@txtharihariWNI Suamimu ANJING ..saya laki-laki anak 2 sering bantuin istri bersih'' rumah, masak,cuci baju, piring karena tau istri jg anak itu capek anakku umur 4 dan 2 tahun
Baru kejadian kemarin malam, aku sama suami bertengkar hebat.
Rumah berantakan, aku nidurin anak, tapi anak gak tidur-tidur. Aku lapar, nasi habis. Aku WA suamiku, “Lapar.” Dia bilang ShopeeFood aja.
Aku gak sempat order ShopeeFood karena anakku belum tidur, jadi harus diawasi karena anaknya aktif.
Aku manggil suamiku dari kamar, tapi gak ada suara. Ku lihatlah dia, ternyata dia main HP, headset-an.
Aku paling benci dia main HP, sedangkan pekerjaan rumah numpuk.
Akhirnya meledaklah emosiku.
Aku marah-marah, ku tanya ke dia, “Apa km gak risih rumah berantakan begini?”
Dia malah balik tanya, “Lah, km risih gak loh?”
Dari situ aku makin marah. Ku jawab, “Ya risih.”
🧑🦳: Kalau risih ya dibersihkan sana.
👧: Ya kalau sempat pasti ku bersihkan. Kan aku gak sempat. Sedangkan kamu main HP. Tadi ada temannya mau kesini, sudah ku kasih tau, tolong dibersihkan ruang tamu, eh malah gak digubris. Rumah tetep berantakan, sedangkan km malah main HP.
Suami malah bersenandung, sengaja tidak mendengar perkataanku.
Makin marah aku. Keluar omongan kasarku.
👧: Dikasih tau malah headset-an terus, emang budek apa pingin budek?
Dan kami sama-sama meledak. Dia banting pintu kamar, sedangkan ada bayi di sana. Marahku makin menjadi-jadi.
👧: Sudah ku bilang, kalau marah gak usah kasar depan anak.
🧑🦳: Biarin. Yang penting aku gak main fisik.
Ku lemparlah sampah yg ku bersihkan tadi ke arahnya.
Ku ambil anakku karena dia nangis ketakutan. Ku ancam dia.
👧: Antar aku pulang ke rumah ortuku.
🧑🦳: Pulang saja sendiri, anak gak usah dibawa.
Di situ kami rebutan anak. Tenaga dia besar, ku jambaklah dia karena kasihan anakku. Tapi dia makin ngerebut anakku, keluar kata-kata kotor dariku.
Dan akhirnya ku lepas gendonganku karena kasihan anakku makin ketakutan.
Di situ kami terus berdebat dengan kata-kata kasar, nama-nama hewan keluar semua.
🧑🦳: Ini bekas cakaranmu, kalau ku visumkan bisa dipenjara km.
👧: Laporkan, cepat laporkan sekarang!!
🧑🦳: Jangan nantang aku km ya.
👧: Cpt berangkat, laporkan. Sekalian ke pengadilan agama!
🧑🦳: Ngapain ke pengadilan?
👧: Urus semua sekalian.
🧑🦳: Urus saja sendiri.
Di situ yg kupikirkan cuma anakku. Aku mau nangis karena kasihan anakku.
👧: Aku ini capek, badanku sakit semua rasanya dari pagi-malam gendong bayi buat makan. Lihat rumah berantakan pusing aku, capek.
🧑🦳: Kalau capek ya istirahat, bukan marah-marah.
👧: Rumah berantakan, tapi km masih bisa main HP. Tadi sudah ku suruh bersihkan ruang tamu karena mau ada temenmu pun gak kamu gubris.
🧑🦳: Temenku urusanku, lagian tadi di luar, gak di dalam.
👧: Tapi kan dia lihat dalam rumah berantakan kayak kapal pecah. Aku sebagai perempuan malu.
🧑🦳: Aku paling gak suka kalau disuruh-suruh. Kenapa km nyuruh-nyuruh aku?
👧: Karena km masih suamiku, aku minta tolong ke kamu. Masak ke tetangga?
🧑🦳: Makanya belajar ngaji, dosa apa gak istri nyuruh-nyuruh suami. Gak usah nyuruh-nyuruh. Aku kalau mau ya tak bersihkan, kalau gak ya tak biarin dulu.
Setelah berdebat panjang, ku akhiri perdebatan dengan ngajak anakku tidur karena sudah set 11 malam.
👧: Ayo, Nak, tidur. Sudah malam.
🧑🦳: Minta maaf dulu km ke aku. Baru ku kasihkan anakmu.
👧: Km kalau marah urusannya sama aku, jgn bawa-bawa anak. Jgn egois, kasihan anak km jadikan tameng.
🧑🦳: Tinggal minta maaf susah sekali.
