@dandankokoro17 Padahal orang yg kebanyak childfree itu soal uang gak jadi masalah dan cukup mampu buat punya anak tapi pilihan mereka gak mau ribet aja. Tapi anehnya yang lakuin tindakan medis langsung kaya tubek dan Vasek itu kecil. Jadi punya tubuh yg fungsional gak digunakan sebagai mestinya
@tsetchaiklatte_@brightfulverses@SistersInDanger Bacot dukung perempuan tapi duit aja lu curi. Gini otaknya baik pake standar pribadi. Mungkin nilep donasi bagi pribadi dia gak masalah dan bukan sesuatu yg salah.
@66fathur@pistalio@SistersInDanger Mana mau mereka ujung2nya bawa bawa takdir ke depan gak ada yg tahu. Padahal punya anak juga gak jauh beda logikanya. Yangkaya raya awalnya punya banyak anak gak ragu tiba2 jatuh miskin ada.
Sama yg tangannya buntung aja bisa kena manipulasi dan korban katanya mahasiswa yang intelektuallitasnya harusnya lebih dari pelaku. They just don't wants accept they bad choice. Mereka (perempuan) gak mau jadi pihak yg salah. bahkan hormon saja mrka bisa jadi alasan selingkuh.
@SistersInDanger Katanya perempuan pintar dan independent, kok masih mudah dimanipulasi. Dan untuk hasil perkosaan, boleh kok aborsi. Yg ga boleh itu lu ngewe seneng2, kejadian hamil, lu bunuh tuh janinnya.
@RizkieRhythm@SistersInDanger Ya itulah delusi mereka. Disinilah mereka bingung. Buat term dan istilah baru. Padahal hukum sebelumnya soal kdrt itu sudah ada.
Inilah polanya. Habit perempuan itu selalu menjadikan laki-laki sebagai kambing hitam. Selalu memposisikan diri dialah yang benar atau membenarkan tindakannya. Kecenderungan ini yg bikin mereka lebih tertarik dengan bad boy dibanding good boy. Karena ego merasa benar itu
@cigsaftermilk Karena mereka gak mau nyalahin diri mereka sendiri, jadi harus ada βtargetβ yang disalahin, yaitu Bapak dan Tuhannya, karena mereka sudah pasti merasa βTidak pernah Salahβ
Nope bukan ilfil tapi karena lu takut jadi yang selalu salah dan ego lu gak nerima itu. Kalo sama brengsek mah posisi lu bakal selalu jadi standar baik menurut ego lu.