Orang-orang cepat banget berubah ternyata. Yang dulu dekat banget sekarang menjauh pergi. Yang dulu baik banget, sekarang mengecewakan. Yang dulu saling dukung, tiba-tiba menghilang begitu saja.
Aku sudah berusaha tapi akhirnya aku harus memilih jalan yang berbeda. Aku telah menaruh begitu banyak percaya tapi pertaruhanku disepelekan dan sia-sia. Kita mungkin akan masih bersua, hanya saja tak lagi seutuhnya diriku bisa bersamamu selamanya.
Yakin saja, selama kamu melayakkan diri. Sesuatu yang yang akan jadi milikmu, apa pun caranya akan sampai padamu. Pun sebaliknya. Nasihat itu sudah turun temurun dan dipercaya banyak orang. Usahakan saja, nanti akan selalu ada jalannya.
Pertemanan mengurang bahkan mengilang.
Saat ini hanya ada satu jawaban cukup menghilang dan membahagiakan diri sendiri.
Tanpa ada orang yang berpura-pura senang berteman denganmu seolah-olah menaruh harapan, perasaan, pertemanan bahkan persahabatan.
Cukup kenal dan cukup baik.
Kukira semua telah usai, ternyata baru memulai.
Sesak, kecewa, marah terus- terusan.
Sampai kapan?? Aku pun tak paham.
Dunia memang kejam, tapi aku harap tak akan ada penyesalan.
barangkali kalau tidak denganmu,
luruh segala harap dan doa
terserah saja hidup kuterima
tak ada lagi usaha menanam bunga
kau jadi catatan baik di kepala
jalan panjang terletak di peta
hari-hari ulang penuh rencana
senin hingga minggu yang kutungu
Lagi-lagi masalah hati
Aku diam bukan berarti aku membenci.
Justu, aku sangat menghargai.
Dirimu, solah-olah menghindari dan tak pernah mau berkomunikasi
Singkat, cuek, dan dinginmu terhadapku sangat aku mengerti.
Bahwa kamu ingin sekali pergi dan tak akan pernah kembali.
Percayalah suatu hari nanti Seseorang akan datang yang akan menerimamu
Menggegam tanganmu
Mencintaimu
Menyayangimu
Bahkan, yang mengorbankan dirinya untuk membahagiakan mu
Tunggu, nanti akan ada saat nya waktu memihakmu.
Biarlah maslalau menjadi penguatmu.
Ketika kamu datang
Aku menyambut dengan senang,tenang bahkan pikirku kamu tidak akan pernah menghilang
Tapi,nyatanya itu hanya harapan
Dulu kamu datang seola-olah penuh kasih sayang
Dan sekarang, menghilang tanpa beban dan pikiran
Memang kejam, tapi itu pembenaran.