomong gitu bukan karena dia nggak peduli. Tapi dia nggak terbiasa menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan perasaan ini. Mungkin dia sendiri aja juga nggak banyak mikirin soal emosinya sendiri. Dia nggak pernah ngomong kalau dia sedih, kecewa, takut, atau terluka.
Jadi ya gimana mau hadir buat perasaan orang lain kalau perasaannya sendiri aja nggak pernah dia sentuh?
@Serafinusgy Patahkan aja semangatnya sekarang. Ga papa. Daripada semangatnya patah pas dah ga ada modal lagi malah lebih repot. Ajak ayahmu keluar melihat realita bisnis dulu. Ayahmu kelamaan di lingkungan tertutup itu. Suruh Ayahmu belajar bisnis di lapangan min. 6 bulan.
Date someone who is curious about you. Not someone who simply finds you attractive or entertaining, but someone who wants to know the person behind the surface. Someone who reads every message twice, remembers the stories you almost forgot to tell, and notices the little things no one else does. Someone who wants to know where your scars came from, what shaped you, what makes you laugh, and what keeps you awake at night. Attraction may draw someone in, but genuine interest is what makes them stay. Find someone who wants to learn every layer of who you are.
Ga ada satu orang pun bisa penuhi semua kebutuhan sosial, ekspektasi, & semua hal lainnya yg kamu perlukan dalam relasi. Menggantungkan semuanya ke 1 orang adalah cara paling cepat untuk membebani orang yg disayang itu sendiri. Kamu akan sakit sendiri saat ekspektasi ga masuk akal ini ga terpenuhi.
belajar jadi manusia yang tenang.
dia cuma read chat? gapapa.
dia ngilang? gapapa.
dia ga ngasih penjelasan? yaudah, gapapa juga.
ga semua hal harus dicari jawabannya sampe abis.
sometimes the answer is simple.
mungkin dia lagi sibuk,
mungkin chatnya tenggelem,
atau mungkin… kamu memang bukan orang yang dia inginkan.
and that's totally okay, it's fine
ga semua orang yang datang harus berakhir jadi milik kita.
jadi daripada ngabisin waktu menebak2 isi kepala seseorang, lebih baik fokus sama orang yang memang memilih untuk hadir.
because the right person won't make you question your place in their life.
kalau bukan dia, ya udah.
let's find someone who's a better fit for you.
Consideration.
If you really love someone, you consider them. You think before you speak, and you move with an awareness of how your actions affect their peace. You care about what makes them feel safe, not just what makes you feel good. If you truly love them, you think about how your actions will affect them.
Women don’t hate having kids.
They hate how marriage turns motherhood into martyrdom.
Last one to sleep, first one to wake, body permanently altered, career paused, identity erased - while everyone claps for the “proud father” who posted one story.
My mother still apologises for sitting down for five minutes.
We don’t want medals for sacrifice. We just want partners, not spectators.