👧: Maaf, ayo Nak tidur.
🧑🦳: Minta maaf yg ikhlas.
👧: Ya Allah, astaghfirullah. Mau mu gimana?
🧑🦳: Duduk, terus akui salahmu.
Setelah berdebat lagi, akhirnya aku mengalah.
Aku mengalah demi anakku.
Btw, di perdebatan tadi sempat ada omongan:
🧑🦳: Laki-laki mana yg nyuci baju, masak nasi? Km makan selalu tanya, laper, makan apa ya?
👧: Lah emang aslinya itu tugas suami. Lagian aku gak nyuci gara-gara mesin cucinya getar-getar sampai jalan, harus dipegangi di menit-menit tertentu. Terus aku gak sempat masak karena ngurus bayi, sama buat MPASI, nyuapin bayi keliling kampung. Itu capek.
Intinya, semakin berdebat, semakin muak aku dg kebodohannya!!!
Menurut kalian, kalau rumah tangga sampai bertengkar seperti ini dan anak ikut ketakutan, harus mulai dibenahi dari mana? 🥺
واحد من الطلاب كان يعتبر نفسه الأقوى في المدرسة، فأعطى هاتفه لصديقه وطلب منه تصويره وهو يهزم طالبًا آخر أمام الجميع.
لكن اللي ما كان يعرفه أن الطالب الثاني كان ينتظر اللحظة المناسبة فقط…
وفي ثوانٍ، انقلبت المواجهة بالكامل، وقدم واحدة من أقوى العودات وقلب الطاولة التي انتشرت على الإنترنت. 🔥
المقطع بدأ بثقة زائدة… وانتهى بمشهد ما كان أحد يتوقعه.
Jakarta, awal 2002.
lagi kondangan, gue ketemu suami-istri teman ortu. cuma kenal biasa. pas ngobrol, si oom nanya kerja di mana.
👨🏻: “sekarang kerja di mana, Pung?”
🧑🏻💼: “di Hotel JW Marriott, Oom.”
👨🏻: “yang baru buka di Mega Kuningan?”
🧑🏻💼: “iya.”
👨🏻: “jadi apa?”
🧑🏻💼: “Training Manager.”
👨🏻: “lho, kok masih training? bukan karyawan?” 😭
akhirnya gue jelasin kalau gue di divisi Personalia, departemen Pelatihan, sebagai kepala departemen.
eh istrinya langsung nyeletuk, katanya punya saudara yang butuh kerja dan nanya apakah bisa dibawa masuk ke hotel.
gue jawab, “maaf Tante, penerimaan karyawan udah full. kan hotelnya baru buka.”
eh malah dibales, “katanya kamu manajer, masa nggak bisa masukin saudara Tante? jadi OB kek, sekuriti kek, tukang sapu kek. yang penting kerja.” 😭
gue tetap bilang nggak bisa karena memang lagi nggak ada lowongan. untung teman-teman yang bareng kondangan ngajak cabut, jadi selamat dari obrolan yang makin nggak enak.
dua minggu kemudian, telepon dari security. katanya ada beberapa orang yang nyari gue.
gue cek CCTV, ternyata ada 5 cowok umur 20–30-an yang nunggu di area security. gue nggak kenal satu pun.
pas gue temui, yang paling tua bilang:
👳🏻: “kami ke sini mau kerja, Pak. kata Ibu X di sini ada kerjaan dan kami disuruh nemuin Bapak.”
LAH 😭 ternyata si tante waktu itu beneran nyuruh mereka datang ke hotel.
gue jelasin kalau gue nggak pernah bilang ada lowongan atau bisa kasih kerjaan.
dia malah ngegas, katanya udah bawa saudara-saudaranya, bahkan adiknya baru datang dari kampung subuh tadi karena katanya gue pasti bisa kasih kerja.
akhirnya gue bilang, “di sini nggak ada lowongan. kalau mau, tinggalin surat lamaran. nanti kalau ada posisi yang cocok, kami panggil.”
dia jawab, “kami nggak bawa lamaran. katanya langsung ketemu Bapak dan langsung kerja hari ini.”
gue makin kesel. 😭
gue bilang, “nggak bisa begitu. sekarang pulang aja dan temui Ibu X yang nyuruh kalian ke sini. Ongkos kalian juga minta ke dia, bukan ke saya.”
akhirnya mereka pergi.
gue langsung telepon ibu dan minta beliau ngomong ke pasangan itu supaya jangan pernah lagi main kirim orang ke hotel.
dan ternyata... ibu gue bahkan udah nggak punya nomor mereka 🤣
cuma kenal muka dan nama doang, tapi pede banget merasa bakal diprioritaskan dan permintaannya dikabulkan.
who you??? sapé elu??? 😭